Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 38 - Gue Masih Bocil Bang


__ADS_3

Chandra berpindah duduk ke sofa yang lain karena mengerti melihat Ara yang berdiri dan berjalan kearahnya


Ara duduk disamping Karin mengambil tangan Karin dan mengusap-usapnya pelan membuat Karin menoleh padanya


"Ara udah sembuh tante, Ara udah gak kenapa-kenapa lagi, mungkin mereka melakukan itu karena khilaf, jadi Ara mohon ya maafin mereka"


"mereka itu sengaja nyelakain kamu Ara, ya kalau gak kamu mungkin teman-teman kamu dan itu tetap aja namanya sengaja"


"tapi mereka udah menyesal sekarang, kasi mereka kesempatan ya, kasihan kalau mereka dikeluarin belum tentu mereka dapat sekolah sebagus ini, kalian juga udah maafin mereka kan ? ditanya dengan paksaan yang memohon mau tidak mau Desty,Abel dan Sasa mengangguk kecil


Karin membuang nafasnya kasar tidak tau lagi harus bicara apa pada Ara yang memohon dengan mukanya yang sedih


"baiklah, seperti orang tua kamu tante juga akan ikut dengan keputusan kamu"


pulang dari rumah sakit orang tua Ara juga ikut mengantarkan Ara dan ikut mendengarkan hasil dari pencarian Desty dan yang lainnya tentang masalah ular yang ada dikamar mereka


Ara kasihan pada orang tuanya karena sudah menjaga Ara selama dirumah sakit jadi Ara memintanya agar orang tuanya untuk pulang


sama seperti Karin orang tua Ara juga marah dan kesal dengan apa yang mereka ketahui bahwa ada yang sengaja mencelakai Ara tapi Ara menenangkan orang tuanya pada akhirnya mereka menyerahkan pada Karin dan Ara saja mana yang terbaik dilakukan


pukul 9 malam itu akhirnya selesai yang diakhiri Tania dan Reva yang harus minta maaf secara langsung pada Ara

__ADS_1


Reva dan Tania pulang ke asrama lebih dulu, sampai dikamar mereka mengumpat kasar karena kesal


"dasar sial@n, bisa-bisanya dia acting kek gitu sok sok an banget cari muka" Tania yang lebih dulu mengeluarkan apa yang ia pendam sedari tadi


ternyata mereka hanya pura-pura menyesal didepan Karin hanya karena takut dikeluarkan tapi mereka tetap benci pada Ara dan juga yang lainnya


"sumpah muka gue ilang banget apalagi disana ada anak-anaknya Madam arhhh si@l" Reva juga tak kalah kesalnya


"lah gue sampe ingus gue meler meler"


"gausah disebutlah Tan jijik banget"


"berisik berisik" tegur salah satu senior mereka yang terganggu dengan suara Tania dan Reva


Ervin malam itu juga pamit untuk pulang, padahal kemaren katanya libur selama 5 hari tapi karena ada urusan mendadak Ervin izin pulang ke luar kota kembali, Karin pun tidak bisa menahan jika sudah seperti itu


yang padahal itu hanya kebohongan Ervin karena ia harus segera menjauh dari Ara seorang gadis yang disukai Bagas yang juga ia sukai


Ervin tidak mau menaruh perasaannya semakin dalam karena takut ego akan menguasai dirinya dan berakhir ia merebut Ara dari Bagas


"kamu hati-hati ya, padahal mama masih kangen banget sama kamu" ucap Karin sedih merasa berat mengizinkan anaknya untuk pergi kembali

__ADS_1


Karin sudah menawarkan kerja disini tapi Ervin menolak karena pekerjaan di tempatnya adalah hobinya sendiri, Ervin akan pindah ke Jakarta jika sudah benar-benar berhasil dan bisa membangun perusahaannya sendiri, itulah janjinya


"bang ati-ati lo jangan lupa tunjukin ke kita calon lo yang disana" Chandra juga sudah tau kalo Ervin katanya sudah memiliki calon dan itu Ervin sendiri yang memberi tahu diruang tamu tadi


"cepat pulang" giliran Bagas yang memeluk Ervin


kini berganti Ervin berhadapan dengan keempat gadis yang juga ikut mengantarnya, yah kan cuma diteras.


"Bel maaf ya, yah mungkin gue nya yang GR tapi jika benar dihati lo ada pengharapan walau dikit banget tolong dihapus ya" bukan tanpa sebab Ervin berbicara seperti itu karena itu juga salah sang ibu yang main menjodohkan anak orang yah siapa tau kan Abel benar memiliki perasaan sama Ervin, biasanya kan orang bisa suka hanya karena diledek doang


"santai bang, tenang aja gue masih bocil bang belum faham tuh cinta cintaan"


"preettt" Desty Sasa juga Chandra kompak tidka terima dengan ucapan Abel


"dih sewot banget ma dedek sih" ucap Abel yang mengundang gelak tawa semua orang


hahahahaha


"nah gitu kek dari tadi ada ketawanya, sedih mulu bawaannya, tuh nenek-nenek juga sok sedih banget sih" Abel kembali berucap bahkan dengan berani mengatai Karin nenek-nenek dihadapan anak-anaknya tapi itu malah membuat mereka tertawa bersama lagi


hahahahaha

__ADS_1


__ADS_2