Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 35 - Mengalah


__ADS_3

Ara langsung ditangani oleh dokter begitu sampai di ruangan IGD


kurang lebih 30 menit penanganan dokter dan beberapa suster keluar dari ruangan tersebut


"dokter, bagaimana dok ?" tanya Karin cemas


"syukurlah pasien tidak apa-apa kami sudah melakukan terapi Antivinen atau ABU(Anti Bisa Ular) Tanda perbaikan gejala neurotoksisitas membaik dalam 30 menit sampai beberapa jam. Perdarahan sistemik spontan dapat berhenti dalam 15‒30 menit dan koagulasi darah kembali membaik jadi mungkin pasien akan sadar sekitar 45 menit lagi" jelas dokter tersebut dan Karin juga semua yang ada disana mengucap syukur


"baiklah saya permisi 6 jam kedepan saya akan periksa pasien kembali"


"terima kasih dok" ucap Karin kembali dan dokter itu mengangguk kemudian berlalu


2 perawat keluar dari ruangan tersebut mendorong brangkar bermaksud memindahkan Ara


"ruangan VVIP" pinta Karin pada perawat yang bermaksud mengajukan pertanyaan


perawat itu langsung pergi dan diikuti Karin begitu juga dengan yang lainnya

__ADS_1


"Nyonya Karin" panggil seorang wanita yang datang tergesa-gesa bersama suaminya mereka adalah orang tua Ara


"Nyonya Emberly, hiks ma-maafkan aku a-aku terlalu lalai menjaga anakmu" Karin bukan acting atau berpura-pura tapi ia benar-benar merasa bersalah


"dont cry Karin, ini bukan salahmu ini kecelakaan" beruntung Emberly bukan seperti kebanyakan orang-orang yang langsung menyalahkan dan menghakimi begitu saja


"boleh kami temui anak kami ?" tanya Bramantyo meminta izin takutnya tidak boleh oleh pihak rumah sakit


"ya tentu, silahkan" ucap Karin mempersilahkan lalu menerima tissue dari Chandra untuk menghapus air matanya


Karin juga mempercayakan Desty untuk menyelidiki siapa dalang dibalik semua ini, Bagas juga ikut pulang tapi ia memilih naik taxi karena masih punya urusan lain yang entah apa hanya Bagas yang tahu


Karin sudah menahan Bagas untuk menjaga Ara sampai terbangun tapi Bagas menolak jadi tinggalah Karin dan Ervin saja sedangkan Dirgan masih bertugas diluar kota menghadiri rapat


"kamu suka sama Ara ?" tanya Karin pada Ervin, Karin sengaja mengajak Ervin ke taman rumah sakit untuk menanyakan kecurigaannya dan memberikan waktu pada orang tua Ara untuk menemani anaknya yang masih belum sadarkan diri


Ervin jelas kaget dengan pertanyaan sang ibu "Mama kok bisa nanya kayak gitu ?, memangnya aku kelihatan kayak suka sama Ara ?" dan Karin hanya mengangguk

__ADS_1


Ervin tergelak sejenak "ya enggaklah ma kan mama kemaren udah ngenalin kalo Ara itu punyanya Bagas dan lagi Ara tuh bukan tipe aku kok" Karin lega mendengar jawaban Ervin tapi agaknya ia masih kurang percaya


tidak mau berfikir yang tidak-tidak Karin menepis semua fikirannya "yaudah ke kantin yuk mama laper nih"


"mama duluan gak apa-apa kan, mau ke toilet nih"


"ok" setelah Karin pergi dan tidak nampak lagi Ervin menghembuskan nafasnya kasar


huh


Ervin tersenyum miris "lo harus ngalah Vin" ucapnya menyemangati diri sendiri


pertama melihat Ara menyambut kedatangannya Ervin sangat senang dengan semua tingkah Ara tapi ia malah mendengar bahwa Ara sudah menjadi pilihan mamanya untuk adiknya Bagas


dan Ervin juga tidak menanggapi jika mamanya memilih Abel untuknya karena Ervin tidak menyukai gaya Abel intinya bukan tipe Ervin


setelah selesai bergelut dengan hati dan fikirannya Ervin beranjak pergi ke toilet dulu baru setelahnya ia mendatangi mamanya

__ADS_1


__ADS_2