
Hoaammm...
Abel menguap lebar melepas rasa kantuknya
"sholat ashar dulu sana lo sekalian ajak Ara" ucap Desty yang sedang baring sambil bermain game
Abel tak menyahut tapi ia langsung beranjak membangunkan Ara dan pergi ke toilet
"sore ini kita ngapain aja ya ?" tanya Abel yang sedang melipat sajadah
tok tok tok
"Ara sayang camantu bukain pintu nak" teriak seorang wanita yang mengetuk-ngetuk pintu kamar 23 dari luar
"eh bukain itu mah suara madam Karin" Sasa berucap kaget karena mengenali suara itu
Ara yang kebetulan sedang berdiri langsung menuju pintu dan segera membukanya
"tante" panggil Ara setelah membukakan pintu dan benar itu adalah pemilik asrama
"camantu alias calon mantu ikut tante yuk" ajak Karin dengan gamblangnya menyebut Ara sebagai calon menantunya
"iihh tuh kan tante mah camantu camantu terus" protes Ara yang diiringi tawa kecilnya
"gak apa-apa lah aminin dong gimana sih"
"iya iya terserah aja nurut ama yang tua mah"
"wah ngeledekin calon mertuanya tua lagi" Karin tuh senang dengan Ara yang bisa langsung akrab benar-benar menantu idaman untuk Karin karena kan terkadang ada orang yang malah benci dengan calon mertua terlalu jauh fikiran Karin itu
teman-teman Ara yang memerhatikan percakapan kedua orang yang berada ditengah-tengah pintu itu hanya bisa sesekali menoleh terutama Abel dan Sasa yang bertanya-tanya kenapa Ara bisa begitu dekat dengan madam Karin yang disegani oleh anak-anak asrama
bukan hanya mereka yang ada didalam kamar heran melihat kedekatan Ara tapi anak-anak yang kamarnya berdekatan dengan kamar 23 juga heran
sebenarnya hanya beberapa orang yang ada diluar kamar ketika melihat Madam Karin menuju kamar Ara dan ngobrol yang terlihat begitu akrab lalu mereka heboh pada teman-teman sekamarnya makanya sekarang ramai dipintu kamar mereka masing-masing saling mengintip
ada yang beberapa menghiraukan ada yang berfikiran bahwa Ara itu adalah keluarga Madam Karin dan ada juga yang berfikiran jelek bahwa Ara itu terlalu sok akrab sok caper
"ikut kerumah tante ya bantuin tante masak-masak mau gak ?" Karin mengajak Ara tapi ia juga perlu persetujuan Ara takutnya Ara itu lagi capek atau punya kegiatan
__ADS_1
"mau tan mau, soalnya Ara juga ga punya kegiatan sore ini" sahut Ara antusias bahkan ia mengangguk dengan semangat
"sip deh hayuk kalo gitu"
"Ara ambil handphone Ara dulu" Karin mengangguk dan Ara berbalik badan ingin mengambil hp nya namun perhatian Ara tertuju pada teman-temanya yang sedari tadi memerhatikan Ara
Ara jadi teringat ucapan Abel yang bertanya sore ini akan melakukan kegiatan apa dan Ara jadi tidak enak jika harus meninggalkan teman-temannya yang kemanapun mereka pergi selalu mengajak Ara
"tan, Ara boleh gak ajak teman sekamar Ara ?" tanya Ara setelah ia kembali berbalik badan menghadap pada Karin
"boleh kok boleh hayuk aja"
mendengar jawaban Karin membuat Ara tersenyum lebar dan juga teman-temannya yang ikut merasa senang
"madam ini beneran kita boleh ikut ?" Abel bertanya untuk memastikan
"beneran dong" dan lagi jawaban dari Karin membuat Abel dan Sasa bersorak senang tapi itu hanya didalam hati mereka karena takut jika terlalu bobrok didepan Karin akan ditegur
Abel dan Sasa tidak menyangka jika pemilik asrama mereka ini orangnya itu ternyata tidak seperti yang mereka fikirkan
keluar dari kamar mereka berempat berjalan mengekori Karin
dan saat itu juga banyak mata yang memandang tidak suka pada mereka dan saling berbisik-bisik
diajak masak aja udah seneng dasar jiwa pembantu
gue dari dulu emang gak seneng sama tuh makhluk dikamar 23
kumpulan makhluk cari muka banget sih tuh kamar 23
iya dulu si Desty sekarang malah nambah siapa sih nama tuh anak
dan banyak lagi kalimat-kalimat negatif lainnya yang terlontar dari mulut pedas orang-orang yang berjiwa iri
Tania yang memang kamarnya juga ada dilantai yang sama dengan Ara melihat kejadian itu dan ia termasuk salah seorang yang berucap negatif tadi
"asal lo tau gue dan Fani temen gue yang dari luar itu tadi disekolah juga udah ngunciin dia ditoilet dan bayangin dia juga caper tau gak sih sama ketua kelas kita" Tania bercerita pada teman sekamarnya setelah memilih masuk kekamar mereka dan duduk untuk bergosip
kamar 21 adalah kamar yang berada didekat tangga dan juga lift dan itu kamarnya Tania
__ADS_1
dikamar 21 ada 4 orang anak jurusan IPA kelas 3 ada 2 orang kelas 2 ada 1 orang dan kelas 1 ada 1 orang, Tania tidak memiliki teman sekelasnya tapi itu bukan masalah baginya karena kakak seniornya yang kelas 3 memiliki sifat yang sama seperti Tania sedangkan kakak seniornya yang kelas 2 adalah orang yang sangat cuek dan tidak perduli pada apapun juga lebih senang menyendiri walau begitu tidak ada yang berani mengganggunya karena mereka berfikir orang yang seperti itu terlalu horor dan mempunyai sisi yang lebih sadis
"sumpah gue gak seneng banget sama anak kamar 23, gila sih jiwa capernya itu skill apaan coba ?" ucap salah seorang yang bernama Lia
"bener Li, kita aja yang udah 3 tahun gak pernah tuh diajak kerumah madam" timpal seorang lagi yang bernama Tari
gubrak
suara pintu yang ditutup secara kasar mengagetkan mereka bertiga yang sedang asyik-asyiknya bergosip
"anjiiirrr gue kaget banget dasar anak aneh" umpat Tari yang mengusap-usap dadanya
"tauk tuh si Nana ga bisa apa nutup pintu pelan-pelan stres kali ya tuh orang" Nana itu adalah anak kelas 2 IPA yang dibenci oleh teman sekamarnya tapi juga disegani
mereka hanya berani mengumpat dan memaki Nana dibelakangnya saja
...----------------...
"ga kerasa udah sampai aja ya kita" ucap Karin yang menoleh kebelakang
"kan sambil ngobrol kita dijalannya madam" sahut Desty yang padahal sedari tadi dikamar banyak diamnya
"gausah ngomong mingkem aja terus kamu itu, dari tadi kek bersuara" Karin berucap kesal namun disertai julid dan itu membuat Abel dan Sasa saling menoleh karena mereka baru tau kalo ternyata Madamnya itu sejulid ini dan Ara hanya tergelak saja melihat kakak seniornya kena semprot
Desty hanya menampilkan deretan giginya tanpa mau merespon ucapan madamnya
"gausah cengar cengir, lagian kamu itu tumben-tumbenan puasa ngomong sama camer sendiri mau kualat kamu ?"
"hah ?" kompak Abel dan Sasa juga Ara menoleh pada Desty
"dih ngapain lo pada kompak natap gue kek gitu minta colok tuh mata" Desty berucap dengan julidnya yang sudah mulai kambuh
"lo calon mantu madam juga kak ?" Abel yang pertama kali bertanya
Desty hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"dari kapan ? gimana bisa ? kok kita gak tau sih padahal sekamar loh,wah parah lo kak" ucap Sasa yang juga ikut menyerang dengan pertanyaannya
"madam yang jodohin anak-anakku sekalian" Karin yang menjawab pertanyaan Abel dan Sasa " kalo ada yang mau madam masih punya satu loh" lanjut Karin yang malah menawarkan anaknya
__ADS_1
"udah udah skip deh skip masuk aja dulu yuk" Desty tidak mau ditanya-tanya lagi jadi ia mengajak semuanya masuk dengan ia yang lebih dulu berjalan dan merangkul camernya begitu santai
mereka bertiga ikut berjalan masuk walau Abel dan Sasa masih merasa belum puas untuk menyerang dengan pertanyaan yang bertubi-tubi untuk kakak seniornya jadi mereka pastikan akan menyidang Desty setelah mereka kembali kekamar