Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 11 - Seblak Ala-ala Madam Syantik


__ADS_3

"Madam ini bulatan baksonya perlu dipotong apa nggak ?" tanya Sasa pada Madam Karin


semua yang ada didapur sedang mengerjakan pekerjaannya masing-masing


seperti Desty dan Chandra yang diberi tugas mengupas pakaian yang dikenakan bawang alhasil membuat 2 pasangan itu saling merengek karena merasakan pedih dimatanya


pasangan itu juga merengek minta tolong pada art untuk membantu tapi Karin melarang, memaksa agar keduanya belajar dan sekalian mengerjai juga sih


Sasa dan Ara diberi tugas untuk memotong sosis,bulat bakso dan beberapa potong daging ayam yang masih berukuran lumayan besar


art bagian membersihkan ceker ayam dan Karin sendiri memotong sayur selada dan menyiapkan bumbu-bumbunya


"iya nak dipotong jadi 2 bagian aja" balas Karin yang tatapannya tidak beralih dari pekerjaannya


"ma udah selesai nih" lapor Chandra dengan gaya malasnya


"sini bawa sini ! mbak Tami ini sayurnya cuci ya" mbak Tami itu nama salah satu art disana


"baik bu"


"pada suka pedes ga nih ?, kalo Desty mah suka Chandra nggak begitu nah kalian bertiga ?" tanya Karin pada Ara,Abel dan Sasa


"suka banget madam" jawab Abel cepat sambil mengecap


"aku ga begitu deh madam" sahut Sasa pula


"Ara suka juga kok Tan"


"ok deh pedesnya dibikin yang sedang-sedang aja ya nanti kalo yang kurang level pedesnya tambahin sambel sendiri"


"woke madam" sahut kompak Desty,Abel dan Sasa


"dih apaan sih kalian itu sok kompak banget"


"madam awas salah loh masukin bumbunya ntar bukan garam malah gula" tegur Desty melihat Madamnya sedang menuang bumbu-bumbu


"hahaa mentang-mentang camer mu ini udah tua begitu iya kan"


"gue juga pernah dulu disuruh bikin kopi ama Om gue bukan gula yang gue masukin cuy" cerita Abel yang kemudian Sasa menjawab cepat untuk menebak


"garam kan yang lo masukin"


"bukan garem lagi tapi merica, bayangin tuh kek apa rasanya"

__ADS_1


"yaakkk pedes lah itu rasanya" jawab Desty yang mengedikan bahunya


"hahahahha parah lo Bel" ujar Sasa ikut menimpali


"merica apaan ?" tanya Chandra dengan santainya kan dia laki-laki mana tau tapi sang ibu langsung berbunyi


"makanya jadi laki-laki itu juga turun kedapur kasihan lah nanti Desty abis lahiran gitu misalnya ga ada yang masakin"


"ya kan ada art ma" sang anak malah menjawab tak mau kalah


"ya kalo art nya pulang kampung atau kemana gitu kek gimana coba"


"ya pinjem yang dirumah ini"


"ngejawab mulu lo" Desty kali ini yang menyahut bahkan juga menarik telinga Chandra


"dududuh aduh aduh sakit yank" Chandra mengaduh sakit memegang telinganya yang sudah merah


"yank yank apaan dah geli gue dengernya" Abel,Sasa dan Ara hanya tertawa geli memerhatikan pasangan absurd itu terutama Sasa yang tidak menyangka ada ya orang pacaran ga mau dipanggil sayang kek gitu, itu fikiran Sasa


"Ara juga pernah" ucap Ara yang juga mau bercerita


"nah kalo Ara gue suka nih dengerin dia cerita pasti tentang di Kanada" sambung Sasa yang menolehkan badannya menghadap Ara


"Ara tuh bukan bego tapi pinternya itu kek gini loh polos-polos gimana gitu" Abel terkekeh setelahnya mendengar ucapannya sendiri


"tunggu-tunggu, rumah Grandpa lo pakai lift Ra ?" tanya Sasa yang memotong cerita Ara


"iya" jawab Ara polos yang membuat hampir semuanya tercengang


"berapa lantai sayang ?"tanya Karin pula yang memang tidak tahu menahu dengan calon keluarganya itu


"3 lantai aja Tan"


sudahlah tidak tau lagi harus merespon seperti apa karena pertama memang merasa minder kalo berteman dengan Ara ini tapi untungnya Ara itu welcome aja orangnya dan lebih untungnya lagi Ara dapetin teman yang bukan memanfaatkan Ara


lebih mending berteman dengan yang absurd seperti teman sekamarnya kan ?


Ara menyambung ceritanya kembali "jadi Grandpa nyuruh Ara bikin susu, yaudah nurut aja nah pas kedapur maidnya lagi sibuk sama pekerjaannya masing-masing ga enak mau ganggu trus kebetulan ketemu sama susunya tapi didalem mangkok kaca"


"trus trus" potong Desty yang ikut mendekat kesamping Ara


"yaudah aku masukin kedalam gelas dikasi gula dikit trus air panas setengah air mineral setengah sambil jalan nganterin aku aduk-aduk trus sajiin dan Grandpa langsung minum kan eh grandpa komen deh abisnya kayak gin-"

__ADS_1


"jangan bilang kek Abel tuh dikasi merica atau lo bumbu yang lainnya iya gitu ?" tebak Sasa yang kedua kalinya memotong ucapan temannya pertama Abel dan sekarang Ara


"bukan Sa, kan Grandpa bilang gini"


Ara, susunya Grandpa diganti ya ?


ucap Ara menirukan Grandpa nya yang berbicara


"pas aku lagi bingung-bingungnya maid dateng tuh langsung ngomong gini"


maaf non, non Ara tadi kan didapur apa non Ara ada ambil tepung terigu yang ada didalam mangkok kaca ?


"pas denger maid ngomong kayak gitu langsung Grandpa tepuk jidatnya dan aku cuma bisa nyengir karena udah jelas faktanya kalo itu bukan susu melainkan tepung terigu"


*awokawokawokawok


hahahahahahahaha*


sungguh semuanya terpingkal-pingkal mendengar cerita Ara, mereka juga ikut membayangkan bagaimana jadinya kalo mereka ada di posisi Grandpanya Ara


atau mungkin para Readers mau mencoba sok silahkan..


"waahhhh wangi banget seblaknya Tan Ara ga sabar nih udah boleh belum Ara nyobain" dengan binar matanya Ara bertanya pada Tante Karin dengan memegang mangkok kecil dan sendok


"iya udah boleh nih camantu sini mangkoknya Tante yang ngambilin" balas Karin yang mengambil mangkok dari tangan Ara


semua sudah duduk dimeja makan dengan mangkok kecil dihadapannya masing-masing, tadinya Ara mau langsung tapi terlalu panas itu tidak enak dan lagi ia harus membuat susu terlebih dahulu sedang yang lain memilih jus jeruk saja sebagai minumannya


dirasa sudah tidak terlalu panas lagi mereka sama-sama mulai menikmati hidangan tersebut


"selamat menikmati seblak ala-ala Madam syantik anak-anakku" ujar Karin saat melihat anak-anaknya sudah mulai menyantap masakannya tersebut


"emm.. Tante ini enak banget, akhirnya setelah sekian lama Ara bisa makan juga yang namanya seblak hehe" Ara tanpa sungkan mengungkapkan perasaannya dan Karin tersenyum mendengar kalimat polos dari calon menantunya itu


Karin juga diam-diam memfoto Ara dan dikirimkan pada calon besannya ya kan biar kelihatan sudah akrab gitu dan juga Karin memberi caption seperti ini


calon mantu cocok lidahnya ama masakan calon mertua, lulus SMA otw kawinan


dan tak lupa Karin menambahi dengan emoticon ketawa pasangan pengantin cincin dan jempol, repot memang.


"Madam boleh nambah gak nih hahaa malu sumpah" ucap Abel setelah menghirup kuah seblak dengan mulutnya langsung dari mangkok miliknya


"malu bilang-bilang lo Bel Bel" tegur Sasa yang memindahkan sayurnya ke mangkok milik Desty

__ADS_1


"boleh sayang ambil sendiri ya" mendengar jawaban sang tuan rumah Abel langsung beranjak dari kursinya


"aku ikut Bel kurang bangeetttt" teriak Ara lari-lari kecil menyusul Abel dan semua yang melihat hanya geleng-geleng kepala karena tingkah Ara mirip seperti bocil


__ADS_2