Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 73 - Kondangan Lagi


__ADS_3

"udah Ra jangan mikir macem-macem deh, entar kan tahun depan lo nyusulin tuh ke Amrik nah lo buktiin deh tuh, udah yakin aja kalo Bagas tuh gak bakalan kek yang lo fikirin"


"iya Abel, udahan dong ceramahnya berisik tau.. orang aku tuh cuma mikir doang kalo emang ada suratnya buat aku kira-kira apa ya isi suratnya ?"


"kalau kata gue sih si Bagas nembak lo deh" tebak Sasa dan Noni mengacungkan jempolnya setuju


"Ara.." panggil Galang yang datang menghampiri keempat teman ceweknya


keempat gadis tersebut kompak memasang ekspresi bertanya-tanya melihat Galang yang berlari ke arah mereka


"gue barusan baca surat dari Bagas, dan didalamnya ada nyangkut tentang surat lo, gini nih gue bacain" Galang membuka surat miliknya tersebut dan membacakan isi tentang yang bersangkutan dengan Ara


"Gal salam juga ya buat temen-temen yang lain say to sorry gak bisa bikin surat satu persatu gak usah alay jablay bin lebay kalo kata bu Yuna mah haha, kalo sama calon istri gue mah gak usah disampain lagi soalnya dia udah punya surat juga dari gue malah dua surat hehe, bucin gak sih gue ? no sewot-sewot kalau kata lo."


"tuh kan gue bilang juga apa pasti mah surat buat Ara ada" sambung Sasa saat Galang sudah melipat kembali surat miliknya


"bahkan dua tuh milik Ara mah" sahut Noni pula


perasaan senang bercampur dengan penasaran Ara rasakan tapi ia mencoba untuk menahan kekesalan tersebut, mau bagaimana lagi kan mereka juga tidak tau menahu tentang Chelsea itu dan juga Ara tidak tega jika teman-temannya harus terus membujuk atau menghiburnya jadi Ara merespon santai saja

__ADS_1


tak kunjung usai mempermasalahkan surat menyurat fokus mereka teralihkan ketika melihat guru mereka buk Yuna datang bersama Rangga dengan motor matic berwarna merah


"assalamu'alaikum" ucap salam buk Yuna dengan anggun begitu sampai dihadapan kelima muridnya


"wa'alaikumussalam buk, hay bang Rangga" jawab mereka kompak dan tak lupa mereka juga menyapa Rangga


Rangga tersenyum dan menyahut "kalian kabar baik semua ?"


"pastinya dong bang" Abel yang membalas pertanyaan Rangga


"to the point deh nih" ucap Rangga mengeluarkan surat undangan dari dalam Tote bag milik buk Yuna


"cihhuy makan-makan geesss" teriak Abel girang bahkan ia juga ber tos dengan Galang


"ya ampun otak kalian berdua kok bisa-bisanya sih" Noni menepuk jidatnya


"dasar ya si paling cocok tapi gak ngakuin kecocokannya" ucap Ara setelah terkekeh melihat kelakuan Galang dan Abel bertingkah santai didepan orang yang langsung mengundangnya


"iya ya Ra, kenapa kalian berdua gak pacaran aja" timpal Sasa baru ngeh setelah mengingat kembali jika Abel dan Galang itu banyak kesamaannya

__ADS_1


"ogahh..."


"ogah woi"


Galang dan Abel serempak menjawab dengan jawaban yang sama dan itu semakin menimbulkan ledekan dari teman-temannya


"tenang, kalo masalah makanan mah kalo kalian mau bekal kantong plastik juga boleh buat bawa pulang"


hahahaha


mereka tertawa mendengar Rangga berucap dengan gamblangnya menyindir Abel dan Galang secara langsung


"kalo gitu kita pamit ya mau kerumah Madam Karin dulu" ujar Yuna berpamitan


"gak nyangka ya buk Yuna beneran sama bang Rangga, tapi cocok sih" Komentar Ara setelah kepergian Rangga dan buk Yuna


"iya sama gak nyangka juga, tapi bener kata kamu Ra mereka itu serasi, semoga mereka bahagia selalu aamiin.."


"aamiin...." kompak mereka mengaminkan ucapan Noni.

__ADS_1


__ADS_2