Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 36 - Pembalasan Ara


__ADS_3

"good morning Ara....." Ara yang sedang menikmati bubur dikejutkan dengan kedatangan teman-temannya


"oh iya ya hari minggu" Ara mengira kenapa temannya datang tapi ia langsung ingat bahwa ini hari minggu


"gimana keadaan lo ?" Desty yang lebih dulu bertanya


"baik kok udah sembuh udah bisa pulang tapi belum dibolehin"


"elah Ra santai aja sih disini dulu" sahut Abel meletakkan buah-buahan yang tadi mereka beli


"halo tante" sapa Sasa dan yang lain juga ikut menyapa dan bersalaman


"titip Ara boleh ?"


"boleh banget tan" Kevin yang menyahut, Kevin dan Aron tadinya sudah mengajak Rangga tapi Rangga sibuk belajar persiapan untuk ujian kelulusan


dan ada Bagas juga loh datang yang membuat Ara jadi salah tingkah setiap Bagas menatap ke arahnya


oh iya tadi malam ketika Ervin pulang bersama Karin, Ervin langsung menemui Bagas dikamarnya ia minta pendapat apakah ia sudah pantas untuk menikah ?


Bagas menjawab iya dengan malas dan Ervin tentu tahu kenapa Bagas seperti itu karena masih cemburu


lantas Ervin melanjutkan bahwa calonnya tidak bisa ikut dia setelah menikah dan tetap harus tinggal di Jogja tempat Ervin bekerja mendengar itu Bagas menyimpulkan bahwa Ervin sudah punya wanita yang dicintai dan itu bukan Ara


ada rasa senang dihati Bagas tapi ia bisa menjaga ekspresinya dan tetap tenang juga ia memberi pendapat bahwa orang tua mereka tidak akan keberatan dan tetap mendukung untuk kebahagiaan anak-anaknya


Ervin berterima kasih pada Bagas dan setelahnya ia pergi dari kamar Bagas, Ervin lagi-lagi tersenyum miris tapi ia senang karena kebohongannya bisa membuat sang adik tetap bahagia


"mau pepaya" pinta Ara dengan manja pada Desty yang duduk di sofa bersama teman-teman yang lain


Desty tentu tidak menolak, ia langsung mengupas pepaya yang memang dibeli utuh karena mereka sudah tidak sabar bertemu Ara


ketika sedang memotong menjadi beberapa bagian dan siap memberikan pada Ara seketika itu Desty mendapatkan sebuah ide


"emm.. nah Bagas aja, tolong suapin Ara ya gue kebelet mau ke toilet dulu" Ara mendelik tak percaya dengan ulah Desty ini


"Abel aja kak" ucap Ara cepat karena melihat yang lainnya tiba-tiba sibuk dengan saling berbincang


"orang gue mau ke toilet juga Ra, gue ke toilet yang diluar aja deh" jawab Abel pergi begitu saja


"duh laper nih" Chandra kali ini yang berakting


"sama sih yaudah yuk sekalian kita cari makan" Desty menyetujui dan Sasa Kevin juga Aron ikut pergi keluar dari ruangan tersebut


sampai diluar mereka berjalan menuju kantin rumah sakit dengan tawa yang sudah berhamburan entah kemana-mana

__ADS_1


Ara kesal karena teman-temannya kompak sekali mengerjainya sedangkan Bagas tersenyum tipis melihat Ara yang gusar diatas brangkarnya


Ara mengedipkan matanya berulang kali saat tangan Bagas sudah terulur menyuapi sepotong pepaya dengan garpu kecil


"a-aku bisa sendiri kok kak" Bagas tak mengindahkan ucapan Ara dan semakin memajukan tangannya sampai potongan pepaya itu tepat menyentuh bibir Ara


dan Ara tentu membuka mulutnya dengan reflek mengunyah pepaya itu dengan sangat pelan


"kalo lo gak suka gue disini gue bisa pergi kok"


"jangan" sahut Ara cepat dengan kedua tangannya yang membuat gerakan ke kiri dan ke kanan tanda tidak boleh


"aku suka kok kakak disini" lanjut Ara yang malah membuat Bagas terkekeh


Bagas sengaja berkata seperti itu untuk mengerjai Ara tapi ternyata jawaban Ara membuatnya senang


"ayo a lagi" Ara menurut dan membuka mulutnya lebih lebar dari yang pertama


selama menyuapi Ara mereka berdua hanya saling diam tidak ada pembicaraan lagi


Bagas berkutat dengan fikirannya terus bertanya apa mungkin ia sudah menyukai Ara apa mungkin hatinya bergetar karena Bagas telah jatuh cinta


sedangkan Ara ia bingung harus berbicara apa jadi ia hanya ikut diam seperti Bagas


"hm ?" Ara mendongak dan sedikit membesarkan bola matanya melihat pada Bagas


Bagas membalas tatapan mata Ara saat itu juga mereka saling bertatapan hingga beberapa menit dan Bagaslah yang lebih dulu sadar


"ada yang mau gue omongin" ucap Bagas lirih, sungguh ia merasa saat ini sedang dalam mode seperti orang yang bodoh


"ok aku dengerin" jawab Ara lucu dan membuat Bagas semakin gemas saja


tapi sayang apa yang ingin Bagas ucapkan terhalang karena teman-temannya sudah datang


melihat teman-temannya datang Ara memanyunkan bibirnya seakan memberi tahu kalau ia sedang ngambek


"uluh-uluh adek gue ngambek" ujar Desty tapi Ara memalingkan wajahnya


ketawa Desty menguar begitu melihat Ara bertingkah bukan hanya Desty tapi begitu juga dengan yang lainnya


"ok deh ok, ku beri kamu 1 permintaan" kata Desty membujuk Ara dengan gaya om jin di iklan sigaret


"nah iya bener bener 2 permintaan deh" tambah Sasa dan Ara menggeleng


"3 aja deh yuk lah sebutin" Chandra juga ikut-ikutan membujuk kan dia yang paling tua disana kalo ada apa-apa dengan Ara bisa habis oleh Karin kan Ara mantu kesayangan kalo kata Chandra

__ADS_1


Ara yang merasa bosan tiba-tiba terlintas sesuatu difikirannya


"ok, aku mau ke taman, bosen banget" mendengar permintaan Ara mereka senang karena akhirnya Ara mau tapi mereka harus mempertimbangkan lagi


dan Bagas yang memberi solusi "ditaman rumah sakit aja gausah jauh-jauh"


"setuju" sahut si pemberi permintaan


Chandra lebih dulu menanyakan pada suster yang kebetulan datang mengecek Ara dan suster itu berkata tidak apa-apa lalu mempersiapkan kursi roda untuk Ara


mereka bersama-sama menuju ke taman dengan Bagas yang mendorong Ara, Desty dan Abel yang berjalan disisi kiri kanan Ara dan sisanya dibelakang


"masih 2 lagi ya" ucap Ara senang memperingati temannya


sampai di taman Ara menghirup udara pagi itu dengan sepuas-puasnya dan pandangan Ara tertuju pada sebuah konter hp dengan warna yang serba hijau dan konter-konter lainnya


mengingat ia masih memiliki 2 permintaan jadu Ara gunakan untuk mengerjai balik orang-orang tersebut


"aku udah punya permintaan kedua dan harus dikerjain titik gak pake koma" tutur Ara yang tidak dapat dibantah


"gue jadi curiga nih kita dalam bahaya" tebak Abel yang sudah memasang telinganya


"kalian semua 6 orang kesayangan Ara.." ucap Ara menjeda dengan menaik-naikkan alisnya dan menyengir yang malah membuat keenam orang itu penasaran


"harus gunain kostum itu dan joget-joget"


"what ?" pekik semuanya bersamaan dan Ara sudah tertawa dulu melihat ekspresi teman-temannya belum lagi jika memang benar memakai kostum tersebut membayangkannya saja Ara sudah tertawa


setelah beberapa menit berdebat pada akhirnya mereka tetap kalah dari Ara jadi dengan modal PD merekapun sama-sama pergi kesebrang jalan dan meminjam kostum tersebut


berharap orang konternya menolak tapi ternyata tidak, mereka dengan senang hati meminjamkan apalagi mendengar bahwa itu untuk joget-joget kan bisa jadi hiburan


Ara sudah menyiapkan kameranya tapi ia tetap saja tertawa, takut hasilnya jelek, Ara minta tolong pada Bagas untuk merekam


selesai memakai kostum tersebut musikpun dimulai dan terjadilah kehebohan disebrang jalan rumah sakit itu bahkan pengendara yang lalu lalang juga memelankan kendaraannya demi melihat aksi dari keenam orang itu


Abel dan Desty lah yang paling heboh bahkan Abel sampai loncat-loncat ke sembarang arah dan Desty yang membuat gerakan geleng-geleng sampai tidak sadar terlalu menepi kejalan raya untung saja ada satpam yang berjaga membantu mereka yang ada didalam kostum


Chandra juga bergerak tapi ia lumayan merasakan kesusahan sedangkan Sasa bukan karena kesusahan tapi dengan gerakan ogah-ogahannya karena sedikit merasa malu


Aron dan Kevin juga bergerak lumayan heboh tapi tidak seheboh Abel dan juga Desty


Ara sudah tertawa bahkan bukan lagi tertawa tapi ngakak berutal melihat kelakuan Abel dan Desty dan Bagas yang sedang merekam juga ikut tertawa walau tidak separah Ara


bukan hanya Bagas yang merekam tapi orang disebrang sanapun juga merekam bahkan ada yang melakukan siaran langsung di media sosialnya masing-masing

__ADS_1


__ADS_2