Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 37 - Keputusan Madam Karin


__ADS_3

tok tok tok tok tok


"ih siapa sih berisik banget, buka Tan gue lagi skincare an"


"iya iya, siapa sih malam-malam gini dateng ke kamar" gerutu Tania berjalan dengan ogah untuk membuka pintu


ceklek


"apa hah ?" tanya Tania kasar pada 2 orang teman sekelasnya


"lo sama kak Reva disuruh kerumah Madam" jawab salah satu orang yang ada dihadapan Tania


deg


kedua orang tersebut pergi tanpa memperdulikan Tania yang masih shock


"woi Tan ngapain bengong ?" teriak Reva yang baru menyelesaikan ritualnya


"gue kok punya firasat buruk ya"


"ya kenapa emangnya ?"

__ADS_1


"kita dipanggil kerumah Madam sekarang juga"


deg


kini giliran Reva yang terkejut namun detik berikutnya ia mencoba untuk tenang


"udah tenang aja palingan hal yang lain atau enggak salah satu diantara kita mau dijodohin sama Kak Ervin uuhhh mau banget" walau Reva seyakin itu tapi tidak dengan Tania dan mereka berdua segera bersiap untuk pergi kerumah Madam Karin


sampai diteras rumah mereka langsung diarahkan art menuju ruang tamu dan makin terkejutlah mereka karena disana tak hanya ada Madam Karin saja melainkan ada penghuni kamar 23 yang mereka anggap musuh dan ketiga anak Madam Karin


"duduk" ucap Ervin dengan dingin yang membuat kedua orang yang baru saja hadir berkeringat dingin


"kalian tau kenapa kalian dipanggil ?" baru saja menyentuh sofa mereka sudah mendapat pertanyaan langsung dari Madam Karin


"lihat ini !" kini Bagas yang berucap dan mengarahkan laptopnya pada Reva dan Tania


glek


kedua gadis itu seketika susah menelan ludahnya karena apa yang mereka lihat adalah dirinya sendiri


Tania dan Reva saling menoleh dengan fikiran yang sama mereka seolah bertanya "gimana bisa ?" padahal mereka sudah melakukannya dengan teliti bahkan cctv disanapun sudah mereka hapus permanen

__ADS_1


mereka tidak tau saja hal seperti itu bukanlah sulit untuk Bagas, ya Bagaslah yang mengotak-atik rekaman cctv diruang khusus peninjauan cctv Asrama Bumi Pertiwi


"ka-kami bisa menjelaskan itu" ucap Reva gugup sama sekali tidak menatap pada siapapun yang ada disana


"tindakan kalian ini benar-benar kelewatan" Madam Karin berbicara dengan nada yang begitu tegas sampai-sampai penghuni kamar 23 juga menunduk karena baru ini melihat Karin dalam mode diselimuti amarah


"kalian saya keluarkan dengan tidak hormat dari komplek Asrama ini"


duarr ...


bagai disambar petir tak hanya yang bersalah yang tidak bersalah saja kaget bukan main mendengar keputusan Madam Karin yang sama sekali tidak terdengar main-main dengan ucapan yang sudah terlontar


Chandra menarik mamanya kembali untuk duduk agar lebih tenang


dan Reva juga Tania dengan cepat bersimpuh tepat dihadapan Karin


"Madam tolong maafkan kami tolong jangan keluarkan kami dari sini,kami mohon" Tania sudah tidak peduli dengan kata malu ia memohon dengan tangisnya menyesal dengan apa yang telah ia lakukan


"beri kami kesempatan Madam, tolong maafkan kami, tolong beri kami hukuman tapi jangan keluarkan kami dari sini Madam" walau tidak menangis tapi terlihat jelas raut kekhawatiran pada wajah Reva


Karin memalingkan wajahnya kesamping dan menarik kakinya mundur seakan tidak sudi tersentuh oleh kedua orang yang ada didepannya

__ADS_1


"tolong madam hiks saya mohon hik kalau saya keluar dari sini sa-saya pasti akan dimarahi oleh orang tua saya hiks" Suara Tania terdengar bergetar seperti ada ketakutan yang besar jika sampai benar ia dikeluarkan dari komplek asrama tersebut, jika sudah dikeluarkan dari komplek asrama berarti itu secara keseluruhan termasuk sekolah SMA Bumi Bakti.


__ADS_2