Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 111 - Harus Percaya Diri


__ADS_3

keesokan paginya


Fani dan Maminya begitu terkejut ketika rumahnya didatangi oleh beberapa polisi


begitu juga dikediaman Anton, bahkan rumahnya telah dikepung karena benar dugaan pihak kepolisian bahwa Anton akan berniat kabur


dihari Bagas melapor, polisi langsung menerima semua bukti tersebut dan sore harinya laporan Bagas dan Rendi telah diproses, oleh karena itu pagi harinya para pelaku tersebut ditangkap dan resmi dinyatakan tersangka


klub milik Fani, hotel dan segala sesuatu yang bersangkutan dengan kejahatan kriminal yang mereka lakukan telah resmi ditutup


"nih berkas-berkas milik bokap lo, jaga baik-baik dan tetap lanjutkan sebagaimana bokap lo dulu jalanin perusahaannya" ucap Bagas menyerahkan beberapa map kepada Rendi


"kok bisa ?" tanya Abel yang mengerti bahwa map tersebut adalah berkas-berkas kepemilikan perusahaan milik om nya


"jadi selama ini Mami nya Fani belum bisa gunain sepeserpun harta milik om lo karena disana tertulis hak waris dan perusahaan ada dibawah kekuasaan Rendi dan lo. So, alasan Fani deketin Anton karena Rendi itu kerja di perusahaan milik Ayahnya Anton"


"oohh, itu artinya dia itu nunggu waktu yang tepat biar bisa memperalat Ayahnya Anton untuk ngedapetin tanda tangan Anton gitu kan ?" Bagas hanya mengangguk sebagai jawaban iya


"pinter banget sih calon bini gue"


"dih mentang-mentang udah mau nikah, ga usah pamer kallik" nyinyir Sasa


saat ini mereka berkumpul dirumahnya Abel dan Rendi yang sudah lama tak berpenghuni, menonton televisi dengan tayangan penangkapannya Fani, Anton dan Maminya juga anak-anak buahnya


"bang thanks udah bantuin"

__ADS_1


"santai, ini juga usahanya lo yang udah naruh cctv diruangan Abel"


"lo gak mau makasih ma Oom lo nih"


"hahaha Oom nih pangkatnya sekarang " teriak Kevin yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari Galang


"guysss......"


semua kompak menoleh kearah pintu masuk karena reflek dengan suara melengkingnya Desty yang baru saja tiba bersama Chandra


"bestaaiiii.... kakak kebencian gue" Abel juga tak mau kalah dengan berteriak dan menghampiri Desty


alhasil keduanya saling berpelukan bahkan meloncat-loncat seperti anak kecil


"kangen juga gue ama nenek-nenek peot ini"


"mereka kangen-kangenan atau ejek-ejekan sih ?" tanya Aron pada sang istri


Noni dibuat terkekeh mendengar pertanyaan dari sang suaminya, "hahaa emang gitu sayang, mereka berdua tuh paling aneh kalo menurut aku"


"berarti aku sama Sasa juga sedikit aneh dong ?" tanya Ara yang mendengar jawaban Noni


"hehehe kita bertiga deh Ra, aku ikutan deh hahaa" Ara tergelak mendengar Noni menjawab seperti itu


"So ? kapan nih rencana nikah ?" Chandra yang baru saja duduk langsung mengajukan pertanyaan pada dua orang langsung, pada sang adik dan juga pada Galang

__ADS_1


"Gimana kalian nikah barengan aja" usul Desty


"trus acaranya di komplek Bumi ya gak sih ?" timpal Sasa yang ikut berpendapat


"gak lah, entar Galang gak modal" sahut Bagas secara gamblang


"waahh sembarangan aja lo, gini-gini gue banyak duit woy"


"Boleh gak sih pas acara nanti gue yang pakai setelan jas, Galang yang pakai gaun ?"


wkwkwkwkwk hahahahaha


semua sontak tertawa terbahak-bahak karena otomatis mereka langsung membayangkan celetukan Abel barusan


"ya ampun jangan ngadi-ngadi Bel, gue masih normal kallik"


"ya abisnya gue rasa gue gak bakal cocok pakai gaun kek aneh aja gitu"


"santai Bel, biasanya cewek tomboy itu bakal lebih cantik tauk"


"bener kak, karena kan dia jarang dandan tuh yakan"


"iya bener kata Kak Desty sama Noni, santai aja Bel" timpal Ara pula


Abel akhirnya senyum setelah mendapat dukungan dari teman-temannya dan ia memantapkan hatinya bahwa ia harus percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2