Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 56 - Sebuah Fakta Dari Masa Lalu


__ADS_3

yang seharusnya perjalanan dari Kanada ke Indonesia memakan waktu selama sekitar 22 jam tapi ketika sudah memakai jet pribadi hanya perlu menempuh selama 10 jam benar-benar dengan kecepatan tinggi


bahkan Daddy Ara juga langsung izin pada pihak rumah sakit untuk mendarat dilapangan bandara pribadi milik rumah sakit


dan untungnya pihak rumah sakit memberi izin jadi ketika sampai Desty orang yang paling terburu-buru untuk segera menemui neneknya


sampai didalam ruangan Desty hampir pingsan melihat sang nenek dipenuhi alat-alat medis untung saja Chandra dengan sigap menahan Desty


"nenek.." panggilnya lirih dengan air mata yang entah kapan sudah membasahi kedua pipinya


"Desty.." lirih sang nenek mencoba membuka alat pernapasan yang terpasang namun Desty menahan gerakan sang nenek


teman-teman Desty datang dan langsung masuk begitu juga dengan kedua orang tua Ara


"ka-kamu" tunjuk nenek Desty pada Daddy Ara dan yang ditunjuk maju bersama sang istri


"nenek kenal sama saya ?" tanya Daddy Ara tersenyum


"Bramantyo" ucap sang nenek membuka alat pernapasannya ingin berbicara dengan jelas


Bramantyo menoleh pada sang istri begitu juga sebaliknya saling menatap dengan pertanyaan yang tidak bisa diungkapkan


"akhirnya nenek nemuin ayah kamu Desty, Desty dia ayah kamu sayang" ungkap sang nenek membuat semua orang didalam ruangan tersebut tercengang merasa tidak percaya tapi mana mungkin nenek Desty mengarang ya kan ?


"nenek ngomong apa nenek, nenek bilang ayah aku udah tiada"


"nggak sayang nenek bohong, sebenarnya ayah kamu masih ada dan dia iya dia ayahmu nak" Desty menggeleng brutal sangat menolak dengan apa yang diucapkan sang nenek


"nenek mungkin salah orang" bantah Desty lagi

__ADS_1


"nak tenang nak, sekarang kita dengerin penjelasan nenek kamu dulu ya" Emberly menghampiri Desty dan menenangkannya


semua merapat mendekat pada nenek Desty ingin mendengarkan cerita sang nenek


"dulu pasti kamu ingat nak pada saat reuni teman sekolahmu di hotel Ashley"


"ya saya ingat, mommy.. daddy pernah cerita kan kalau Daddy pernah mabuk satu kali dihotel saat reuni"


"iya Daddy berarti nenek kamu benar nak" ucap Emberly meyakinkan Desty yang masih belum percaya


kemudian nenek Desty kembali melanjutkan ceritanya "saat itu ibu kamu kerja dihotel itu sebagai pelayan, tapi kejadian buruk itu menimpa ibu kamu, seorang laki-laki yang bernama Surya memaksa ibu kamu meminum alkohol dan obat perangsang lalu menyeret paksa ibumu masuk dalam sebuah kamar, saat itu ibu kamu masih memiliki sedikit kesadaran dan ia melihat ada laki-laki yang sudah terbaring lemah diatas kasur hiks" nenek Desty tiba-tiba menangis karena harus kembali mengingat kejadian buruk yang menimpa sang anak


"dan laki-laki itu adalah kamu nak Bramantyo, kalian sama-sama tidak sadar melakukan itu tapi kamu lebih mabuk daripada ibu Desty sehingga ibu Desty pagi harinya sadar lebih dulu ia juga membersihkan semua tempat tidur yang disana hiks ada darah tanda ibu Desty sudah tidak lagi peraw*n hiks, ibu Desty takut jika kamu sudah memiliki istri atau kekasih jadi ia pergi begitu saja tidak mau meminta pertanggung jawaban"


"dan benar satu bulan kemudian ibu Desty hamil ia mengandung Desty dan mempertahankan Desty sampai lahir tapi sayang saat melahirkan Desty nyawanya hiks tidak lagi tertolong karena ia mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan"


tidak menyangka ? tentu. semua yang ada disana tidak menyangka masa lalu ibu Desty sangat menyedihkan bahkan ia rela mengandung Desty tanpa seorang suami


"mom"


"sssttt... daddy sudah jujur waktu itu" Emberly dengan anggunnya tersenyum pada suaminya seakan mengatakan bahwa ia tidak marah


Bramantyo tidak menyangka bahwa Sang istri akan bersikap seperti ini sungguh ia merasa beruntung dan kagum sekaligus memiliki istri sebaik Emberly


Bramantyo memang pernah jujur bahwa saat ia tidak sadar meminum alkohol saat reuni dan ia juga jujur bahwa ia seakan melakukan itu pada seorang wanita tapi ketika ia bangun ia hanya seorang diri


dan Emberly dengan tidak yakinnya ia mengatakan mungkin hanya karena efek mabuk tapi sekarang semua terungkap


"Surya siapa yang nenek maksud ?" tanya Desty penasaran entah kenapa fikirannya mengarah pada Surya ayah tirinya Tania

__ADS_1


"ibumu berhasil mendapatkan rekaman CCTV dihotel saat ia dipaksa laki-laki tersebut, dan nenek membawanya sengaja ingin memberi tahu kamu tapi ternyata ayahmu juga ada disini"


"maaf, mungkin cerita nenek menyakitkan kamu nak tapi ini faktanya, ibu Desty pun sudah tiada jika ingin marah, marahlah pada saya" nenek Desty menggenggam tangan mommy Ara dan meminta maaf


"tidak ada yang salah nek, saya tidak marah pada ibu Desty maupun suami saya sendiri ini semua sudah berlalu jadi sebaiknya kita lupakan"


"kamu memiliki hati yang baik, apa boleh nenek menitipkan Desty jika nenek sudah tiada hiks dia tidak punya siapa-siapa lagi selain nenek"


"nek" panggil Desty tidak mau mendengar neneknya berucap seperti itu dan tidak enak pada Ara dan kedua orang tuanya


"itu anak saya dan suami saya nek namanya Ara dan Desty juga memiliki darah yang sama dengan suami saya itu artinya mereka berdua saudara berarti Desty anak saya juga"


"terima kasih nak, nenek senang mendengarnya dan nenek tidak khawatir lagi jika nenek akan pergi meninggalkan Desty"


"ssttt.... nenek harus yakin bahwa nenek akan sembuh nenek itu berarti ibu saya juga jangan berbicara seperti itu lagi ya" nenek Desty mengangguk dengan air mata yang juga mengalir


lalu kemudian nenek Desty mengambil sesuatu dibawah bantalnya dan itu adalah sebuah flashdisk yang menyimpan rekaman bukti kejahatan Surya yang mereka yakini itu adalah Surya yang sama dengan Surya yang membuat masalah dengan Dirgan


Bagas yang selalu membawa laptop langsung membuka rekaman itu dari rekaman itu ternyata tak hanya sebuah rekaman video saja melainkan juga ada suara yang ikut terekam


dari situ semua faham bahwa sebenarnya sasaran Surya adalah Dirgantara tapi entah bagaimana ia malah salah orang dan orang itu adalah Bramantyo


Bramantyo menyuruh Chandra dan Bagas untuk mendatangi Dirgan agar membawa bukti itu ke kantor polisi untuk tuntutan tambahan pada Surya agar dipenjara seumur hidup


"mommy.. Ara punya kakak ?" tanya Ara manja memeluk sang Mommy, bukannya malah sedih tapi Ara malah senang walau awalnya kaget tapi sekarang tidak lagi


"ga nyangka banget ya ternyata lo juga anak sultan kak" ucap Abel menyenggol lengan Desty


walau masih malu dengan fakta yang ia ketahui tapi Desty pun mencoba menerima kenyataan meski ia tetap merasa sakit sebab ia ternyata anak diluar nikah bahkan tanpa seorang ayah

__ADS_1


"nanti kita ganti surat kartu keluarga ya" pinta Emberly pada suaminya dan Bramantyo mengangguk dengan senyum yang benar-benar senang pada istrinya yang entahlah ia tidak tau lagi harus mengagumi dan memuji seperti apa


nenek Desty tersenyum lega merasa bahagia karena ia juga tidak menyangka terutama pada Emberly yang dengan mudahnya menerima Desty


__ADS_2