Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 72 - Kebohongan Chelsea


__ADS_3

Bagas benar-benar menulis surat untuk ia titipkan pada Chelsea, total ada dua amplop. satu amplop berisi satu surat yang ia berikan untuk Galang sahabatnya dan satu amplopnya lagi berisi 2 surat untuk Ara_calon istri katanya.


Bagas senyum-senyum sendiri melihat kedua amplop tersebut, merasa lucu sendiri karena dizaman se-modern ini ia masih harus mengirim surat seperti ini, untuk kedua orang tuanya Bagas tidak perlu karena ia masih bisa berkomunikasi walau hanya tiga bulan sekali


Chelsea menerima surat tersebut dari sang abang ketika mereka sudah sampai di bandara


"loh bang kak Bagas nya mana ?"


"gak ikut dek" Chelsea langsung cemberut mendengar itu merasa enggan menerima satu amplop berukuran sedikit lebih besar yang terdapat dua amplop kecil didalamnya


Chelsea mengaduh sakit saat sang abang menyentil dahinya lumayan kuat


"aw, sakit abang"


"nih ambil, antar ke alamatnya langsung. Jangan aneh-aneh dek Bagas itu udah punya calon istri malahan"


"iya iya berisik ah" tapi tidak didalam hatinya yang sudah berkecamuk merasa sakit karena Bagas harus bersikap seromantis itu pada perempuan lain, bersamanya saja Bagas tidak banyak memperdulikannya


"yaudah hati-hati, sampai ketemu tahun depan ya"


perpisahan singkat diantara kedua saudara itupun berakhir dan Jhonny langsung pergi meninggalkan bandara disaat sudah mengantarkan adiknya dipintu masuk


sampai di Indonesia Chelsea langsung menuju pada alamat yang dimaksud hingga ia tiba di sebuah kompleks yang digerbang masuknya bertuliskan Bumi Kita


Chelsea malas berbasa-basi pada satpam yang menjaga dan ia langsung menunjukkan amplop tersebut yang sudah ada tanda bukti dari tulisan Bagas entah apalah itu Chelsea pun tidak tahu karena satpam langsung mengizinkannya untuk masuk


keluar dari mobil semua mata yang ada disana menatap pada Chelsea yang pakaiannya sedikit terbuka dan itu tidak etis jika didalam Asrama


tapi Chelsea tidak peduli ia keluar dari mobil dan menyandar pada mobil tersebut menunggu ada seseorang yang menghampirinya karena ia malas jika harus masuk atau ada drama bla bla segala macam


dan kebetulan saat itu Abel sedang jalan menuju asrama dan dilihatnya ada mobil dan seorang perempuan yang Abel langsung mengangkat sebelah alisnya


"sewaan siapa tuh ?" gumamnya dan


"BellaBello" teriak Galang mengejutkan Abel dari belakang

__ADS_1


"astogeng Allahuakbar, lo mau bikin jantung gue copot Gal ?" Abel langsung menendang Galang karena reflek


"hehe sorry Bel sorry bercanda elah ah" Galang mengatupkan kedua tangannya didepan dada meminta maaf dengan cengengesan


"abisnya lo ngapain berenti dijalan kek begini, ketemu anak jin lo ?"


"sembarangan tuh mulut anak jin hasil lo sama nenek jin apa hah"


"yakk... Bel masa sama nenek jin lo kata, sama yang perawan lah"


"ck" Abel berdecak malas sekali jika berbicara dengan Galang ini


"itu cewek seksoy itu sewaan lo Gal ?" Galang langsung melihat kearah mana Abel juga melihat


"dih amit-amit titisan jin darimana tuh ?" Abel menarik hidungnya frustasi dan ia langsung berjalan menghampiri perempuan tersebut begitu juga dengan Galang yang juga mengekori Abel


"ekhem" Abel berdehem memberi kode pada perempuan tersebut


Chelsea menoleh dan langsung melirik kedua orang yang datang bahkan ia melihat keduanya dari atas sampai bawah dan tentu Abel tidak suka dengan perempuan dihadapannya ini


"gue cewek" sahut Abel cepat meralat ucapan Chelsea


Chelsea sontak kaget mendengarnya tapi ia sedang malas jadi Chelsea manggut-manggut saja


"em gue kesini mau ketemu sama namanya Galang" ucap Chelsea yang mana membuat kedua orang dihadapannya saling menoleh


"ada apa lo cari gue ?" Galang bersuara dan Chelsea langsung fokus pada Galang


"oh lo yang namanya Galang, kalo yang namanya Ara mana ? apa lo ?" tanya Chelsea kemudian dan menatap Abel kembali


"bukan gue" jawab Abel dengan nada yang terdengar sarkas


dan sebuah kebetulan terjadi karena Ara dan Noni juga Sasa keluar dari asrama karena ingin menyusul Abel yang mereka tunggu tak kunjung datang


Chelsea menatap lurus pada Ara dan itu adalah tatapan tidak suka, ia sudah bisa menebak jika perempuan berambut putih itulah yang bernama Ara dan itu artinya perempuan inilah yang dimaksud Bagas sebagai calon istrinya

__ADS_1


"cih" batin Chelsea berdecih ada rasa tidak terima ketika ia tahu bahwa perempuan yang di klaim oleh Bagas sebagai calon istrinya ternyata memiliki wajah yang lebih cantik darinya


"ada titipan surat dari Bagas untuk yang namanya Galang" ucap Chelsea lantang dan sengaja menekankan kata Bagas saat Ara dan kedua temannya berjalan sudah hampir mendekatinya


Ara seketika terhenti mendengar nama Bagas disebut, ada perasaan tidak baik yang dirasa oleh Ara


Chelsea masuk lebih dulu kedalam mobil mengambil amplop tersebut, tapi Chelsea begitu licik karena ia hanya mengambil amplop yang bertuliskan nama Galang dan tetap menyimpan amplop yang ada nama Ara didalam mobil tersebut


"nih" Chelsea mengulurkan amplop langsung kearah Galang dan Galang menerima surat itu sambil menatap tak enak pada Ara


"ok cuman itu doang"


"buat Ara gak ada ?" tanya Sasa yang tak percaya bukan hanya Sasa karena teman yang lainnya juga tidak percaya


"oh itu, kak Bagas nitip salam aja, tugas gue cuman itu aja so gue permisi" setelah mengatakan kalimat yang terdengar menyakitkan ditelinga Ara dan yang lainnya Chelsea langsung masuk kedalam mobil bahkan ia menutup pintu mobil tersebut dengan sangat kasar


Ara dan yang lainnya masih menatap pada mobil yang dinaiki oleh Chelsea sampai benar-benar keluar dari komplek Bumi


"sumpah pengen gue geprek tuh orang, gak suka banget gue sama sikapnya" ucap Abel kesal


"nenek sihir darimana sih itu kok bisa kenal sama Bagas ?" sahut Sasa yang juga kesal


Noni yang melihat Ara sedih mencoba menghibur "udah Ra jangan sedih aku sih yakin sebenarnya Bagas itu juga bikin surat buat kamu"


"nah iya bener, apa ada dalam sini juga ya" sambung Galang langsung membuka amplop tersebut dan Ara sangat berharap jika memang seperti itu tapi ternyata tidak didalam amplop itu hanya ada sebuah surat untuk Galang saja


"gue yakin banget tuh cewek juga bawa surat buat Ara tapi kek nya dia sengaja gak ngasiin sama Ara"


"setuju Bel, pasti tuh cewek jadi-jadian suka sama Bagas" timpal Galang pula dan Ara menatap pada Galang


tidak ada tanggapan apapun dari Ara, Ara merasa lidahnya kelu tak bisa menuturkan kata apapun hanya raut wajahnya yang bisa mengekspresikan bahwa Ara merasakan sakit hati tak terima bahwa hanya Galang yang mendapat surat dari Bagas


Chelsea tersenyum puas didalam mobilnya setelah melakukan kebohongan yang membuatnya sangat senang apalagi melihat ekspresi Ara yang sangat terlihat jelas mengharapkan surat dari Bagas.


"selamat sakit hati Ara" batinnya dan Chelsea mengukir sebuah senyuman licik

__ADS_1


"hahaha" tawa Chelsea merasa menang.


__ADS_2