Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 18 - Apa Jangan-jangan ?


__ADS_3

"Pak Gito kenalin ini Pak Rama yang saya ceritakan tadi malam" memang tadi malam Dirgan sudah menceritakan Pak Rama yang akan bekerja sebagai security juga di komplek Bumi


begitu juga dengan Karin yang sudah mempersiapkan kamar kosong di asrama para pekerja yang terletak dibelakang Bumi Mart


"kenalkan saya Gito pak Rama semoga betah ya disini tapi saya yakin sih bakalan betah soalnya pak Dirgan ini orang yang baiknya benar-benar baik" pak Gito mengulurkan tangannya yang langsung dibalas oleh pak Rama


"pak Gito jangan melebih-lebihkan begitu, ya sudah saya serahkan semua sama bapak ya yang akur ya" pak Gito juga pak Rama membalas dengan anggukan kepalanya dengan benar-benar memasang telinganya walaupun lawan bicaranya ini lebih muda dari mereka


"kalo gitu saya permisi" pamit Dirgan yang kemudian pergi


didapur kantin sekolah


"nah ini dapur yang disini buk Lisa, jadi kalo pagi masaknya disini soalnya anak-anak yang sekolah dari luar juga sarapan disini, kalo masaknya didapur asrama kan repot nanti bolak balik gitu mending masak pagi sama siangnya disini dan masak untuk makan malamnya didapur asrama sama biasanya ada kegiatan ngajarin anak-anak masak giliran tuh kadang di asrama cewek kadang di asrama cowok" Karin menjelaskan secara detail pada buk Lisa tentang memasak dan juga tempatnya


"makasih banyak udah mau nemanin saya sampai kesini saya ga tau lagi harus ngomong apa terimakasih banyak buk Karin"


"jangan makasih terus lah buk capek saya dengarnya, hehe bercanda buk, yuk balik ke asrama Bumi Abdi"

__ADS_1


Bumi Abdi adalah nama asramanya seluruh para pekerja yang mukim, kebanyakan dari mereka yang tinggal di asrama itu orang yang benar-benar tidak memiliki tempat tinggal lagi


di Asrama Bumi Perwira


"akhirnya lo bisa diam di asrama juga Ron,kan enak gue punya teman sekelas kalo ada tugas bisa nyontek hehe"


"bukan nyontek Vin tapi ngerjain bareng, kalo lo nyontek mah gue ga bakalan mau lah, mau sih tapi bayar hahaha"


Kevin yang mendengar bahwa Aron akan diam di Asrama langsung meminta pada senior kamarnya untuk memperbolehkan Aron sekamar dengannya dan untung saja seniornya itu orang yang baik jadi tidak perlu lagi Kevin melakukan drama bujuk membujuk


Sebenarnya juga karena mereka cuman tinggal berdua jadi si senior ini orangnya kalem tidak terlalu suka banyak bicara dan Kevin adalah orang yang tidak bisa diam maka dari itu kalo Kevin ada temannya ya tidak terlalu mengganggu ketenangan seniornya


"udah bang" jawab Aron yang menyalami Rangga_si senior.


Rangga memberikan tangannya dan juga mengusap kepala Aron


Aron yang memang masih belum baik-baik saja karena kepergian sang kakak tiba-tiba diusap seperti itu membuatnya tidak bisa menahan air mata yang akhirnya jatuh

__ADS_1


Aron teringat pada kakaknya _Maya, yang selalu mengusap kepalanya setelah ia mencium punggung tangan Maya


"loh Ron lo kok nangis sih" Kevin melihat air mata Aron yang jatuh tentu ia langsung bertanya kenapa Aron tiba-tiba menangis


sama hal nya dengan Rangga namun bukan bertanya melainkan langsung membawa Aron untuk duduk diranjang


Aron memeluk Rangga dengan erat bahkan ia sudah terisak-isak tidak bisa menahan rasa sesak didadanya, jujur ia sangat rindu pada kakaknya


Rangga yang faham kenapa Aron menangis hanya membalas pelukan itu dan membiarkan Aron menangis sepuas-puasnya sampai hatinya terasa lega


Kevin pun tidak mau bertanya-tanya dulu walau mulutnya gatal untuk terus berbicara tapi ia masih bisa menahannya


pandangan Kevin beralih pada Rangga yang masih memeluk Aron, dalam hati ia memuji karena Rangga ini orangnya sangat baik dan pengertian


baru saja mata Kevin mau beralih menatap ke jendela tapi ia malah melihat Rangga yang memejamkan matanya bukan berhenti karena Rangga memejamkan matanya tersebut tapi ada air mata yang lolos mengalir


Kevin melanjut membatin kalau Rangga memiliki hati yang lembut, tidak seperti hatinya yang sulit sekali untuk tersentuh seperti saat ini

__ADS_1


tapi Kevin juga bingung karena ekspresi dari Rangga itu begitu menghayati seakan ia juga mersakan kehilangan


"apa jangan-jangan ?" gumam Kevin pelan nyaris seperti berbisik


__ADS_2