
waktu kini menunjukkan pukul 7 malam, sore tadi semua teman-teman Desty pulang lebih dulu ke asrama dan pukul 8 baru akan kembali menemani Desty dirumah sakit
"tante.." panggil Desty begitu melihat mommy Ara yang kini juga menjadi mommy nya baru saja datang bersama ayah kandungnya
"kok masih manggil tante sih sayang, panggil mommy juga dong kan kamu anaknya mommy" ucap Emberly dengan begitu lembut
"ah iya mommy, mommy datang sama om eh maksudnya daddy aja ?"
"iya nak, yang lain belum pada datang ?" Bramantyo yang menjawab
"belum dad" sungguh Desty masih merasa canggung dengan situasi saat ini dan juga ia masih belum terbiasa tapi harus dipaksa
Desty merasa malu tapi semua orang yang ia lihat seperti nampak tidak terjadi apa-apa, ah rasanya lebih baik tidak tau saja itulah yang terkadang ada difikiran Desty
"kalo gitu Desty mau nyiapin makan buat nenek dulu" baru saja Desty tiba didekat sang nenek Desty terpaku begitu mendengar alat elektrokardiograf (EKG) itu berbunyi tiiiitttt tak henti-henti
__ADS_1
kedua orang tuanya datang menghampiri dan Bramantyo segera menekan tombol darurat , Desty reflek sadar dan langsung mengguncang tubuh sang nenek
"nek bangun nek, nek pingsan ya ? nek..." tangis Desty pecah ketika sudah beberapa kali membangunkan neneknya tapi tak kunjung bangun
fikirannya langsung menebak-nebak, Emberly dan Bramantyo memeluk Desty dan memberikan kata-kata penenang
dokter datang dengan 2 orang suster dan dibelakang nya ada teman-teman Desty yang baru saja datang langsung berlari keruangan itu begitu melihat dokter dan suster juga berlari panik
"innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" ucap sang dokter yang langsung membuat semua orang menunduk berduka cita
karena Desty ingat pesan sang nenek jika neneknya nanti tiada jangan sampai menangis apalagi meraung-raung dan Desty menuruti itu
sudah puas dengan masa liburan kini anak-anak asrama Bumi Pertiwi dan Bumi Perwira telah kembali ke asrama lagi dan bersiap memulai kelas dan pelajaran baru
murid-murid kelas XII IPA maupun IPS telah menyelesaikan perjalanan mereka dan berhasil lulus tinggal mereka saja yang menentukan tujuan mereka selanjutnya
__ADS_1
hilangnya murid-murid kelas XII tergantikan dengan murid-murid baru dan bahkan jumlahnya terhitung paling banyak dari tahun-tahun sebelumnya
untuk itu Karin dan Dirgan sangat bersyukur karena walaupun kemaren mereka mengalami insiden yang buruk tapi itu sama sekali tidak memengaruhi masyarakat
Rangga yang dulu berjanji akan melamar Bu Yuna ia menepati ucapannya tersebut nyatanya saat ini Rangga mengajak Bu Yuna untuk makan malam disebuah cafe yang cukup mewah
"Bu maaf saya telat, Ibu udah lama ya ?" tanya Rangga begitu ia sampai dimeja 19 yang tentu sudah ada Yuna dimeja tersebut
"gak kok, sama baru datang juga" jawab Yuna jujur
jujur Rangga gugup tapi ia masih bisa menutupi kegugupannya tersebut,
seorang pelayan datang, dan Rangga juga Yuna mulai memilih menu makanan dan minuman sesuai selera masing-masing tapi siapa sangka mereka menunjuk bersamaan pada makanan yang akan mereka pilih
pelayan yang masih menunggu itu tersenyum melihat kekompakan 2 orang dihadapannya ini "mereka yang kompak gua yang salting wkwkwk" batin pelayan tersebut menutup mukanya dengan nampan corak kayu coklat yang sedang ia pegang.
__ADS_1