Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 109 - Bangkit Dari Kematian


__ADS_3

Anton mencoba melepaskan tangan yang mencekiknya namun sayang kekuatannya sangatlah lemmah sehingga ia berakhir pasrah


"berani lo nyentuh hah ?"


"please lepasin dulu Bel" ya Abel lah sang pelaku yang mencekik Anton


"dasar anjjing lo" bentak Abel yang kemudian mendorong Anton dengan sangat kuat hingga Anton terbentur ke dinding


Anton menghirup udara sebanyak-banyaknya sembari tangannya memegang leher yang kini tampak memerah


"keluar lo dari ruangan gue" titah Abel dengan suaranya yang pelan namun terdengar sangat tegas


dan tentu saja Anton keluar dengan segera daripada nyawanya hilang didalam ruangan tersebut


Abel terdiam memikirkan semua ucapan Anton dan tentunya tentang kejadian siang tadi, ya Abel telah sadar disaat Ara dan temannya yang lain membesuknya namun ia masih belum mampu untuk sekedar membuka mata


saat Ara,Bagas dan Galang kembali keruangannya pun Abel juga sadar dan saat itu Abel mencoba untuk membuka mata untuk menyapa. Namun, Abel urung melakukan itu karena ia mendengar Galang bercerita sehingga Abel lebih memilih untuk tetap pura-pura saja


Abel membuka matanya setelah ketiga orang tersebut pulang dengan air mata yang lebih dulu menetes


keesokan paginya


"woi.." teriak Galang ketika melihat Ara dan Bagas

__ADS_1


"baru dateng ?" tanya Ara dan Galang hanya mengangguk


"yaudah barengan deh keruangannya Abel" tambah Ara dan Ara yang melihat Galang faham bahwa tatapan Galang fokus pada bayi yang sedang ia gendong


"oh iya ya lupa, ini baby Chelsea Lang, mau gendong ?"


Galang tidak menjawab namun ia langsung mengulurkan tangannya ingin mengambil bayi yang ada dalam gendongan Ara


Galang menatap lekat pada bayi yang saat ini ada dalam gendongannya seketika senyum terukir begitu saja dari bibirnya, merasa tidak menyangka bahwa bayi tersebut adalah anaknya


"jadi bapak yang bener lo"


"sewot aja lo bro, lo tuh buruan married sono"


"ya ampun sejak kapan calon bini lo kek begitu Gas ?"


"haha baru hari ini kek nya" Bagas pun tertawa mengingat omongan Ara yang baru saja dengan gaya yang hah entahlah Bagas tidak tahu menjelaskannya yang jelas sangat menggemaskan


mata Ara berkedip beberapa kali diikuti oleh Bagas dan Galang yang ikut melongo dengan apa yang mereka lihat saat ini


"yo what's up guyss...." sapa Abel dengan mulutnya yang penuh karena ia sedang makan disuapi oleh keponakannya, bukan manja melainkan tangan Abel sedang sakit karena malam hari saat mencekik Anton


"Abel" ucap Ara yang sadar dan langsung berlari ke arah Abel

__ADS_1


"miss you so much Ra" sahut Abel merentangkan tangannya dan mereka pun saling berpelukan


"Abel udah bangkit dari kematian ?" tanya Ara serius namun Abel malah tertawa, bagaimana Abel tidak tertawa. Apa kata Ara tadi ? bangkit dari kematian ?


"hahahaha mulut lo minta di geprek apa Ra ?"


"kangen banget sama julidannya Abel tauk"


"iya sama lah, yang lain mana gak kesini lagi ?" tanya Abel sembari melerai pelukannya


"hai Bagas hai Lang" lanjut Abel yang menyapa Bagas dan juga Galang


Bagas sih membalas sapaan Abel dengan mengangkat tangan sekaligus senyum dikit tapi Galang jadi kikuk sendiri apalagi iya sedang menggendong baby Chelsea


"eh udah jam sembilan kak, katanya mau ke kantor polisi"


"ngapain ke kantor polisi Ra ?" tanya Abel


"em ceritanya lumayan panjang tapi pada intinya ini ada sangkut pautnya sama Fani dan Anton, kamu masih ingat kan sama mereka ?" mendengar nama Anton disebut membuat mimik wajah Abel berubah, tak hanya Abel melainkan keponakannya pun yang mendengar ikut mengepalkan tangannya


"gue ikut bang" ucap Rendi, keponakannya Abel


Bagas yang melihat sorot mata Rendi yang tajam jadi menebak bahwa ada sesuatu yang berkaitan dengan apa yang akan ia laporkan pada polisi

__ADS_1


__ADS_2