Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 54 - Mengikuti Kata Hati


__ADS_3

"oh my gosh Ara......." pekik Jessica di ambang pintu setelah melihat Ara datang


kenapa harus memekik ? karena Jessica kaget melihat Ara datang bersama Bagas dalam keadaan basah kuyup


Abel,Sasa dan Desty juga Reva yang baru bangun tidur yang kebetulan mereka sedang kumpul diruang tamu begitu mendengar Jessica memekik menyebut nama Ara langsung datang karena penasaran


"wui Ra abis numpang mandi dimana lo ?"tanya Desty


"abis main di got mana lo Ra ?"Abel ikut bertanya


"kalian lomba renang ?" Sasa menimpali


"kehujanan lo berdua ?" Reva yang terakhir bertanya dengan suara seraknya


ah bukan Reva yang terakhir sebab Grandpa dan Grandma serta kedua orang tua Ara yang datang juga merundung mereka berdua dengan pertanyaan kenapa kenapa dan kenapa ?


"hehe dingin nih, ga disuruh mandi air hangat dulu nih ?" Ara malah cengengesan dengan kedua tangannya yang memeluk tubuhnya sendiri karena angin yang menerpa semakin membuat Ara menggigil


"iya iya ayo masuk dulu biar mommy siapin air hangat" ajak sang mommy membawa anak gadisnya yang membuatnya penasaran

__ADS_1


"nak Bagas juga ayo masuk dulu mandi dan ganti pakaian dulu" ajak Daddy Ara pada Bagas yang diam entah mungkin seperti merasa bersalah


beberapa menit kemudian Ara datang keruang tamu yang tak berselang lama Bagas juga datang


"jadi siapa yang mau ngejelasin ?" tanya Grandpa memulai menyidang kedua orang yang duduk tepat dihadapannya


"jadi gini .." Bagas yang buka suara dan semua fokus menatap Bagas dan mendengarkan


ditaman tadi saat Ara tertidur Bagas juga iseng menutup matanya sembari menikmati angin malam yang sebenarnya tentu terasa dingin


tapi siapa sangka Bagas malah ikut tertidur namun setengah menit kemudian Bagas merasa tubuhnya semakin dingin


ketika membuka mata Bagas kaget karena ternyata sedang turun hujan, Bagas langsung membangunkan Ara untungnya Ara langsung bangun karena ia juga merasakan hujan sedang mengguyurnya


mereka sama-sama berlari menuju mobil tapi mereka salah arah dan ketika mereka berbalik arah hujan semakin deras


sambil berlari kecil mereka saling menoleh dan malah tertawa karena heran dan merasa lucu bisa-bisanya mereka tidak kaget sama sekali saat tetesan hujan pertama jatuh


Bagas memegang tangan Ara dan mengangkatnya keatas lalu ia berteriak

__ADS_1


"bukan pacar gue" dan mereka tertawa lagi


sampai dimobil mereka mengetuk-ngetuk pintu mobil sampai 3 atau 4 kali barulah terbuka sebab sang supir ternyata juga tertidur


didalam mobil Bagas mengucapkan terima kasih pada Ara karena hadirnya Ara di kehidupan Bagas membuat Bagas kembali merasakan bagaimana hidup yang bahagia itu


"gue tau lo pasti udah dapat cerita dari nyokap gue dan hari ini dihadapan lo gue akui kalo lo orang pertama yang bisa bikin gue tau caranya untuk tersenyum kembali setelah sekian lama gue terpuruk karena sebuah kejadian masa lalu"


"gue juga tau orang tua gue terutama mama ia sampe nyuruh Galang juga buat jadi teman gue tapi gimana bisa malah lo yang bisa buat gue kek dulu lagi memang gak banget kayak dulu tapi thanks Ra"


Bagas sungguh-sungguh dengan ucapannya dan malam ini seakan ia kembali merasa hidup seperti lebih hidup lagi


"dan aku bakalan pegang janji untuk semua yang terjadi tadi di taman" Bagas tersenyum lebar dan reflek memeluk Ara namun hanya sebentar karena ia sadar bisa saja itu adalah salah


sedari tadi di taman Bagas tidak begitu tenang karena Ara tak kunjung memberi jawaban tapi sekarang ia mulai merasa yakin dan mantap bahwa ia akan memperjuangkan Ara


walau belum faham tapi Bagas yakin apa kata hatinya oleh karena itu Bagas akan menggunakan hati untuk menuntunnya


Ara ikut tersenyum entahlah ia juga merasa bingung dan tidak faham apa yang terjadi tapi sama seperti Bagas, Ara hanya mengikuti apa kata hatinya saja

__ADS_1


__ADS_2