
"Ra please maafin gue" Chelsea terus menerus meminta maaf pada Ara walaupun Ara sudah berulang kali mengucapkan telah memaafkannya
"iya aku udah maafin kamu Chelsea aku udah ikhlas, dan aku juga minta maaf udah buat kamu kayak gini"
aakhhh
Chelsea memekik kesakitan kembali bahkan ia memuntahkan darah yang lumayan banyak
"segera bawa pasien ke ruang operasi" perintah dokter yang baru datang
"kenapa pasien muntah darah dok ?" tanya Ara, karena tidak mungkin hanya efek kejadian tadi Chelsea sampai memuntahkan darah
"paru-paru pasien ternyata bermasalah dan saat ini sedang kambuh" Ara tertegun mendengar ucapan dokter tersebut
__ADS_1
Chelsea mengidap sakit apa ? batin Ara bertanya namun kesadarannya kembali disaat tangannya tetap di genggam oleh Chelsea
"please temenin gue Ra, gue percaya sama lo, please Ra" Ara menoleh pada dokter dan tanpa fikir panjang sang dokter mengangguk memperbolehkan Ara untuk ikut
sampai di ruang operasi Chelsea kembali memuntahkan darah yang lebih banyak lagi, melihat itu Ara memberanikan diri untuk buka suara
"jangan hanya memberi bius pada perutnya tapi pasien juga harus dalam keadaan tidak sadar saat di Caesar" ucapnya lantang dan tegas
suster yang menangani menoleh pada kedua dokter yang memimpin "jalankan" ucap kedua dokter dengan kompak dan mantap mengikuti saran Ara
"jika pasien di Caesar saat kondisi sadar bisa jadi akan membahayakan jantungnya karena paru-paru sedang bermasalah maka nafas yang tidak teratur akan memengaruhi" Ara yang menjawab dan kedua dokter memulai operasi tersebut tanpa memperdulikan seorang suster yang kini menatap Ara dengan sinis, sedangkan Ara tidak keberatan dengan tatapan suster tersebut
"Ra, gue mohon setelah anak ini lahir tolong rawat dia sampai lo bisa nemuin ayah kandungnya, setelah lo nemuin ayah kandungnya lo boleh lepas tangan untuk anak gue"
__ADS_1
"dan kalo ayah kandungnya ga ketemu lo boleh titipin anak gue di panti asuhan Ra, please Ra"
"kalo abang gue ga mau ngurusin pemakaman gue please cariin pendeta yang mau ngurus orang berdosa kayak gue Ra"
Ara berulang kali mengiyakan ucapan Chelsea yang semakin lama semakin mulai tidak sadarkan diri
"klub itu berjarak beberapa meter dari hotel, dan hotel itulah tempat kejadian gue sama cowok itu Ra, dan didalam tas gue ada jam tangan milik cowok itu Ra, itu bisa jadi bahan bukti buat lo cari ayah kandung anak gue Ra"
"maafin gue Ra, gue titip anak gue" ucap Chelsea yang akhirnya tidak sadarkan diri lagi, bukan untuk sementara karena ternyata Chelsea benar-benar tutup mata untuk selamanya
tanpa terasa air mata Ara mengalir begitu saja, ada rasa bersalah dan bangga sekaligus. Bersalah karena ia telah membuat orang yang bersalah padanya sampai harus seperti ini, dan Ara bangga karena Chelsea tutup mata setelah ia membuat pengakuan dengan sebenar-benarnya dan bahkan Chelsea mau berjuang mempertahankan kehamilannya sampai anak yang ia kandung berhasil dilahirkan secara Caesar
Enam puluh menit anak Chelsea berhasil dilahirkan dan disaat itu juga hasil pemeriksaan Chelsea yang dilakukan saat sebelum operasi juga keluar dan ternyata selain komplikasi pada paru-paru ada tumor dibagian lambung Chelsea itulah yang menjadi penyebab Chelsea muntah darah dan tidak tertolong, dan kepergian Chelsea terjadi disaat operasi Caesar sedang berjalan
__ADS_1
welcome baby girl gumam Ara melihat bayi perempuan yang sedang ditangani oleh beberapa suster