Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 76 - Perubahan Ara


__ADS_3

Ara masih setia duduk dan tidak mengalihkan pandangannya dari jalanan taman karena dari jalan tersebut lah Bagas akan berjalan menghampirinya


senyum Ara semakin mengembang karena dari kejauhan ia sudah melihat Bagas yang berjalan dengan tergesa-gesa tapi sepertinya Bagas belum melihat dimana Ara berada, ah bukan Ara melainkan Chandra dan Desty sebab sudah pasti Bagas tahunya dari penjaga seperti itu


melihat itu Ara lebih sengaja lagi dengan bersembunyi dibalik tiang gazebo agar Bagas tidak dulu melihatnya, jika sudah dekat dengannya maka Ara akan mengejutkan Bagas


belum apa-apa saja Ara sudah cekikikan dan tidak sabar menunggu Bagas mendekat kearahnya, Ara kembali mengintip dan ternyata Bagas berdiam disamping pohon yang tidak jauh darinya


Ara keluar dari balik tiang dan mulai berjalan mengendap-endap, baru satu langkah kaki Ara melangkah dengan senyuman yang sangat bahagia menanti hal yang sudah ia bayangkan namun sayang Ara melihat suatu pemandangan yang membuat sekujur badannya kaku dan senyuman itu seketika hilang tergantikan dengan mulut yang ternganga kaget


seorang perempuan datang lebih dulu dari Ara dan perempuan itu menutup mata Bagas dari belakang lalu tangannya beralih memeluk Bagas dan yang membuat Ara tidak percaya adalah Ara melihat bahwa Bagas membalas pelukan perempuan tersebut dengan mata yang tertutup tapi bibirnya tersenyum

__ADS_1


Bagas membuka matanya dan tatapannya langsung melihat Ara yang tidak jauh darinya


"Ara" lirih Bagas tidak percaya dengan apa yang ia lihat, tatapan keduanya bertemu tapi hanya beberapa detik sebab Ara berlari meninggalkan Bagas yang masih mematung juga


"Ara.." teriak Bagas dan melepaskan tangan perempuan yang masih dengan nyamannya memeluk Bagas


"lepas Chel" ucap Bagas lantang dan berlari menyusul Ara, ya perempuan itu adalah Chelsea


dan ketika mobil sudah mulai menjauh Bagas menyadari itu adalah mobil milik keluarga Ara, Bagas ingin mengejar tapi terhalang oleh security yang menahannya


"don't cross the line" peringat security tersebut pada Bagas yang hampir keluar dari area aman

__ADS_1


Bagas mengusap wajahnya dengan kasar, ia frustasi karena tidak bisa melakukan apapun dan ia baru sadar bahwa bukanlah Chandra dan Desty yang ingin bertemu dengannya melainkan Ara


"kenapa gua gak kefikiran, agrrhh shiit..." Bagas kesal bukan main, jika Chandra yang datang sudah pasti orang tuanya akan memberi tahu


baru terfikirkan juga oleh Bagas bahwa ia sudah satu tahun disini itu artinya Ara sudah lulus dan sangat masuk akal jika Ara datang memberi kejutan untuknya, tapi terlambat karena hanya hal buruk yang terjadi


sementara didalam mobil yang terus melaju Ara menangis sejadi-jadinya, sang supir ingin menenangkan tapi ia takut salah oleh karena itu satu-satunya cara ia hanya bisa menambah kecepatan mobil tersebut agar cepat sampai dan biarlah Grandpa dan Grandma yang membujuk


Ara berlari masuk kedalam kamarnya tanpa memperdulikan Grandpa dan Grandma yang ada diruang tamu, melihat cucunya seperti itu tentu saja membuat keduanya ikut menyusul


tiga hari lamanya Grandpa dan Grandma terus membujuk Ara tapi tetap saja tidak berhasil dan keduanya juga sudah menghubungi orang tua Ara dan teman-temannya tapi tetap saja Ara diam tidak merespon bahkan Ara yang seringkali ceria kini tidak lagi

__ADS_1


sejak kejadian itu Ara banyak diam dan berlaku cuek pada siapapun, tentu saja semua orang terdekatnya khawatir dengan perubahan Ara.


__ADS_2