
bangun pagi hari Rangga langsung mandi terlebih dahulu baru ia membangunkan Kevin dan Aron
"eh kalian udah bangun ?" tanya Rangga yang baru keluar dari kamar mandi
Kevin dan Aron mengangguk, dan Rangga kembali bertanya tentang tadi malam
ditanya seperti itu membuat Kevin dan Aron ingat dengan kejadian tadi malam lalu merekapun menceritakan semuanya pada Rangga
"hahaha parah banget sih kalian begitu, orang abang biasa aja"
"biasa darimananya bang orang lo senyam-senyum ga jelas lah cengar-cengir juga tuh" jawab Kevin dengan kesalnya
"tapi abang ga nyangka banget kalo Aron sampe pingsan" Kevin juga setuju dengan apa yang dikatakan Rangga
"hehee gue emang agak penakut dan ga bisa kagetan begitu" jawab Aron sedikit merasa malu kan dia laki-laki haha
__ADS_1
"emang abang kenapa sih senyum terus lagi bahagia banget ya ?" ditanya Aron seperti itu membuat Rangga tidak enak hati bukan hanya pada Aron tapi ia juga merasa bersalah pada Maya karena ia sudah berjanji akan menjaga hati demi Maya entah sampai kapan
tapi ini diluar ekspektasinya karena ia juga tidak menyangka akan secepat ini bisa move on dari Maya bukan melupakan hanya saja ia sudah bisa menerima kehadiran sosok wanita lain
"lah bang ditanya tuh sama Aron kok malah bengong sih" ucap Kevin menyadarkan Rangga dari lamunannya
"Ron abang minta maaf ya" Aron dan Kevin sama-sama menoleh bingung dengan ucapan Rangga tapi detik berikutnya setelah Rangga menjelaskan merekapun faham
"iya abang, Aron gak masalah kalo abang udah bisa nemuin cewek yang bisa mengisi hati abang lagi kan yang penting abang tetap jadi abangnya Aron" jawab Aron sangat dewasa bagi Kevin dan juga Rangga
Rangga memeluk Aron "kalo boleh Aron tau memangnya siapa cewek itu bang ?" tanya Aron dalam pelukan Rangga
faham dengan apa yang akan dipertanyakan oleh Kevin dan Aron, Rangga kembali melanjut "abang tau kok kalian gak nyangka kalo abang bakal suka sama cewek yang umurnya lebih tua dari abang, tapi jujur abang merasa nyaman terlebih hampir semua sifat yang dimiliki oleh Bu Yuna itu sama persis sama Maya"
pada dasarnya apa yang dikatakan oleh Rangga itu benar semua dan tidak ada kebohongan tapi satu yang tidak diucapkan oleh Rangga bahwa Bu Yuna lebih banyak bicara dan responnya pada Rangga tidak seperti Maya yang banyak diam dan tidak terbuka
__ADS_1
tapi Rangga tidak mau mengatakan itu didepan siapapun apalagi Aron adiknya Maya sendiri
Aron merubah raut wajahnya menjadi tersenyum "kan jodoh ga perlu mandang umur bang, selagi itu yang terbaik kenapa harus cari yang lain lagi kan ?" Rangga senang dengan kedewasaan Aron dan pengertian Aron
"Bu Yuna itu udah tau kalo abang suka sama dia ?" tanya Kevin yang sebenarnya ia tidak setuju dengan keputusan Rangga tapi ya sudahlah benar kata Aron selagi itu yang terbaik
Rangga menggeleng "belum, nanti-nanti aja abang masih gak berani nyatain itu semua takut ditolak" tentu Rangga memiliki kekhawatiran tersebut karena bagi Yuna tidak masuk akal jika seorang murid menjalin hubungan dengan gurunya
"gue protes kalo lo kek gitu bang, mending langsung aja bang lo gak takut bakal kehilangan kedua kalinya lagi ?"
Aron setuju dengan Kevin "benar bang, apalagi kan maaf ya bang umur Bu Yuna gak lagi muda tuh bisa jadi banyak yang daftar" ucap Aron menimpali
"abang juga takut kalo ternyata Bu Yuna itu udah punya calon sebenarnya"
"lo gak akan tau kalo belum ditanya bang, berani dikitlah lo bang apa mau gue yang cari tau" tawar Kevin dan Rangga menggeleng
__ADS_1
"ok besok gue coba" jawab Rangga mantap
"nah gitu dong" sahut Aron dan Kevin kompak