
Lima tahun kemudian
Universitay of Oxford adalah universitas kedokteran yang terbaik dan berada di urutan nomor 2 setelah Harvard university
dan disinilah Ara berada bersama seluruh keluarganya, Grandpa, Grandma, sepupu Ara, kedua orang tuanya, adik bungsunya dan sang kakak Desty yang menggendong anak nomor dua sedangkan anak pertamanya bersama Chandra di Indonesia yang tidak bisa ikut karena sedang demam tinggi
sebenarnya Desty juga tidak mau ikut dan orang tua serta adiknya Ara memaklumi itu tapi anaknya sangat dewasa bahwa ia baik-baik saja karena ada sang ayah yang mengurusinya
oleh karena itu Chandra memutuskan agar Desty turut hadir dalam perayaan Wisuda Ara dan Desty hanya bisa menurut dengan keputusan sang suami dan anaknya, toh juga hanya 3 hari saja dia akan tinggal di Amerika setelahnya dia akan pulang bersama keluarganya termasuk Ara,mungkin.
setelah sekian lama mereka tidak tenang dengan perubahan Ara akhirnya untuk pertama kalinya mereka bisa melihat senyum Ara yang terukir dihari bahagianya, hari dimana Ara telah menyelesaikan studinya dengan segala macam perasaan yang berhasil Ara lalui
__ADS_1
tentu senyuman yang terukir begitu indah itu Ara persembahkan untuk keluarganya yang telah hadir, jadi Ara menyingkirkan lebih dulu fikiran yang selalu memperbudak otaknya
"congratulations my sister" ucap Desty setelah yang lainnya selesai mengucapkan pada Ara dan tak lupa ia memberikan pelukan pada Ara, pelukan kerinduan,pelukan bangga,dan pelukan prihatin, sedikit banyaknya Desty tau dan ia juga salah satu orang yang membujuk Ara
setelah puas saling berbagi kebahagiaan pada Ara, Grandpa memanggil seorang photographer yang telah ia sewa sebelum berangkat ke kampus Ara
Ara benar-benar menampilkan senyuman tulus untuk mengabadikan moment dihari tersebut bahkan keluarganya mengira Ara telah kembali menjadi Ara yang ceria seperti dulu karena disetiap potret Ara menciptakan banyak gaya yang sangat percis Ara yang dulu dengan tingkahnya yang menggemaskan
"hey Ara congratulations.." ucap dua orang perempuan yang merupakan teman sekelas Ara, mereka hanya ingin lihat apakah Ara akan bersikap sama seperti hari-hari saat mereka dikelas atau tidak
dan ternyata tidak, Ara juga lebih dulu memeluk kedua temannya dan berucap terima kasih
__ADS_1
"thank you so much" jawabnya dengan tulus sedangkan kedua orang tadi saling melirik seakan memiliki pemikiran yang sama
ada apa dengan Ara selama ini ?
itulah yang mereka fikirkan, kenapa saat ini Ara sangat jauh berbeda, alih-alih masih memikirkan hal tersebut mereka memilih mengajak Ara juga berfoto bersama teman yang lain
sama dengan kedua orang tadi, teman-temannya yang lain pun menatap Ara dengan berbagai macam tanda tanya.
Ara mengerti dan sangat tahu apa yang ada didalam fikiran teman-temannya karena itu terlihat jelas dari bagaimana mereka memandang, tapi Ara tidak mau menanggapi dan terus saja tersenyum dan berbaur karena keanehan bagi teman-temannya dan keluarganya hanya ada hari ini
setelahnya ?
__ADS_1
Ara pun juga tidak tau sampai kapan dirinya akan terus terpuruk.