Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 62 - Hari Bahagia Dan Sedih


__ADS_3

hari berganti hari Ara maupun Bagas terbiasa terpisah berbeda kelas jika ada waktu luang sesekali mereka berkumpul bersama


hingga tanpa terasa waktu bergulir 1 tahun mereka lewati dan tepat 1 bulan setelah kenaikan dan kelulusan Chandra dan Desty benar-benar melangsungkan acara pernikahan


pasangan pengantin itu tersenyum bahagia setiap menyambut tamu undangan yang datang silih berganti untuk memberi ucapan selamat pada kedua mempelai


kedua belah pihak keluarga dari keduanya sangat bahagia melihat Chandra dan Desty mampu bertahan dititik sekarang


mereka hanya tinggal menunggu Bagas dan Ara kemudian dan mereka selalu mendoakan agar apapun takdir keduanya adalah tetap yang terbaik namun walau begitu mereka tetap mengharapkan bahwa Bagas dan Ara memiliki jalan takdir berjodoh, semoga.


Ara dan Bagas sibuk memperebutkan bayi dalam gendongan Emberly, Emberly hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan 2 orang didepannya ini


"ga usah rebutan giliran aja dong, sekarang suit siapa yang menang dia duluan" putus Emberly karena lama-lama ia yang pusing


Ara dan Bagas langsung menyetujui keputusan Emberly dan Bagas menang mau tak mau Ara mengalah dengan raut wajahnya yang cemberut


Bagas menerima bayi itu dengan senyuman yang mengejek Ara "calon adik ipar gue tampan banget sih" ucap Bagas memuji bayi yang sekarang ada dalam gendongannya


mendengar itu Ara langsung senyum tak lagi cemberut bahkan ia mendekati Bagas


"mirip aku gak kak ?" tanyanya sambil mengelus hidung mancung sang adik dengan jari telunjuknya


"mirip kakak deh Ra"


"dih mana ada kek gitu"

__ADS_1


"ekhem.. ada yang simulasi jadi orang tua nih" Abel datang membawa gelas berisikan air bewarna merah


"kayaknya kita yang bakal duluan Bel" Galang datang dengan omongannya yang malah mendapat tendangan dari Abel


"ya ampun Bel sama calon suami ga boleh gitu" balas Galang mengusap-usap betis yang ditendang Abel, lumayan sakit dong berarti


"mimpi" ucap Abel merotasikan bola matanya dab Ara juga Bagas hanya bisa tergelak melihat kelakuan 2 temannya itu


"woi woi..."


"fotbar dulu yuk sesama bestih.."


teriak Kevin dan Sasa yang mengajak menggunakan microphone didekat MC


semua teman-temannya datang dan melakukan foto bersama dari mulai gaya resmi hingga gaya bebas sebebas-bebasnya sampai Kevin dan Aron ada berfoto dengan gaya baring dipaling depan


Acara pagi itu sukses dan dilanjutkan lagi malam nanti dan tamu yang datang adalah tamu dari rekan kerja kedua orang tua mereka juga para guru-guru sekolah


setelah pagi hari mereka berbahagia tapi tidak dengan siang harinya


saat ini mereka semua ada dibandara untuk mengantar kepergian Bagas yang akan melanjutkan studinya ke luar negeri tepatnya di Amerika di Harvard university


Bagas tersenyum bahagia karena mendapat begitu banyak kasih sayang dari keluarga dan teman-temannya


begitu ia berpamitan dengan sang ibu air matanya terjatuh karena melihat sang ibu menangis didalam pelukannya

__ADS_1


berbagai doa dan kata-kata nasihat juga semangat Karin bisikan ditelinga sang anak


setelah semuanya sudah selesai bersalaman giliran Ara dan ia sengaja menjadi orang yang terakhir katanya agar menjadi yang paling diingat


Ara menghambur ke pelukan Bagas dan ini pertama kalinya mereka berpelukan


dalam dekapan Bagas mereka saling bisa merasakan debaran jantung 2 kali lebih cepat


Ara menangis merasa tidak rela berpisah semakin jauh dari Bagas, seminggu yang lalu Ara sudah kefikiran Bagas selalu merasa takut kehilangan dan takut Bagas melupakannya


dari itu Ara merasakan detak jantungnya selalu berdebar dan jika ia memejamkan matanya selalu ada bayangan wajah Bagas


Ara sadar ia telah jatuh cinta pada Bagas, bukan hanya Ara karena Bagas pun sama hal nya dengan Ara hanya saja keduanya masih belum bisa mengungkapkan perasaan tersebut


"don't cry Ara" bisik Bagas menunduk dan berbisik ditelinga Ara sambil mengusap kepala Ara


Ara mengeratkan pelukannya semakin merasa nyaman ketika diusap seperti itu semua yang melihat ada senyum yang terukir dan juga perasaan kasihan melihat keduanya


"jangan lupain Ara kak" lirih Ara dengan suara rengekan manjanya


Bagas melerai pelukan tersebut dan menangkup wajah Ara "janji gak akan sayang" ucap Bagas dengan senyuman termanisnya pada Ara


Ara seketika lemah mendengar kata sayang yang diucapkan Bagas untuknya


siang itu mereka akhirnya benar-benar terpisah dengan jarak yang semakin jauh

__ADS_1


satu hari dengan 2 perasaan sekaligus pagi harinya mereka berbahagia sedangkan siangnya mereka bersedih, bukan hanya hari ini mereka akan merasakan kesedihan karena kepergian karena tahun berikutnya akan ada lagi yang pergi.


__ADS_2