
"lo serius Ra ?" tanya Sasa sambil mengguncang badan Ara karena saking senangnya mendengar bahwa mereka akan terbang ke Singapura
"iya Sasa buat apa juga aku boong" Sasa bangkit dari duduknya dan meloncat-loncat kegirangan lalu ia pergi menuju ke lemarinya
"mau ngapain lo bumbu Sasa ?" tanya Abel curiga
"mau beres-beresin pakaian dong yang mau dibawa" tuh kan kecurigaan Abel benar
"masih jauh Sa 2 minggu lagi woi" tegur Desty pada Sasa namun Sasa tak memperdulikan dan tetap fokus memilih pakaian yang akan ia bawa
seminggu kemudian
hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, semua murid-murid SMA Bumi Bakti dari kelas IPA dan IPS berbondong-bondong pergi ke papan pengumuman untuk melihat hasil dari kerja keras mereka
"congratulations Ara.." sorak Abel dan Sasa bersamaan
"ini beneran nama Ara kan ? Ara dapat juara 1 ?"
"yaiyalah Ara gak inget kata Bagas lo kalo lo satu-satunya Asmara disekolah ini" jawab Sasa mengingatkan Ara pada malam ditaman kemaren
__ADS_1
"wui wui gak mau ngucapin nih buat gue ?" Desty datang menghampiri Ara,Abel dan Sasa yang sudah menepi dari papan pengumuman tersebut
"dih si kamprett.. iya selamat yang juga juara 1 always dari kelas 1 awas aja kelas 3 nanti ga juara 1"
"ya ampun mulut lo Bel astogeng"
"cuma kita berdua ya Bel penghuni kamar 23 yang ada bego bego nya" timpal Sasa menjual kesedihannya tapi hanya sekedar acting saja
"selamat" ucap seorang laki-laki yang datang dan mengucapkan kata yang begitu singkat tapi mampu membuat orang yang menerima ucapan tersebut susah payah menahan senyumnya
dia adalah Bagas yang datang bersama Galang
"Bagas lo juga selamat ya" ucap Abel sebagai teman sekelasnya
Bagas menduduki peringkat 2 dan ketiga adalah Noni yang saat ini sedang bersama Aron, iya mereka berdua benar-benar sudah dekat walau belum ada ikatan dan itu karena Aron yang mendapat ajaran dari Kevin
"lo berdua traktir kita dong" usul Galang pada Bagas dan Ara karena memang ia sudah lapar pergi ke sekolah ia sampai lupa untuk sarapan
"nah ide bagus, sama nih belum sarapan juga" ucap Abel menyetujui
__ADS_1
"warung pecel lele boleh ?" tanya Ara karena ia tiba-tiba ingat ucapan Abel yang dari semester awal sampai sekarang belum kesampaian
"hajar bos" seru Abel dan Galang bersamaan
"cieee ada otw pasangan baru nih" ledek Sasa pada Abel dan semua juga ikut meledek tapi Abel dan Galang cuek cuek saja
Ara begitu ketagihan dengan menu yang ia lahap saat ini nasi uduk dengan bebek goreng tak lupa lengkap dengan sambal terasi dan jeruk yang dulu pernah Abel kerjai pada Ara
"ennk bammet" ucap Ara dengan mulut penuh yang terdengar lumayan masih bisa dimengerti
bahkan sekarang Ara sudah berpindah menu pada ikan lele dengan sambal teri campur Pete, awalnya Ara kaget dengan rasa pete yang menurut Ara itu aneh 2 kali mencoba menelan pete itu tidak mudah bagi Ara
tapi ketiga kalinya Ara menggabungkan pete dan teri itu bersamaan barulah Ara suka intinya tidak hanya makan pete nya saja karena mungkin belum terbiasa
melihat Ara yang makan lahap dan sedikit belepotan bagi teman-temannya itu lucu tapi mereka tidak mau menegur atau meledek karena takut Ara ngambek dan selera makannya jadi hilang
sebenarnya jika mereka menegurpun tidak mengapa karena Ara bisa membalas sebab mereka yang sudah sering makan saja juga belepotan dan lahapnya itu seperti orang yang sangat kelaparan.
yah kan itu namanya 11 12 bukan ?
__ADS_1