Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 108 - Terungkap


__ADS_3

Bagas tersenyum puas karena dugaannya benar bahwa dibalik dinding itu ada sesuatu dan ternyata pusat pemantauan cctv yang ia carilah dibalik dinding tersebut


tanpa berbasa-basi Bagas langsung mengeluarkan sebuah alat penyadap yang telah ia rakit dan menyambungkan pada laptop yang ia yakini itu adalah pusat utamanya karena yang lain adalah komputer dan lain-lainnya


ibarat peribahasa sekali mendayung dua atau tiga pulau terlampaui, ya Bagas juga mendapatkan bukti kejahatan lainnya tentang pemasaran para gadis-gadis yang dijadikan budak klub tersebut


shiitt... Bagas mengumpat kesal karena melihat secara langsung kejahatan yang selama ini Fani dan sang mami sembunyikan, tak cukup hanya itu saja, Bagas juga mendapatkan bukti tentang rekapan data kekayaan om Abel yang menjadi korban, narkoba yang diperjual belikan secara diam-diam dan beberapa gadis yang ia perjual belikan di klub tersebut


ditempat lain yang tak lain hotel yang didatangi oleh Diko, disana ia lumayan kaget karena ia menjumpai Kevin dan Aron


"woi ngapain lo berdua disini ? hayoloohh lo kan dah pada nikah"


"lo Diko ya ?" tanya Aron memastikan


"dih sok gak kenal mentang-mentang kagak sekelas, iya gue Diko"

__ADS_1


"ok, lo bawa alat penyadapnya kan"


"ooohhhh gue faham, lo juga ikut andil dalam misi ini, ini alatnya" balas Diko yang sudah tahu alasan keduanya berada dihotel tersebut dan ia juga menyerahkan alat tersebut


"penjaganya udah kita bikin pingsan, nih alatnya ada dua mending kita berdua yang masuk dan nyadap cctv hotel trus lo yang nyadap cctv dijalanan sekitar sini" ya, Bagas memang membawa Tiga alat penyadap untuk berjaga-jaga saja takutnya kurang atau bisa saja hilang


"ebbusseettt masa gue sendirian sih"


"ok deal" ucap Kevin menepuk pundak Diko cukup keras dan pergi begitu saja


Dirumah sakit


Anton berjalan dengan tergesa-gesa untuk kembali ke klub setelah ia tahu bahwa berita tentang kecelakaan itu ternyata bohong


namun, langkahnya berubah menjadi pelan ketika ia melihat Galang yang keluar dari sebuah ruangan yang membuat tanda tanya untuk Anton

__ADS_1


dan entah bagaimana Anton malah berfikir jika yang menghubunginya tadi adalah Galang


"itu bener Galang kan ? ngapain dia disini" karena penasaran Anton pun memutuskan untuk melihat siapa yang ada didalam ruangan tersebut


senyum licik terukir dari bibir Anton manakala ia tahu siapa yang ada didalam kamar tersebut


seorang perempuan yang selama ini ia taksir lah yang ada didalam ruangan tersebut, ya Abel lah orangnya


"hai baby... udah lama banget ya kita enggak ketemu dan gue akuin lo makin menarik dimata gue dan gue juga berfikir bahwa tuhan sedang memberikan rezeqi yang amat wow buat gue malam ini" ucap Anton yang kini duduk menatap Abel


dengan lancangnya Anton juga menyentuh tangan Abel dari ujung-ujung jari Abel hingga kini tangan lancangnya sudah berada di wajah Abel sambil mengelus dengan mata yang mulai menyendu


"lo tau gak sih Bel dari sekolah dulu gue udah naksir banget sama lo, udah pengen banget milikin lo tapi susah banget Bel karena lo tu cewek unik yang gue sendiri juga bingung tapi hebatnya dengan foto-foto lo doang gue udah bisa mencapai puncak kenikmatan bahkan saat gue begitu sama Fani gak ada rasa Bel tapi ketika gue bayangin lo it's magic gue langsung melayang dong" racau Anton yang seakan mengajak Abel berbicara


"dan lo tau kalo Fani itu sukanya sama Galang, Galang yang lo suka, kenapa sih lo berdua harus saling suka and so gue sama Fani bikin rencana dong tentunya buat ngejebak Galang biar gini sih gue sama Fani aja gak bisa milikin orang yang kita suka jadi lo berdua juga gak boleh dong hahahaha tapi kayaknya cara itu kurang asik deh, gimana gue cicipin lo dulu abis itu terserah deh si Galang yang dapet lo, lo gak keberatan kan ? kan Galang juga udah nyicipin cewek lain Bel jadi lo juga harus nyicipin cowok lain dulu dong baru Galang dan itu gue orangnya" tambah Anton yang secara tidak langsung mengungkapkan bahwa ia dan Fani lah memang dalang atas kejadian yang menimpa Galang

__ADS_1


"agghhh..." teriak Anton ketika lehernya dicekik dengan sangat kuat


__ADS_2