Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 8 - Traveling Karena Marshmallow


__ADS_3

Ara melambaikan tangannya didepan wajah kedua sahabatnya


"mingkem ih mingkem ngapain mangap kek gitu ?" sebenarnya Kevin yang mau menegur tapi Ara lebih dulu dan Abel juga Sasa pun akhirnya mingkem


"lo ko bisa sih sama tuh cowok ?" bisik Abel yang merangkul Ara


Sasa juga ikut merangkul dan juga berbisik " he's a fridge guy"


"hehe awalnya juga kaget soalnya dikelas pertama kali lihat aku kayak ga suka gitu sama aku tapi ternyata dia baik kok malah dia yang nolongin aku pas tadi aku terkunci ditoilet" jelas Ara yang juga ikut berbisik


baru saja Abel dan sasa mau mengajukan pertanyaan yang sama Kevin sudah menegur dengan deheman


ekhem


"hanny and friends kok malah sibuk sendiri sih ?"


mereka bertiga yang merasa bersalah hanya cengengesan saja


"khem.. teman kalian itu masih baru jadi sebaiknya jika kemana-mana ditemani dulu" itu Bagas yang bersuara


"eh eee... sebenarnya tadi Abel mau nganterin aku kok Kak cuman aku yang nolak karena pengen gak ketergantungan aja" Ara menjelaskan pada Bagas tentu tak mau sahabatnya disalahkan karena salahnya sendiri


"kok manggil kakak lo Ra kan kita sekelas berarti kan seumuran"


"enggak Bel Kak Bagas itu lebih tua satu tahun dari kita"


"baru juga kenalan udah tau umur aja lo Ra" timpal Sasa yang terdengar sedang menggoda Ara


"ng-nggak gitu Sa aku kalo kenalan ma orang emang suka nanya umur takut salah manggil ntar malah kurang ajar kan sama kalian juga gitu sama Kevin juga gitu kok tanya aja Kevin" bukan karena apa Ara terlihat panik seperti itu sungguh ia merasa malu dengan Bagas karena perkataan Sasa


"santai aja napa sih Ra capek gue denger lo ngomong panjang banget udah kek rel kereta aja" sahut Kevin yang turut mengejek


"gue permisi dulu" ujar Bagas yang ingin beranjak pergi ia tau Ara tidak enak hati toh tugas dia juga sudah selesai kan memang niatnya hanya mengantar Ara


"kak Bagas makasih" Ara sedikit berteriak karena Bagas sudah beranjak


Ara sedikit kesal sebab Bagas tidak menjawab menoleh atau sekedar menganggukkan kepalanya saja tidak


"eh Ra lo bilang tadi lo kekunci kan ditoilet gimana ceritanya ?" tanya Abel yang memang sudah penasaran sedari tadi


"bestie bestie ku mari kita beli camilan dulu trus duduk tuh ditaman depan baru deh cerita yuk ah" ajak Sasa yang sudah beranjak lebih dulu bersama Kevin


"Kak Desty mana Bel ?" tanya Ara sambil berjalan mengikuti Sasa yang ada didepannya


"ga tau juga Ra biasanya tuh kalo ga di laboratorium ya di perpus atau nggak ikut maen basket"

__ADS_1


"kalo kamu ga main basket perasaan tomboy an kamu Bel"


"hari ini nggak dulu deh nemenin lo aja dulu"


"sweetnyaaa" ucap Ara menarik pipi Abel


"ga usah kek gitu napa Ra ntar kita dibilang menyimpang lagi"


"hehe yang pentingkan enggak"


masuk dalam minimarket Bumi mereka memilih camilan sesuai selera masing-masing


selesai membayar ke kasir mereka langsung memilih taman depan sekolah


"duduk dibangku sini aja Ra" ajak Abel yang sudah duduk


"ini sih bangkunya cuma muat bertiga Bel" kata Ara yang melihat ke Kevin dan Sasa mau duduk dimana mereka masa iya harus berdempetan


"lo aja berdua gue ma my bunny duduk disini aja nih" sahut Sasa yang langsung duduk diatas rumput tepat dibelakang bangku yang diduduki Abel


"udah Ra gausah difikirin orang pacaran mah emang gitu dimana aja yang penting berdua" Ara pun menurut saja karena benar apa kata Abel


"hai guys..." sapa Desty yang langsung duduk ditengah-tengah Ara dan Abel bahkan langsung menarik botol minuman Abel dan meminumnya padahal botol itu sudah hampir menyentuh bibir Abel karena Abel itu mau minum


"ahahahahaha santai Bel santai hahaa"


Ara menyodorkan snack kripik kentangnya yang berukuran besar karena memang niatnya membeli tadi untuk dimakan bersama, Desty yang ditengahpun memegang Snack tersebut dan mereka makan bersama


"iihh bunny jangan diremas kek gitu dong"


Desty dan Abel yang mendengar suara Sasa tertahan untuk menyuapkan kripik yang ada ditangannya masing-masing


"gemes tau gak sih hanny" ucap Kevin menyahuti Sasa


"ya tapi kan punyaku kecil ntar makin kecil bunny"


"tapi lucu tau ga sih punya kamu tuh, aku jilat ya dikit"


Bola mata Abel dan Desty membesar mendengar ucapan Kevin


"janganlah bunny masa iya dijilat"


"kenapa emangnya kamu jijik ya ?"


"bukan gitu bunny, ga bakal berasa dijilat mah digigit aja ya biar berasa"

__ADS_1


"nah iya bener juga, boleh ya aku gigit"


"he'em boleh kok"


Desty menoleh pada Abel dan Abel pun melakukan hal yang sama jadi mereka sama-sama menoleh dan punya pertanyaan yang sama


Ara yang melihat Desty dan Abel dari tadi berhenti makan dan berdiam merasa heran namun melihat mereka sama-sama menoleh sepertinya lagi berbicara berdua


"ih bunny sakit tauk"


"maaf hanny ga sengaja kegigit ke-" ucapan Kevin terpotong karena Desty dan Abel kompak menoleh kebelakang dan meneriakinya


"woi lo pada ngapain sih ?" tanya keduanya kompak


dan melihat Kevin yang memegang jari tangan Sasa mereka langsung faham


"ya elaahhh jadi yang lo omongin dari yang diremas díjilat digigit itu Marshmello" ucap Abel yang sudah menemukan faktanya


"dan sakit karena kegigit itu jari lo ternyata Sa" sambung Desty yang menyatukan faktanya dengan fakta Abel


"emang kalian pada mikir apaan sih ?" tanya Ara yang menoleh pada Desty dan Abel


"otak lo berdua pada traveling ya kan ?" tebak Sasa karena sudah hafal pada Abel dan Desty


"ya abisnya percis banget kirain si Kevin ngapa-ngapain marshmallow yang dibalik baju seragam lo" Desty yang menyahut


"lagian kalo marshmallow yang dibalik baju Sasa diapa-apain ama si Kevin bukan makin kecil sih tapi makin gede"


hahahaha


tawa Abel dan Desty seketika pecah oleh perkataan Abel barusan Sasa mengerucut sebal karena dirinya yang dijadikan bahan tawa keduanya sedang Kevin hanya melirik pada Sasa dan menggaruk tengkuknya yang padahal tidak gatal sama sekali tapi Kevin merasa bersalah karena ini ulahnya yang memain-mainkan marshmallow yang Sasa beli tadi


"trus ya Bel si Sasa mah jago ya Bel dijilat aja ga mempan cuy ga berasa katanya"


"digigit dong biar berasa mah kak" sahut Abel yang mendukung Desty


hahahahaha


Desty dan Abel tertawa lagi dan lagi karena masih saja terus-terusan membahas kejadian yang membuat otak mereka traveling


Ara masih bingung tapi terus saja mengunyah kripiknya sampai habis setelah minum barulah ia ikut bergabung


"kenapa sih Sasa ga mau marshmallow nya ya ? yaudah buat aku aja sini" si Ara malah meminta marshmallow milik Sasa karena ia berfikir Sasa cemberut itu karena sudah tidak mau lagi


"diem Bel diem kak Desty dan lo juga Ra ah lo bertiga ngeselin" ucap Sasa pada akhirnya dan memilih memakan marshmallow itu sekaligus

__ADS_1


__ADS_2