
"woi Ra sadar lo sadar dari tadi senyam senyum mulu risih gue liat lo"
"Abel sewot banget mentang-mentang ga punya pacar"
"wkwkwkwkwk di ulti ga tuh.." Sasa tergelak mendengar Ara yang menyahuti Abel
"dih kek sendiri nya pacaran aja sama Bagas" Abel masih menyambung ucapan Ara tanpa peduli dengan gelak tawa Sasa
"eh kata tante Karin hari ini ada anak baru masuk ke asrama kira-kira milih kamar kita ga ya ?"
"milih atau enggaknya yang penting dia bisa cocok sama circle kita Ra"
"nah benar kata Abel tuh Ra, amit-amit kalo dapet teman sekamar yang sikapnya malah bertolak belakang sama kita"
"iya aku juga ngarepnya orang yang masuk sini bisa kek kak Desty gitu"
"untung aja kita udah kelas XII sekarang ga dipisah ya kamarnya bakal ga betah deh gue kalo sampe dipisah "
__ADS_1
"bener Bel ga mau berbaur sama orang lain lagi karena belum tentu cocok"
"kedapur yuk bikin salad" ajak Ara beranjak dari meja belajarnya yang sedari tadi fokus bertukar pesan bersama Bagas
mereka memang sudah masuk kembali ke asrama dan menjalani hari-hari seperti biasanya tapi seperti murid terdahulu mereka juga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk saling belajar sendiri maupun bersama guna mempersiapkan ujian kelak
ditempat yang berbeda ada 2 orang yang sedang asyik bercanda memperbincangkan masalah yang terbilang serius
"jangan Rangga akutuh malu kalo pake baju kek begitu"
"ih sayang enggak apa-apa loh cuma satu kali aja cantik loh kayak Miss universe haha"
"yang ini aja ya, kasihan loh mbak-mbaknya nungguin keputusan kamu, oke deh terserah kamu aja" bukan marah tapi Rangga mengalah untuk kenyamanan calon istrinya walau sebenarnya ia sangat ingin melihat Yuna menggunakan gaun pilihannya tersebut
melihat calon suaminya yang mengalah tapi dengan wajah yang terlihat pasrah membuat Yuna tidak enak hati
dengan senyuman yang mengembang Yuna memutuskan memilih gaun pilihan Rangga toh benar hanya satu kali
__ADS_1
"kalau terpaksa jangan sayang .." Rangga berucap lembut dan memeluk Yuna dari belakang saat seorang pelayan perempuan yang menangani mereka pergi dari sana untuk mengantarkan gaun tersebut pada desainer yang kebetulan sedang melayani tamu juga yang lebih dulu datang dari mereka
"ga kok ga terpaksa aku mau terlihat cantik yang kayak kamu bilang tadi"
"yaudah ih lepas nanti ada orang yang liat, kedepan yuk siapa tau udah pulang tamunya" tambah Yuna melepas tangan Rangga yang melingkar diperutnya
di negara tempat Bagas menimba ilmu yang lebih dalam lagi tepat di asrama tempat Bagas tinggal Bagas ketahuan oleh pengurus kamarnya
tepat saat Bagas chatting dengan Ara itu adalah pukul 9 malam sedangkan di Indonesia pukul 8 pagi dan kabar buruknya adalah saat jam 9 malam tidak ada yang boleh memegang ponsel lagi itulah aturan dari asrama tersebut
bukan hanya Bagas tapi hampir setiap kamar masih memegang ponsel bahkan ada yang melakukan video call terlebih lagi bersama kekasih dan itu juga sangat dilarang karena bisa mengganggu proses belajar
dan ketika pagi datang semua dikumpulkan dilapangan kampus karena akan disampaikan pengumuman yang sangat mereka tolak tapi sayangnya tidak bisa siapa yang menolak akan dikeluarkan secara langsung dihari itu juga
pengumuman tersebut adalah tidak diperbolehkan lagi menggunakan ponsel sampai selesai masa kuliah kedokteran mereka di universitas tersebut
menggunakan laptop pun hanya ketika saat kuliah dan jika di asrama akan diawasi demi meningkatkan nilai yang terlampau rendah juga melatih otak mereka yang terlalu dikuasi ponsel
__ADS_1
kejam mungkin memang tapi itulah yang saat ini terjadi dan sayangnya mereka tetap memilih bertahan
seharian sekarang mereka diberi kesempatan untuk pamit dengan siapapun yang mereka anggap penting, karena hari selanjutnya mereka hanya akan bisa menghubungi orang tua mereka atau orang yang paling bersangkutan saja dengan telepon yang disediakan dari pihak kampus disana itupun dengan waktu 3 bulan sekali.