Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 110 - Masih Tidak Menyangka


__ADS_3

Bagas menerima flashdisk dari Rendi dan langsung memasangkan pada laptop miliknya


Ara dan yang lainnya ikut berkumpul untuk melihat apa yang ada didalam flashdisk tersebut, sedangkan Rendi tetap berdiri dibelakang laptop yang artinya ada dihadapan Bagas dan yang lainnya


"gue ucapin sorry buat bang Galang karena selama ini gue diem-diem naruh CCTV dan penyadap suara diruangan Tanbel" Tanbel adalah panggilan Rendi kepada Abel yang berarti Tante Abel


"awalnya karena gue masih gak percaya sama lo tapi ternyata lo bener-bener jagain Tanbel dan gue tetap ga lepas karena dari cctv itulah gue bisa selalu awasin Tanbel, dan kenapa gue sekarang ada disini itu sebab cctv itu juga"


"jadi..?" tanya Abel yang langsung mendapat anggukan dari Rendi


"iya Tanbel, gue kesini bukan karena asli mau jengukin tapi karena udah liat insiden tadi malam jadi gue khawatir dong, dan gue juga tau kalo Tanbel nangis-nangis pas udah denger cerita bang Galang, bang Bagas dan juga kak Ara"


Rendi terkekeh mengingat seorang Abel yang sedari ia kecil tidak pernah yang namanya cengeng tapi ketika mendengar cerita tentang Galang, Abel menangis hingga sesenggukan


"maksudnya maksudnya ?" tanya Ara bingung bahkan mengulangi pertanyaan


"jadi tuh kak dihari kak Ara jengukin Tanbel, Tanbel tuh udah pulih udah sadar udah bangkit dari kematiannya hanya aja Tanbel pura-pura, bener gitu kan Tanbel ?"

__ADS_1


Abel hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia malu dan bingung untuk mengungkapkan sebuah kejujuran yang telah disampaikan oleh Rendi


"ok gini aja, gue sama Rendi yang bakal ke kantor polisi dan Abel sama Galang silahkan kalian selesain masalah kalian"


"aku kemana kak ?"


"kamu sarapan dulu ke kantin sekalian hubungi teman-teman yang lain kasih kabar tentang Abel, gak apa-apa yah sendiri dulu" Ara manggut-manggut patuh mendengar saran dari Bagas


berbeda dengan Galang yang sudah berkeringat dingin karena tiba-tiba ia menjadi se-kalem dan se-pendiam ini hanya karena berhadapan dengan Abel


selepas kepergian teman-temannya Abel lah yang lebih dulu bersuara dengan alasan ingin menggendong baby Chelsea


"bo-boleh kok" balas Galang cepat walau dengan ucapan yang sedikit gugup


"cantik" satu kata yang diucapkan Abel yang membuat Galang ikut tersenyum, karena mendadak feeling-nya mengatakan bahwa Abel dapat menerima kehadiran baby Chelsea dan keberadaannya saat ini yang tepat ada disamping Abel, ya saat ini mereka berdua duduk di sofa dalam ruangan Abel


"Bel, emm sorry buat semua yang udah terjadi, sorry karena gue lo jadi ada dirumah sakit ini, dan pastinya lo udah tau kalo anak yang sekarang lo gendong itu anak gue, jadi gue gak akan maksa buat lo tetap bertahan untuk lanjutin hubungan kita yang-"

__ADS_1


"udah cocok gak sih gue jadi seorang ibu ?" bukannya memperdulikan omongan Galang, Abel malah memotong dan bertanya dengan raut wajah yang geli sendiri dan kembali bermain dengan baby Chelsea


"Bel, gue lagi-" lagi, Abel memotong kembali Galang yang berucap


"Lang, gue udah tau semuanya, gue udah denger ceritanya dan pasti gue tau alasannya, so.. gue udah mikir dan gue bersedia jadi ibu sambungnya baby Chelsea"


Galang terperangah dengan apa yang diucapkan oleh Abel hingga kesekian detiknya mulut Galang yang menganga berubah menjadi lengkungan senyum yang semakin melebar


"plis Bel kalo beneran lo cium gue sekarang"


"noh makan noh ciuman"


Galang meloncat kegirangan yang padahal ia mendapat tamparan yang cukup kuat di bibirnya


"yes yes yes, huhhuu... emmak gue otw kawwin mak" teriak Galang kegirangan


Abel yang melihat kelakuan Galang hanya bisa menepuk jidat dan memilih berbicara dengan baby Chelsea

__ADS_1


Galang masih tidak menyangka dengan apa yang ia alami, ia kira akan sulit berbicara dengan Abel dan memperjuangkan Abel tapi ternyata tidak, bahkan Abel yang lebih dulu yakin tanpa harus Galang membuktikan apapun lagi.


__ADS_2