
Gagal, Desty gagal bercerita tentang Bagas karena Ara terlalu antusias menceritakan masa-masa yang ia lalui di Amerika yang sedikitpun tidak ada tentang Bagas dan Desty tidak mau merusak mood sang adik jadi ia memilih untuk tidak membahas Bagas dulu
malam harinya mereka berkumpul diruang keluarga, saling bercerita dan bercanda. Benar-benar terasa hangat dan Ara sangat senang merasakan kebahagiaan yang luar biasa dirumahnya sendiri bersama keluarga yang selalu terasa hangat
tidak ada kata lelah bagi Ara buktinya pagi ini ia sudah berada dijalan raya menghindari kemacetan, mengendarai mobilnya sambil sesekali melihat alamat yang Desty berikan kepadanya
sebuah alamat yang menuju dimana kedua sahabatnya saat ini tinggal bahkan Ara juga kaget saat mendengar bahwa Sasa dan Noni sudah menjadi saudara dan bahkan keduanya sudah memiliki anak, wah Ara banyak ketinggalan informasi mengenai sahabat-sahabatnya
dan satu lagi, Abel ? ya, tidak ada yang tau dimana Abel saat ini dan terakhir yang Desty tau Abel itu malah bekerja di bengkel milik sang paman tapi sekarang ? entahlah, Ara juga akan mencari tau setelah ia bertemu kedua sahabatnya terlebih dahulu
"silahkan dipilih mbak bunga-bunganya masih segar loh, atau mau pesan buket juga bisa" ucap Noni dengan lembut pada seorang pembeli yang tak lain adalah Ara dengan menggunakan masker hitam dengan kepala yang tertutup oleh kupluk dari hoodie yang ia kenakan
Ara susah payah menahan tawanya karena penyamarannya berhasil, masih belum puas Ara membuka kupluk tersebut tapi tidak dengan kacamata hitam dan maskernya
__ADS_1
Noni sedikit kaget dan nampak sekali dari wajahnya bahwa Noni merasa kenal dengan sang pembeli tapi ia hanya tersenyum, dan jelas Ara menahan kembali ketawa yang sangat ingin meledak bahkan ia reflek menutup mulutnya yang menggunakan masker dengan tangan kanannya
setelahnya Ara masih melihat-lihat dan mulai membuka kacamata hitamnya, kali ini Noni mengernyitkan kedua alisnya dan tepat saat itu Sasa keluar karena heran apa yang dilakukan Noni diluar sana dengan keheningan, masa ia hanya diam-diaman sama pembelinnya
saat sudah diluar Sasa sangat ingin berteriak Ara karena ciri-ciri pembeli tersebut sama percis tapi melihat Noni yang diam Sasa menganggap bahwa itu bukan Ara " Ar" ucap Sasa tertahan
dan Ara menyadari itu lalu ia melanjut membuka maskernya dan saat itu juga kedua orang yang sama-sama heran dan menebak menghambur memeluk Ara dan berteriak heboh
"benarkan tebakan gue"
"ih aku juga udah ngira kamu Ra, tapi takut salah"
"ahahahaha hahaha, sumpah muka kalian bikin perut aku kegoncang banget ahahah"
__ADS_1
"iihh kangen banget tauk Ra" rengek Noni dengan manjanya
"sumpah kesel banget gue sama lo Ra ah pake acara nyamar segala, iihhh kesel deh, gemes tauk"
Ara membiarkan kedua sahabatnya yang masih memeluknya erat bahkan Sasa yang menguyel pipinya saja ia biarkan karena Ara sendiripun masih belum bisa menetralisirkan rasa geli yang menggelitik perutnya
"udah lah udah sekarang giliran aku yang peluk anak kalian, mana hemm..?"
"lagi berjemur sama baby sitter dihalaman belakang Ra" sahut Sasa langsung menarik tangan Ara untuk dibawa ke halaman belakang
"eh tokonya kok ditutup ?" tanya Ara karena melihat Noni menarik gerbang toko yang bermotif bunga-bunga
"gak apa-apa sekarang itu waktunya buat lo aja" Sasa yang menjawab dan Ara hanya bisa tersenyum karena perlakuan istimewa dari kedua sahabatnya
__ADS_1