
tiga hari mendatang, acara pernikahan Ervin berjalan dengan mulus tidak ada kendala sama sekali
awalnya Ervin hanya meminta acara yang sederhana saja tapi sang ibu menolak dan tetap mengadakan acara yang lumayan mewah sama seperti acara Chandra dulu dan begitu juga untuk acara pernikahan Bagas nanti, Karin tidak akan membedakan untuk anaknya
"Vin yang serius loh Vin, masa iya baru aja seminggu loh kamu disini nak, dari awal datang aja langsung sibuk ngurus ini itu abis itu acara nikahan abis itu beres ini itu dan sekarang baru bisa kumpul sama-sama terus besok udah pulang aja, ngadi-ngadi deh kamu" cerocos Karin panjang lebar menolak ucapan Ervin yang izin akan berbulan madu diluar negeri
bukan masalah bulan madunya, karena kalo itu Karin sih mendukung saja yang jadi masalahnya setelah bulan madu pun Ervin akan menetap disana untuk beberapa waktu yang tidak bisa ia pastikan
"ma, kerjaan Ervin disana tuh benar-benar harus Ervin yang turun tangan, gini deh Ervin janji setelah semuanya beres Ervin bakal pindah ke Indonesia lagi gak akan kesana-sana lagi ok"
"mama belum aja terlalu dekat sama menantu mama satu ini, ya kan nak" ucap Karin merangkul sang menantu yang berada disampingnya
"mama tenang aja walaupun kita belum dekat dan kita akan berjauhan aku janji bakal sering hubungi mama ok"
"huh, iya deh pokoknya pulang kesinj harus bawa cucu yang banyak buat mama ya" walaupun berat akhirnya Karin menyetujui keputusan anak dan menantunya
"kalau ada libur panjang, papa dan mama akan jenguk kalian disana" mendengar ucapan sang papa Ervin dan sang istri saling menoleh
__ADS_1
"o-ok pa kita tunggu" jawab Ervin sedikit ragu
Bagas yang melihat gerak-gerik sang abang merasa curiga ada yang ditutup-tutupi oleh abang dan kakak iparnya dan teringat cerita Ara di hari kemaren
ya Ara akhirnya memilih mengungkapkan isi hatinya pada Bagas, Ara meminta maaf pada Bagas karena terkesan menuduh tapi Bagas memaklumi hal tersebut dan memilih untuk mencari tau dari sangkaan tersebut
"kalian besok hati-hati ya, maaf gak bisa ngantar ke bandara soalnya ada meeting penting yang udah ditunda bulan yang lalu"
"santai Chan gak apa-apa" sahut Ervin
"siap tenang aja"
"kalo gitu kita pamit ya, udah waktunya buka restoran nih sama jemput anak-anak" pamit Chandra
usai berkumpul Ervin dan sang istri segera masuk kedalam kamarnya Ervin yang tentunya juga sudah menjadi kamar sang istri
tok tok tok
__ADS_1
"Bagas bang" ucap Bagas dari luar kamar Ervin
Ervin segera membuka pintu tersebut dan melihat Bagas seperti ingin masuk Ervin pun memperkenalkan sang adik masuk
"ada apa ?" tanya Ervin to the point
"abang kenal sama yang namanya Chelsea ?" Ervin langsung menggeleng
"yakin ?"
Ervin mengerutkan keningnya heran karena Bagas nampak memaksa dan Ervin menoleh pada sang istri takutnya jadi salah faham
"siapa Chelsea ?" tanya sang istri pada Ervin dan kemudian menoleh pada Bagas
"kalian boleh nutupin itu sama mama tapi aku tau bang kalo kalian sedang merahasiakan sesuatu, iya kan ?"
Ervin dan sang istri sontak saling menoleh dan berbicara lewat mata dari mana Bagas tau ? itu lah yang menjadi pertanyaan keduanya
__ADS_1