
"uluh-uluh gemmesnya aunty Ara" ucap Ara begitu sampai dihalaman belakang berlari kecil menghampiri kedua baby sitter yang sedang menggendong anak Noni dan juga Sasa, dan satu bayi lagi yang tertidur didalam troler bagi
"eh kok ada Tiga ? ini-"
"anak mama Ra" sahut Noni dengan cepat
"what ?" pekik Ara kaget dan Noni juga Sasa malah terkekeh melihat Ara, mungkin begini dalam fikiran Ara kok bisa Mama dan anak-anaknya sama-sama memiliki anak udah gitu gak beda jauh lagi umurnya
"kaget ya Ra ? haha" tegur Sasa yang melihat Ara masih saja menatap tidak menyangka
"iyalah, taunya dari kak Desty itu cuma kalian yang nikah dan udah punya anak trus mama Sasa yang nikah sama papanya Noni tapi kalo Sasa punya adek lagi ya ga tau" jelas Ara yang kemudian mengambil alih anak Sasa terlebih dahulu untuk digendong
"boleh gak gendong langsung dua-duanya ?" tanya Ara memainkan kedua alisnya bermaksud menggoda Noni dan Sasa
"boleh aja sih, tapi kalo kenapa-kenapa ama anak gue awas aja gitu" balas Sasa dengan santainya
__ADS_1
"kalo aku mah enggak, pokoknya aku gebukin kamu Ra"
"hahaha enggak lah kalo kenapa-kenapa aku yang obatin"
"oh iya ya lupa kalo si Ara ini udah jadi dokter"
"ih iya loh bener Non, widih temen gue nih" bangga Sasa menepuk-nepuk pundak Ara yang setelahnya ia melanjut "tante dokter kalo aku sakit obatin yah" ucap Sasa dengan gaya suara anak kecil yang mengibaratkan itu adalah anaknya yang berbicara
"ahahaha apa-apaan sih, belum loh belum" Ara masih saja tertawa dengan kelakuan dua sahabatnya yang malah menggodanya balik
mendapat pertanyaan tentang Abel keduanya sama-sama menunjukkan raut wajah yang lesu
"nah itu dia Ra, si Abel malah main petak umpet" tanggapan Sasa, ya selama ini ia juga sering mencari kabar mengenai Abel
"jurusannya IPA eh jadinya tukang bengkel, agak aneh tu sahabat satu" mendengar celetukan Noni, Sasa dan Ara malah tertawa
__ADS_1
"iya juga sih, tapi masuk akal kalo menurut aku kan Abel mah tomboy jadi kesannya yah cocok"
"wkwkwkwk bener Ra bener, gue kangen juga tauk sama si cewek jadi-jadian itu"
"ngomong-ngomong para paksu kemana nih ?"
"kerja Ra, kalo mama sama papa lagi panen buah-buahan" balas Noni yang sibuk mengunyah buah apel
"pada kangen ga sih sama asrama kita ?" Noni memberi tatapan melotot pada Sasa karena membahas hal yang mungkin bagi Ara itu sensitif karena berhubungan dengan Bagas ujung-ujungnya, Sasa hanya menyengir pada Noni karena lupa dengan masalah yang mereka tentu saja tahu
"kangen bangetlah, kapan nih main ke asrama" jawab Ara setelah memberikan bayi yang ia gendong pada baby sitter, dan Ara tidak melihat bagaimana ekspresi Noni yang melotot pada Sasa dan Sasa yang menyengir karena bersalah
tapi ternyata keduanya yang malah heran karena Ara memberi respon diluar dugaan mereka, mereka kira Ara akan bete atau semacamnya tapi tidak bahkan Ara terdengar antusias
tentu saja Ara sangat santai karena ia tahu pasti Bagas masih di Amerika, dulu Bagas memang bicara hanya Lima tahun namun begitu sampai di Amerika Bagas diharuskan Tujuh tahun berada disana dan itu artinya tahun depan barulah Bagas akan kembali ke Indonesia
__ADS_1