Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 26 - Baper


__ADS_3

Desty membawa Rangga ke UKS bukan untuk mengobati tapi untuk mengantarnya saja itupun hanya duduk diluar UKS tidak sampai masuk kedalam


"gue gak tau Chandra ada masalah apa sama lo tapi cara lo juga norak, gue narik lo kesini bukan mau ngobatin lo dan bukan juga karena membela lo tapi gue cuma mau minta maaf atas nama pacar gue" Rangga dibuat kaget dengan ucapan Desty


Desty tau Rangga sengaja melakukan itu karena hanya ingin memanas-manasi Chandra yang kebetulan datang yang mungkin memang ingin menyusul Desty


fikir saja mana ada daun jatuh kerambut Desty sedangkan dilapangan basket itu tidak ada pohon sama sekali, Desty diam karena berfikir untuk apa Rangga berbohong dan ternyata karena dibelakangnya sudah ada Chandra yang datang untuk menjemput Desty dan Desty juga melihat senyum licik Rangga pada Chandra seakan puas karena Desty membelanya


Rangga memang sengaja melakukan itu karena masih sakit hati dengan ucapan Chandra tempo hari


"lo lebih tua dari gue lo udah kelas akhir Ga, dan gue tau lo orangnya bukan kayak gitu lo itu cowok gentle masa sih lo keluar dari sini buat kesan yang jelek, malu lah Ga.." Rangga menunduk mendengarkan ucapan Desty seperti mendengarkan seorang kakak atau ibu yang sedang memarahinya


"Maya pasti kecewa lihat lo berubah kayak gini, sekali lagi please maafin pacar gue" Desty menepuk bahu Rangga 2 kali dan pergi meninggalkan Rangga yang masih tertunduk lesu merasa bersalah dengan kelakuan buruknya


"semoga lo cepet dapet pengganti Maya" batin Desty yang menoleh sebentar pada Rangga, Desty merasa kasihan pada laki-laki sebaik Rangga yang lemah lembut sampai harus berubah secepat itu hanya karena kehilangan Maya


"loh kamu kenapa ?" tanya seorang perempuan yang kebetulan melewati ruang UKS dan bertemu dengan Rangga yang masih duduk termenung


Rangga mendongak dan menggeleng lalu kembali ingin menunduk tapi perempuan itu sudah dulu menahan kepala Rangga


"sudut bibir kamu berdarah kayak gini gak apa-apa kamu bilang ?" ucapnya lembut dengan nada khawatir


"ayo kedalam"ajak perempuan itu sedikit memaksa mau tidak mau Rangga ikut dengan terpaksa


perempuan itu dengan telaten membersihkan darah disudut bibir Rangga lalu kemudian memberi sedikit betadine pada luka itu dengan kapas yang sudah ditetesi

__ADS_1


Rangga memerhatikan dengan intens wanita yang ada dihadapannya itu sampai kemudian seperti ada bayangan seseorang yang terlintas difikirannya


deg "Maya" batin Rangga


"ok udah selesai" ucap perempuan itu tersenyum dan meletakkan obat-obatan tersebut ketempatnya dan membuang kapas ketempat sampah


"lo siapa ?" tanya Rangga setelah perempuan itu kembali dari tempat sampah


"aku Yuna guru baru disini, kamu anak IPS ya kelas berapa ?" ya perempuan itu adalah Yuna yang niat awalnya ingin pulang malah ketemu dengan Rangga, cukup terkejut karena semua murid dan guru sudah pulang tau-tau ada orang duduk sendirian didepan UKS


"maaf" ucap Rangga merasa tidak sopan pada guru baru itu walau bukan gurunya sendiri


"maaf buat apa ?" tanya Yuna bingung


"maaf udah manggil Buk Yuna dengan bahasa lo"


"tu-tunggu Buk, gimana kalo saya antar"


"kamu bukan anak asrama ?"


"anak asrama tapi bisa kok kalo keluar, dilarang nolak itung-itung sebagai ucapan terimakasih karena Ibuk udah nolong saya tadi" jawab Rangga serius bahkan terdengar antusias tidak lagi memikirkan hal-hal yang merusak fikirannya


Bu Yuna terdiam sebentar dan detik berikutnya tersenyum "boleh deh" jawabnya yang membuat Rangga juga tersenyum


bukan apa-apa Yuna menerima tawaran dari muridnya, karena sepertinya Rangga itu sudah tidak galau lagi bagaimana diajak ngobrol siapa tau bisa, kan Yuna itu juga pernah jadi guru BK dulunya jadi mungkin Rangga bisa dibimbing biar tidak galau

__ADS_1


Rangga meminjam motor milik Pak Iwan, dan Pak Iwan langsung memberikan karena Rangga sudah sering meminjam dan dapat dipercaya, toh Pak Iwan juga masih harus bebersih disekolah


"gak apa-apa ya buk pakai motor"


"santai aja, saya biasanya aja dijemput pakai sepeda sama kakek saya hehe" jawab Yuna sedikit pun tidak merasa malu malah membuat Rangga ikut tertawa


"oh ya nama kamu siapa ? kamu juga belum jawab kamu kelas berapa ?" tanya Yuna mulai mengajak Rangga mengobrol


"nama saya Rangga buk kelas XII" jawab Rangga sembari memberikan helm pada Yuna


"kalo boleh tau kamu abis berantem kah tadi ?" Yuna mengajukan pertanyaan sedikit pelan takutnya mood Rangga kembali buruk


tapi ternyata tidak Rangga malah tersenyum kecil " naik dulu buk gimana kita cari Cafe buat cerita, boleh nih murid Ibuk emm tetap bisa dibilang murid Ibuk kan walau Ibuk ga ngajar saya" Yuna mengangguk "hehe boleh dong saya curhat" dan lagi Yuna mengangguk dan tersenyum karena Rangga itu ternyata orangnya mudah terbuka dan sangat baik dimata Yuna


"tapi gak apa-apa nih motornya siapa ini tadi ?"


"tenang buk gampang Pak Iwan mah biasanya juga pulang malem, kan dia Duda jadinya bebas"


"kamu ini ada-ada aja, yaudah yuk"


"atau Ibuk mau saya jodohin sama pak Iwan "


"ya Allah Rangga"


"bercanda buk bercanda, daripada saya jodohin sama pak Iwan mending saya yang daftar langsung sama ibuk hehe" ucap Rangga secara gamblang dan menyalakan mesin motornya

__ADS_1


Yuna terdiam tidak mau menjawab apa-apa lagi dan naik ke motor itu dengan sedikit menyunggingkan senyum entah kenapa dia jadi baper sendiri mendengar perkataan konyol dari Rangga


__ADS_2