
hari kemaren Noni yang main duluan kerumah Aron sekarang giliran sebaliknya Aron yang main kerumah Noni
Aron disambut baik oleh ayahnya Noni, ya hanya ayah saja karena ibu Noni sudah tidak ada lagi ketika Noni duduk di bangku SMP
Noni mengizinkan ayahnya untuk menikah lagi tapi sampai sekarang ayahnya belum menemukan pengganti ibunya
Noni hanya mengikuti saja bagaimana ayahnya dan tidak melarang asalkan wanita yang dipilih ayahnya itu baik
ayah Noni banyak berbincang dengan Aron bahkan sesekali tertawa entah apa yang jadi pembahasan mereka
Noni senang melihat itu karena ayahnya bukan tipe yang suka bicara pada orang tapi buktinya bersama Aron ayahnya tak segan membuat lelucon
"minum dulu" ucap Noni membawa minuman dingin dan beberapa cemilan
"silahkan nak Aron diminum maaf ya seadanya aja"
"terima kasih ayah, ayah juga mari minum" Aron menerima gelas dari Noni dan meminumnya, lihat kan baru saja bertemu tapi panggilan Aron saja akrabnya udah kayak langsung jadi anak angkat saja
"ini ayah mau pergi dulu kepasar buat beli pupuk, kalian jangan diam didalam rumah ya takut jadi omongan" ayah Noni meminum terlebih dahulu minumannya kemudian melanjutkan lagi "ajak ke kebun aja temannya kan disana terbuka langsung jalan atau mau ketempat lain juga gak apa-apa"
__ADS_1
"iya ayah nanti Noni ajak ke kebunnya ayah aja sekalian mau panen buah semangka"
"ya udah nak Aron ayah pamit ya"
sepeninggalan ayah Noni, Aron langsung mengajak Noni ke kebun yang dibicarakan tadi
"wah banyak banget buah-buahan dan itu sayuran juga ya kan ?"
"iya Ron ayah tu suka banget berkebun"
Aron memerhatikan sekelilingnya ada beberapa pohon yang sudah berbuah seperti jeruk dan jambu biji
Aron melihat ke sekelilingnya tapi ia tidak menemukan Noni yang memanggilnya
"disini.. diatas" Aron mendongak ke arah kiri tapi tidak ada dan ketika melihat ke arah kanan barulah ia menemukan Noni yang ternyata berasa diatas pohon mangga
"sini manjat, makan buah mangga diatas lebih enak lo" Aron tertawa sejenak melihat Noni yang entah kapan naik kepohon mangga tersebut dan juga ia kagum pada Noni yang ternyata bisa memanjat pohon
Aron memanjat pohon mangga menyusul Noni lalu ia duduk di dahan pohon mangga tepat disebelah Noni
__ADS_1
"gigit langsung aja hehe" Noni menggigit mangga yang masih belum mateng dan mengunyah buah tersebut yang terdengar sangat renyah ditelinga Aron
"aku tu pernah Ron bawa pisau pas manjat pohon ini juga tapi entah gimana tau-tau nyampe diatas sini udah ada darah aja"
"ya bahaya lah Non, mending digigit kek gini aja"
"nah makanya itu, kamu suka mangga kek gini ?" dan Aron mengangguk "enak banget dirujak ataupun enggak tetap aja ok" lanjut Noni menggigit buah miliknya lagi
"oh iya Ron aku bawa ini" ucap Noni mengingat sesuatu yang dibawanya dan ternyata itu adalah garam yang ia bungkus dengan daun ukuran besar
"ya ampun lo niat banget Non" Aron geleng-geleng melihat kelakuan Noni tapi tetap saja ia mencoletkan mangganya pada garam tersebut
"kamu jangan panggil aku Non kesannya tuh jadi kek Nona Nona gitu"
"haha iya juga sih terus gue manggil apa aja dong ? Nun aja gitu ? atau adek aja ?"
"hahaha lebay ga sih ?"
"gak kok dek" dan makin tertawalah mereka berdua ketika mendengar Aron langsung mempraktekkan panggilan tersebut
__ADS_1