Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 101 - Awal Mula Kejadian


__ADS_3

"lo kenal sama Chelsea ?" tanya Bagas to the point


"nggak, gak kenal, gak punya tuh teman yang namanya Chelsea. Eh jawab dong ini jam tangan gue kok bisa sama kalian ?"


"kalo sama cewek ini kenal ?" kini giliran Ara yang bertanya dengan menunjukkan foto Chelsea dari handphone miliknya


Galang tak langsung menjawab, dan jelas sekali Galang seperti memikirkan sesuatu lalu detik berikutnya Galang pun berucap " kalian kenal sama dia ? dia dimana sekarang ?"


"ini Chelsea Lang" jawab Ara dengan bingung, kenapa Galang mengenali wajah Chelsea tapi tidak dengan namanya


"dia udah meninggal" lanjut Bagas pula, ingin melihat bagaimana ekspresi Galang saat Bagas berucap demikian


dan benar saja Galang yang tadinya ceria tiba-tiba menunduk lesu bahkan Bagas dan Ara tidak menyangka ada air bening yang jatuh dari matanya Galang


"Lang, lo bisa jelasin sama kita ?"


Galang lebih dulu menghapus air matanya lalu setelahnya ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara kasar barulah kemudian ia bercerita, Galang tidak akan menutupi kesalahannya dan tidak pula membela diri


"gue gak tau namanya dan baru tau dari kalian, dan gue bahkan gak tau kalo kalian kenal, dan ini ada sangkut pautnya sama Abel"


"Abel ? kok bisa ?" Ara semakin penasaran


"sebulan setelah gue ngalamin musibah itu gue ketemu sama Abel dan gue jujur sama dia dengan apa yang udah gue alamin, setelah dengar itu Abel pergi gitu aja dan gue langsung susul karena Abel bawa motornya bener-bener ngebut sampe pada akhirnya hal yang gue takutin terjadi, Abel kecelakaan dan sampe sekarang dia masih koma"


Galang menjeda sejenak memerhatikan jam tangan yang masih ia pegang, dan ia baru sadar bahwa jam tangan tersebut sengaja Chelsea ambil entah apa tujuannya


Ara dan Bagas masih terdiam menunggu Galang melanjutkan, tidak ingin sama sekali memotong ucapan Galang


"sampe dirumah sakit Abel sempet siuman beberapa menit doang dan dia cuma bilang supaya gue tanggung jawab abis itu Abel gak bangun-bangun lagi"


"tiga hari setelah gue pikir-pikir akhirnya gue mutusin buat nyari tu cewek, mau dia hamil ataupun enggak gue tetap bakal tanggung jawab karena gue udah ngerusak dia"

__ADS_1


"ok, dari yang gue tangkap lo ngelakuin itu atas dasar ketidaksengajaan, apa bener ?" Galang hanya mengangguk, jujur ia pun masih menyesal apalagi setelah mendengar bahwa perempuan itu telah tiada


"sekarang lo ceritain kejadiannya gimana !"


Sungguh, Galang pun tidak ingin mengingat kembali malam naas tersebut, tapi karena Bagas yang meminta akhirnya Galang pun mulai bercerita


masih ingat dengan Fani ? temannya Tania yang dulu sangat membenci Ara, ya malam itu adalah acara ulang tahunnya yang ia adakan di sebuah klub miliknya, dan disanalah awal mula kejadian tersebut


"Bel, ayok dong ikut.. gue jemput deh ke Bandung"


"gak mau ah ogah banget jauh-jauh kesana cuma ngehadirin acara kek begituan"


"ayok dong, temen gue ngajakin nih gak enak mau nolak"


"ya udah pergi aja ama teman-teman lo"


"kan lo pacar gue Bel"


"biarin, pokoknya ogah kalo bisa ya lo juga ga usah pergi lah"


"halo, oi pacar.. dih ngambek, intinya ya kalo mau pergi silahkan tapi ga usah sampe jam sembilan titik"


"iya deh iya" balas Galang di akhir pembicaraan tersebut karena Abel lebih dulu mengakhiri panggilan tersebut


jam setengah delapan akhirnya Galang benar-benar berangkat sendiri dan bertemu dengan temannya Diko dan Anton teman sekelasnya, tidak begitu akrab tapi Galang tidak enak menolak ajakan Anton


"wuy bro, wihhh.. makin tampan aja lo Lang"


"bisa aja lo Ko, udah mulai nih acaranya, yuk lah masuk"


Galang selalu melihat jam tangannya karena ia akan pulang di jam yang telah ditentukan oleh Abel, dan ketika jarum jam menunjukkan di angka tersebut Galang segera berdiri untuk pamit undur diri

__ADS_1


"Diko, Anton gue balik yah" bertepatan dengan Galang yang pamit pada kedua temannya, Fani datang membawa dua gelas minuman anggur


"loh Lang kok buru-buru sih, lo belum minum bareng gue loh, nih" ucap Fani langsung menyodorkan salah satu gelas pada Galang


ketika Fani mengajak untuk bersulang Galang tetap diam memerhatikan gelas yang ada ditangannya


"dih Lang ayok dong, lo negative thinking ya ama gue, Ton tukar deh ama yang di lo"


"nih Lang" ucap Anton langsung mengambil gelas yang ada ditangan Galang begitu saja


"eh gak gitu Fan"


"bukan alkohol kok, udah ah lama deh, cheers....."


Galang pun tidak dapat menolak walaupun hatinya merasa ada sesuatu tapi ia tidak enak untuk menolak, dan bukan hanya seteguk karena Fani mengajak untuk berlomba untuk menghabiskan minuman tersebut


"yes gue menang huhhu" sorak Diko merasa senang


"gue juga mau balik nih, Fan thanks ya" lanjut Diko


"ok, gue yang terima kasih sama kalian"


"Ton lo belum pulang ?" tanya Galang


"belum, masih mau mancing ikan nih"


"dih bahasanya mancing ikan, bilang aja lo mau jajan cewek, ati-ati lo sakit" sahut Diko yang kemudian merangkul Galang


"selamat tersiksa Galang sayang.." ucap Fani setelah keduanya tidak kelihatan kembali


"beb apaan sih ada sayang di akhirnya" ucap Anton dengan nada ngambek

__ADS_1


"ups . sorry beb sebagai gantinya-" Fani tidak melanjutkan perkataannya melainkan dengan sebuah ciuman panas yang ia berikan pada Anton


"Let's make love honey" ucap Anton dengan suara yang berat dan langsung menggendong Fani ala bridal style


__ADS_2