Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 89 - Kunci Mobil


__ADS_3

"kenapa ma ?" tanya sang suami juga ikut heran


"pa, inget gak perempuan tadi yang datang, terus kita ajakin masuk tapi Bagas malah menghindar dan bawa perempuan tadi entah kemana. Jangan-jangan ?" mata Karin melotot sempurna dan Dirgan juga memiliki pemikiran yang sama dengan sang istri


"itu bukan anaknya Bagas kan ma ?" Dirgan bahkan menggeleng mencoba menepis fikirannya yang terus mencoba menerobos keyakinan dihati dan fikirannya


mereka merasa seakan hanya sedang berbicara berdua dan lupa bahwa keluarga Ara masih ada didekatnya tapi bukan itu yang mereka cemaskan melainkan apa benar prasangka yang mereka rasakan saat ini


alih-alih ingin membahas kembali atensi mereka semua teralihkan oleh teriakan Sasa yang berlari dengan sangat terburu-buru sambil meneriaki nama Desty


"kak Desty kunci mobil mana buruan"


"ih kenapa sih Sa kok panik gitu ?" tanya Desty bangkit dari duduknya


tak bisa menjawab Sasa hanya menunjuk-nunjuk kearah luar rumah dan mengambil kunci mobil yang sedang dipegang Desty lalu berlari meninggalkan semua orang yang masih dikelilingi tanda tanya, tanpa basa-basi semua orang diruang tamu tersebut bergegas menyusul Sasa


alangkah terkejutnya saat mereka sampai diteras rumah melihat Bagas yang menggendong perempuan hamil yang dimaksud oleh Karin dan Dirgan dan perempuan itu adalah Chelsea

__ADS_1


"Bagaaaass..." teriak Karin antara shock dan tidak terima melihat sang anak yang, ah apa ini ? apa benar Chelsea dan Bagas memiliki hubungan ?


Bagas tidak memperdulikan sang ibu dan segera ikut masuk menemani Chelsea dikursi belakang sedangkan yang mengemudi adalah Kevin dan Sasa yang juga ikut duduk didepan menemani sang suami


"lah gue juga mau ikutin, kita pakai apa yank ?" ucap Desty panik karena semua juga pergi mengikuti mobil Desty yang dikendarai Kevin


"iya ya, si Aron sama Noni udah ikut mobil Ara, orang tua juga udah pada nyusul, kok bisa kita ketinggalan"


"ya bisalah kan aku ngambil anak kita yang ketinggalan didalem, mobil si Sasa kenapa sih emang kuncinya di telen apa sih ?"


"duh anak mami kok tidur terus sih"


"pulang yuk"


"ga bisa nak mobilnya-"


"ini kuncinya aku yang simpen" Arga menyela ucapan sang papi dengan menunjukkan kunci mobil yang ada ditangannya

__ADS_1


"yaampun mesti deh kalo tidur suka megangin kunci mobil nurun siapa sih nak" Desty hanya bisa geleng-geleng kepala


"ini sih bukan kunci mobil kita yank"


Desty menoleh dan mengambil kunci mobil tersebut dan fahamlah ia "ini kuncinya Sasa, emm udah pasti salah ambil nih, yaudah yuk kita nyusulin"


tak ingin membuang waktu mereka pun langsung menuju pada mobil milik Sasa dan benar saja kunci mobil tersebut adalah milik Sasa


"gimana ceritanya kamu bisa salah ambil kunci mobil sayang" tanya Desty pada sang anak disaat mobil yang dikemudikan oleh Chandra mulai berjalan


"tadi kan papi letakin atas meja trus om yang jelek juga letakin kunci mobilnya abis itu aku mau bobo yaudah asal-asalan aja ambilnya kan kirain aku sama aja" jelas Arga dengan sangat lancar, di usianya yang masih lumayan dini Arga sudah sangat lantas mengucapkan setiap huruf hanya saja Arga itu bicaranya sangat pelan tidak bisa cepat


"oh mami udah tau nih kamu tidur megangin kunci ikut siapa, ikutin oma Karin udah pasti, yank mama kalo tidur suka megang sedotan kan waktu kecil haha"


"lah iya ya hahaha aku juga baru inget, nurun oma Karin ternyata anaknya papi, ga apa-apa nanti gede ilang sendiri "


Arga hanya mengangkat bahunya acuh tidak faham apa yang dimaksud oleh mami dan papinya yang ia tahu orang tuanya sedang membahas kunci mobil yang sering Arga bawa tidur, gak jadi masalah kan ?

__ADS_1


__ADS_2