
masih speechless dengan kejadian yang lalu Ara berulang kali membatin dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab
*itu orang kesambet apaan sih ?
kenapa tiba-tiba banget ngasi susu hangatnya dan pas gitu ?
tau darimana kalo aku makan pedas biasanya minum susu hangat* ?
ya seperti itulah pertanyaan Ara heran
"woi Ra udahan bengongnya" tegur Abel menampar pundak Ara
"hehe..abisnya tuh orang kesambet apa gimana sih"
"cie Ara ehem ehem" goda Sasa dan Kevin juga Aron
"Ara kalo ga mau buat Noni aja haha"
"udah ah udah, aku mau masukin nomor kalian dulu ke grup"
"grup apa" tanya Abel dan Sasa bersamaan
"iya grup apa Ra ?" tanya Noni juga
Ara menjelaskan dengan perlahan semua yang dibahas oleh Ibu Yuna bersama dia dan juga Bagas pada teman-temannya
Abel dan Sasa juga Noni membantu Ara mendapatkan nomor teman-teman cewek yang lainnya
Bagas yang sudah masuk kedalam kelas terkekeh pelan mengingat ekspresi lucu Ara saat tau bahwa dialah orang yang memberikan segelas susu hangat itu
beberapa kali Ara mengedip lucu dengan raut wajah yang bingung dan heran
"wah wah temen gue udah bisa senyum ternyata" Bagas dengan cepat merubah ekspresi wajahnya kembali datar detik mendengar suara Galang
"udah deh Gas lo mah sama gue santai aja, orang gue liat kok kejadian dikantin tadi makanya gue ikutin lo kemari karena kejadian langka gitu liat lo nahan senyum nah bener sampe kelas karena lo fikir gaada orang hahaa santui bro santui" lanjut Galang menjelaskan pada Bagas
__ADS_1
"huh" Bagas melirik sejenak pada Galang kemudian ia melanjut "apa gue kek orang gila ?"
Galang tersenyum karena akhirnya Bagas mulai mau bertanya walau hanya hal sepele
"gak lah orang lo senyum punya alasan"
"menurut lo Ara itu gimana ?" mendengar Bagas bertanya seperti itu lagi-lagi membuat Galang senang karena berarti temannya ini sudah mulai terbuka dan bisa curhat
"Ara itu orangnya humble bro, baik,lucu yah welcome lah dan juga cantik jadi siapa sih yang gak suka sama dia, yah cuman itu polosnya itu banyak juga"
"bukannya cewek polos itu gemesin ?"
"berarti itu kriteria lo dong, kalo gue sukanya cewek yang peka bro yah gak polos-polos amet lah"
"thanks"
"buat apa ?"
tak menjawab namun Bagas malah meninju lengan Galang dan beranjak pergi
"gue yakin Madam bakal seneng dengar lo yang udah mulai bisa kembali ceria" gumam Galang yang langsung membuka room chat dengan Madam Karin untuk memberi tahu berita tersebut
Galang memang tulus ingin berteman dengan Bagas dan Madam Karin yang selalu mengawasi sang anak juga tentu tau apa-apa saja dan siapa saja yang berada didekat sang anak
jadi dari itu Madam Karin bisa melihat bahwa Galang adalah orang yang tepat untuk ia pilih mendekati sang anak agar bisa menjadi teman dekat
...----------------...
"hai Des"
"eh lo Ga" jawab Desty yang sedang duduk dilapangan basket
"belum pulang ?"
"bentar lagi Ga lagi memperbaiki nafas hehe, em lo ada apa ya ? nyari gue atau siapa tapi disini udah gaada orang lagi sih udah pada pulang"
__ADS_1
"iya gue mau ketemu sama lo kok" jawab Rangga yang mengulurkan tangannya pada Desty yang memang akan bangun
"thanks" ucap Desty berdiri dengan menerima uluran tangan Rangga bukan lebay sih tidak enak saja jika menolak
Rangga memberikan sebuah kunci pada Desty tidak perlu ditanya karena kunci itu adalah kunci loker milik Maya
"em kenapa gak dikasiin ke ibuknya langsung ? lo gak langsung kasiin ke ibuknya ?"
"kemaren udah kok udah ketemu dan gue udah balikin juga barang-barang yang ada dalam loker itu sama ibuknya tapi kuncinya gue lupa" Desty mengangguk faham dan iya-iya saja
"ok, tapi kalo kunci seharusnya dibalikin ke ruang TU aja sih"
"oh i-iya juga ya " jawab Rangga gelagapan
"udah gak apa-apa biar gue saja"
"makasih ya Des" dan lagi Desty hanya mengangguk
baru saja Desty mau membalik badannya untuk pergi tapi Rangga buru-buru menarik lengannya
"tunggu Des, ada daun dirambut lo" ucap Rangga yang kemudian mendekat pada bahu Desty
Bughh
"Chandra..." teriak Desty saat melihat Chandra datang dari belakangnya dan langsung memukul wajah Rangga
Desty berlari dan berjongkok membantu Rangga berdiri
"lo ngapain hah ?" tanya Chandra dengan nada yang begitu emosi
"lo yang apa-apaan Chan dateng-dateng main mukulin orang aja" Desty yang menyahut dengan nada yang tak kalah emosinya
"sayang kamu kok belain dia ?" tanya Chandra tak terima
Desty tak menyahuti lagi dan membawa Rangga pergi, Rangga hanya tersenyum miring kepada Chandra
__ADS_1
Chandra menjambak rambutnya kesal karena Desty lebih membela orang lain ketimbang pacarnya sendiri