Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 102 - Nasib.. Nasib..


__ADS_3

keluar dari klub tersebut Diko langsung mengajak bersaingan tapi Galang menyuruh Diko untuk pulang lebih dulu karena ia masih ingin ke toilet untuk buang air besar, namun itu hanyalah alasan Galang karena yang sebenarnya Galang merasakan panas dan rasa yang aneh untuknya


Galang memang masuk ke toilet berulang kali hanya untuk membasuh wajahnya tapi Galang semakin heran karena tubuhnya bereaksi aneh


"kok panas banget ya ?" ucap Galang ketika keluar dari toilet dan berjalan ke mobilnya


begitu Galang berjalan hampir dekat dengan mobilnya ia malah menabrak seorang perempuan yang sedang mabuk dengan pakaian yang sangat seksi, dan itu adalah Chelsea


melihat perempuan yang berpakaian seksi itu membuat hasrat Galang meninggi dan Galang semakin tidak tahan


entah bagaimana ceritanya Galang dan Chelsea sudah berada dalam satu kamar di hotel dekat klub tersebut


"jadi gitu ceritanya, setelahnya gue benar-benar ga ingat lagi, apa Chelsea gak cerita sama kalian ?"


Ara dan Bagas sama-sama menggeleng karena Chelsea memang tidak bercerita tentang kejadian tersebut


"berarti Anton dan Fani dalangnya ?" tebak Bagas dengan yakin


"gue juga mikir itu baru-baru ini karena kemarin fokusnya gue cuma sama kesembuhan Abel sekaligus nyari si Chelsea, kejadian itu udah lama gimana mau dapetin buktinya lagi, hah"

__ADS_1


"kamu lupa siapa kak Bagas ?" tanya Ara pada Galang


Galang mengerutkan dahinya mencoba mencerna apa yang barusan dikatakan oleh Ara namun detik berikutnya ia ingat


"astaga... gue baru ingat temen gue ini punya bakat hacker"


"ck, ayok kerumah sakit dulu" ucap Bagas yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya pada Ara


"bro, bawa gue ke makamnya si Chelsea dong, mau minta maaf nih" cicit Galang sambil berjalan dibelakang Bagas dan Ara


"makamnya didekat Gereja KTD" sahut Bagas sembari melempar kunci mobilnya pada Galang


karena Galang yang fokus berjalan menunduk jadinya kunci mobil tersebut mengenai kepalanya


"eh tadi lo bilang apa bro, deket gereja kan.. busseett dia orang nonis ternyata " lanjutnya setelah masuk kedalam mobil


"bakal dimaafin kalo tanggung jawab sama anaknya upss maksudnya anak kamu juga"


"what the-" Galang mengusap wajahnya kasar "Ra gue punya anak Ra, dia hamil ? udah ngelahirin ? serius ?" tanyanya beruntun

__ADS_1


Bagas yang melihat itu memutar bola matanya malas karena melihat Galang yang sudah hilang rasa bersalahnya


"jalan" ucap Bagas memerintah


dan Galang yang memegang setir seketika sadar bahwa ia didalam mobil Bagas dan duduk didepan itu artinya..


"kamprett emang gue dijadiin supir, mobil gue gimana wuy"


"terserah"


"siallan lo bro" umpat Galang yang akhirnya menjalankan mobil tersebut


"Ra, ayah kandungnya Chelsea udah ketemu itu artinya pernikahan kita semakin dekat dong" ucap Bagas yang berubah seratus derajat yang tadinya cuek pada Galang kini nadanya terdengar begitu lembut kepada Ara


dan mendengar ucapan Bagas tentang pernikahan mereka berdua Ara hanya mampu mengulum senyumnya


"iya kak, dipersiapkan dari sekarang juga gak apa-apa banget, tapi tunggu Abel sadar dulu ya, aku mau Abel hadir di acara pernikahan kita nanti"


Galang yang mendengar dan melihat temannya dikursi belakang sedang bermesraan sengaja melajukan mobil dan kemudian menginjak pedal rem dengan tiba-tiba hingga membuat Ara terbaring dipangkuan Bagas

__ADS_1


tapi sungguh cara Galang itu malah membuatnya semakin geram karena dalam posisi Ara yang seperti itu membuat mata keduanya saling memandang


"nasib... nasib..." ucap Galang sambil menggelengkan kepalanya


__ADS_2