
dirasa sudah puas Ara dan Bagas sama-sama melerai pelukan yang hampir memakan waktu selama setengah jam dan itupun mereka merasa berat untuk melepas pelukan tersebut
"udah gede masih cengeng aja Ra" ucap Bagas secara gamblang mengejek Ara dengan wajah yang memerah karena menangis
di ejek seperti itu Ara malah menampar lengan Bagas karena kesal dan Bagas hanya terkekeh melihat Ara yang pasti salah tingkah
"sorry Ra sorry bercanda, tetep cantik kok"
"kakak diem gak" pekik Ara karena kesal
"hahahaha ok ok, jadi... sekarang kita baikan nih ?"
"ih masih ditanya lagi" Ara menjawab sambil menahan senyumnya, sumpah Ara ingin menggigit lengan Bagas karena tak habis-habisnya mengejek Ara
"ya udah yuk kita urusin anak Chelsea, trus jasadnya Chelsea gimana kak ? hubungi abangnya kak siapa tau dia masih mau ngurusin jasad adeknya" tanya Ara bertubi
"Chelsea ?"
__ADS_1
Ara mengangguk faham dengan pertanyaan yang akan diajukan oleh Bagas " iya kak pas operasi Chelsea udah gak ada gak bisa ditolong, dan bayinya perempuan"
Bagas cukup kaget mendengar kabar tersebut namun kemudian ia mengikuti Ara yang sudah terlebih dahulu menariknya, sambil berjalan masuk Ara menceritakan secara singkat apa-apa saja kejadian didalam rumah sakit saat ia bersama Chelsea
seperti apa yang diusulkan oleh Ara tadi Bagas benar-benar menghubungi Jhonny abangnya Chelsea, mendengar kabar dari Bagas hati Jhonny sangat terpukul karena telah mengusir adiknya
awalnya Jhonny tidak peduli dengan apa yang disampaikan oleh Bagas kemudian Ara mengambil alih handphone milik Bagas dan langsung menceritakan bahwa Chelsea hamil bukanlah kemauannya sendiri melainkan ada sebuah insiden penyebab kehamilan tersebut lalu kemudian Ara menceritakan hal tersebut dan barulah Jhonny percaya karena dari awalpun ia tidak pernah mendengarkan sang adik yang ingin bercerita
Jhonny yang memang berada di Indonesia langsung mendatangi rumah sakit tersebut dan masalah anak Chelsea, Ara buka suara bahwa Chelsea telah menitipkan anak tersebut padanya dan Jhonny lagi-lagi hanya menurut saja karena ia pun harus kembali ke Amerika lagi, Jhonny ingin menanggung biaya bayi tersebut dan Ara kembali menolak
"ok, thanks Ra, sekali lagi gue sebagai abangnya Chelsea makasih banget atas kebaikan lo semua terutama lo Ra dan gue juga minta maaf atas apa yang udah diperbuat oleh adek gue" Ara hanya menanggapi dengan senyuman dan Jhonny ikut tersenyum sedangkan Bagas yang menyimak keduanya merasa gerah, cemburu ? mungkin iya.
"kalo ada apa-apa atau perlu apa hubungi gue Ra, gimanapun juga bayi itu keponakan gue, thanks, kalo gitu gue pamit" ucapnya yang masih menatap Ara dengan intens yang kemudian ia beralih pada Bagas "bro thanks ya, gue pamit dulu"
Bagas menerima uluran tangan Jhonny dan saling memeluk dengan gaya khas laki-laki "jangan lupa datang ke nikahan gue sama Ara" ucap Bagas dengan gamblangnya pada Jhonny seakan mengingatkan kembali pada Jhonny bahwa perempuan yang terus-terusan ia tatap sedari tadi adalah miliknya
dan Ara yang mendengar ucapan Bagas yang sangat posesif hanya bisa mengulum senyumnya merasa geli sendiri karena Bagas seposesif itu
__ADS_1
"hahahaa semoga ga ada halangan gue pasti datang" balas Jhonny yang akhirnya melepas pelukan tersebut dan pergi meninggalkan Bagas dan Ara yang mengantarnya didepan rumah sakit
"kok gerah ya kak, kayak ada yang kebakar gitu" ucap Ara setelah Jhonny tidak lagi ada disana
Bagas yang mengerti dengan sindiran Ara langsung merangkul Ara dengan sangat kuat bukan sekedar merangkul biasa karena Bagas menenggelamkan kepala Ara tepat dibawah ketiaknya ditambah jas nya yang menutupi
"ahahaha kak lepas kak, makin gerah tauk hahaha" ucap Ara berusaha melepaskan diri namun Bagas malah terus berjalan dengan Ara yang tetap dalam keadaan seperti itu
beberapa orang yang melihat hanya bisa tersenyum melihat kelakuan keduanya
"ya kamu lah yang harus bikin adem, kan hati kakak yang terbakar" balas Bagas mengeluarkan Ara dari balik jas nya dan hanya berjalan berdampingan sambil tetap merangkul Ara
"terbakar apa hayooo"
"terbakar api cemburu,sayang.." jawab Bagas yang mengacak-acak rambut Ara setelahnya ia berlari membiarkan Ara menggerutu karena sebal
"kak Bagas......." teriak Ara ikut mengejar Bagas, jadilah keduanya kejar-kejaran tanpa peduli dengan tatapan setiap orang entah tatapan suka maupun tidak suka.
__ADS_1