
"aw.."
"Ra jari telunjuk lo berdarah" ucap Abel yang langsung mengambil tissue dari dalam Tote bag milik Ara
guru yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Ara, belum sempat Abel mengelap darah tersebut guru itu lebih dulu menghisap jari telunjuk Ara
Ara dibuat terkejut dengan perlakuan gurunya dan tentu ia menolak karena merasa tidak sopan
saat hendak menarik tangannya sang guru hanya mengangkat tangannya sebuah tanda isyarat bahwa ia tidak apa-apa melakukan hal tersebut dan Ara pun hanya bisa pasrah
"ibu bawa kamu ke uks ya kita obatin lukanya" ajaknya setelah selesai menghisap darah yang ada di jari telunjuk Ara bahkan ia tidak meludahkan darah tersebut
"gak apa-apa kok bu, cuma kegores dikit" tolak Ara sopan karena memang ia masih bisa menahan sakitnya
"nanti infeksi, ayo jangan ada penolakan ga sopan loh" ajak sang guru memaksa mungkin karena ia merasa harus bertanggung jawab dan Ara pun langsung bangun dari duduknya
"aw aw.." itu suara Galang mengaduh kesakitan yang sebenarnya terdengar lebay yah kan masa iya cowok kek begitu
__ADS_1
"bu saya juga luka nih" adu Galang kepada guru yang merangkul Ara hendak keluar dari kelas
"ayo anak ganteng sekalian sama anak cantik ini" Galang langsung beranjak menyusul gurunya
sampai didalam uks Galang menatap satu persatu murid yang berbaring dengan mata terpejam
"eh Ra lo gak apa-apa ?" tanya Galang yang melihat Ara sedikit oleng dari berdirinya
"gak apa-apa kok Lang cuma berasa ngantuk, mungkin karena tadi malam bergadang" balas Ara yang setelahnya menguap dengan tangan yang menutupi mulutnya
"kalian tiduran dulu biar giliran ditanganinya ya, ibu tinggal bentar ok" ucap sang guru yang muncul dibelakang Ara dan Galang entah darimana kemudian pergi meninggalkan ruang uks
ini sejak kapan sih ada relawan kek gini ? biasanya juga yang jaga uks cuma 2 orang lah ini kok sampe 6 7 orang batin Galang berbicara pada dirinya sendiri karena Ara sudah terlelap dan melihat beberapa petugas memerhatikan Galang pura-pura menguap ngantuk dan menutup matanya mengikuti seperti Ara tadi
cairan infusnya kok kayak darah sih ? Galang masih terus membatin dengan matanya yang terpejam sampai akhirnya ia mengingat sesuatu
astaga.. bukan cairan infus tapi ini mah darah yang diambil Galang membatin lagi dan sedikit membuka matanya demi meyakinkan ucapannya dan benar saja ia melihat ada salah satu petugas mengantongi darah-darah yang sudah diambil
__ADS_1
...----------------...
"gimana ? kalian berdua udah ambil gambar dikantor ini juga ?"
"sudah bu, kami juga sudah menyebarkan foto-foto tersebut "
"bagus, kalau begitu kita harus cepat pergi dari sini, sebaiknya kalian tunggu dimobil saya akan kembali ke uks"
"baik bu"
Di Uks
"apa sudah selesai ?"
"masih 2 anak ini lagi bu, kita kehabisan kantong untuk menempati darahnya"
"bawa anak perempuan itu saja, dan yang laki-laki itu biarkan saja disini, karena darah yang dimiliki oleh perempuan itu membuat saya ketagihan hahahaha cepat bawa !"
__ADS_1
"baik bu"