Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 47 - Packing


__ADS_3

"udah dong Sa lebay banget sih lo" Abel dan Desty sudah berulang kali membujuk Sasa untuk berhenti menangis


Sasa menangis karena Kevin tidak bisa ikut bersamanya ke Singapura, sebenarnya sih Ara sudah menanggung biaya untuk Kevin tapi orang tua Kevin tidak memperbolehkan


Kevin akan pergi berlibur bersama orang tuanya ke kampung halamannya sekalian menjenguk neneknya yang sedang sakit parah


Sasa menangis karena selain Kevin tidak bisa ikut bersamanya Sasa juga sedih karena ayah dan ibunya sama sekali tidak datang pada saat kemaren dihari kenaikan kelas


Sasa sudah menahan rasa sedihnya tapi tidak bisa lagi dan sekaranglah baru bisa ia menumpahkan segala rasa yang membuatnya sesak


"ma-mi papi gu-e jahat ba-nget ga ma-u dat-ang sampe seka-ra-ng huwaaaaa" sekarang Abel dan desty faham dari ucapan Sasa yang terputus-putus mereka hanya memeluk Sasa mereka juga tidak tau harus bagaimana


Ara sudah pulang kerumahnya sebelum ia pergi ke Singapura sedangkan Mommy dan Daddy nya tidak bisa ikut hanya bodyguard yang akan menjaga Ara dan teman-temannya


bukan tidak percaya pada Karin dan Dirgan tapi yang namanya orang tua akan selalu ekstra melakukan perlindungan pada anaknya


"Sa mungkin orang tua lo masih sibuk, orang gue aja yang udah gak punya orang tua masih enjoy aja kok" ungkap Abel sambil menepuk-nepuk bahu Sasa

__ADS_1


Sasa terhenti seketika karena mendengar ucapan Abel ah iya dia baru sadar bahwa kedua orang yang sedang bersamanya saat ini tidak memiliki orang tua lagi


Sasa menghapus air matanya ia tidak boleh cengeng "lanjut beres-beres yuk" ajak nya dengan suara yang sengau karena menangisnya cukup lama


Abel dan Desty tersenyum lalu mereka melanjutkan packing beberapa pakaian dan keperluan yang akan dibawa untuk esok


suasana asrama dan sekolah sudah sepi karena banyak yang pulang untuk berlibur atau lainnya hanya beberapa yang masih tinggal di asrama


Reva yang juga diundang oleh Tania juga sedang membereskan barang-barangnya tapi ia bingung karena sebenarnya ia tidak memiliki teman


tok tok tok


ceklek


"eh lo Rev, masuk" ya Reva memberanikan diri datang ke kamar Desty dengan gengsi yang mati-matian ia tahan


Abel dan Sasa terus lanjut pada urusannya tanpa memperdulikan kedatangan Reva

__ADS_1


"malam ini gue boleh tidur disini gak ?" tanya Reva lirih


"boleh aja, besok juga lo barengan aja ma kita kita" jawab Desty lengkap untuk pertanyaan Reva selanjutnya


Reva menatap Desty yang ternyata faham dengan maksud dan tujuan yang sebenarnya


"makasih banget, tapi beneran kok gue mau numpang tidur disini, teman sekamar gue soalnya pada pulang kan mereka udah selesai juga sih"


"its ok" jawab Desty cuek tapi Reva tidak masuk hati karena Desty memang begitu


"kalo gitu gue balik kekamar gue dulu, sekali lagi makasih" ucap Reva tulus dan keluar daru kamar 23


Reva jadi ingat dengan kejahatannya dulu dan sekarang ia malah malu sendiri karena orang yang dijahatinya masih bisa berbuat baik padanya


Reva juga ingat saat Tania menemuinya untuk ikut datang diacara pernikahan dan saat itu Tania berpesan bahwa ia harus melupakan Chandra dan jangan mencintai laki-laki yang sudah memiliki kekasih lagi


sebuah senyuman terbit dan Reva berkata pada dirinya sendiri "gue juga harus bisa kayak Tania" ia akan belajar untuk tidak lagi mencintai orang yang salah

__ADS_1


__ADS_2