
"halo Ra.." sapa Kevin begitu melihat Ara turun dari mobil
"hai Vin hai juga Ron, wah para bapak-bapak udah beda aja ya mukanya hehe"
"helleehh masih bisa Ra lo pake bahasa Indo ?" tanya Aron sekaligus bercanda dengan meremehkan Ara
"hahaha parah mulut lo Ron" komentar Desty tergelak
"yuk berangkat" ajak Chandra yang malah mendapat tatapan tajam dari sang istri
"baru juga turun, gue deh yang nyetir entar papi yang gendong adek"
"wkwkwk udah nikah udah punya anak dua masih aja lo gue an"
"iya bener Vin aneh banget emang, trus juga ya jangan dipanggil adek dong anak keduanya kak paling bentar lagi udah ada kabar hamil" celetuk Aron yang juga ikut berkomentar
"kamprett emang laki lo Non, eh adek ini aja ya hasil kebablasan tauk"
wkwkwkwkwkwk
semua tertawa renyah mendengar Desty yang entah keceplosan atau memang blak-blakan terus terang, sedangkan Chandra hanya cengengesan dan mengambil alih sang anak untuk digendong
"udah nungguin lama ya ?" tanya Ara menyudahi gelak tawanya, inilah yang paling Ara suka berkumpul dengan teman-temannya. Ya, walaupun belum lengkap
"lumayan tapi its ok lah emang darimana sih ?" tanya Sasa penasaran
"sorry ya, abis jemput anak gue yang pertama nih" Desty yang menyahut
__ADS_1
"santai aja, terus kenapa Ara beda mobil sama kak Desty ?"
"kak Desty habis dari asrama langsung pulang kerumahnya Non, jadi aku bawa mobil sendiri"
"sebenarnya mommy sama daddy ikut juga berkunjungnya cuman belakangan, terus Ara maunya barengan ya udah makanya dia sendiri" jelas Desty
"ga masuk dulu nih" ucap mama Sasa menawarkan pada teman-temannya Sasa dan Noni
melihat mama Sasa keluar sambil menggendong anaknya mereka menyalami mama Sasa, dan ini adalah pertama kalinya mereka melihat mama Sasa, karena kan tau sendiri dulu di asrama Sasa lah yang tidak pernah dijenguk
"tante cantik banget" ucap Ara memuji mama Sasa usai mencium tangan mama Sasa
"kamu Ara ya ?" Ara mengangguk dan mama Sasa tersenyum, Sasa dan Noni memang kerap bercerita masa sekolahnya dulu dan mama Sasa banyak menyesalnya karena sangat tidak memperdulikan sang anak
namun semua sudah berlalu dan sekarang lah waktu yang bisa mama Sasa gunakan untuk menebus semua itu, memang penyesalan datang selalu di akhir tapi tidak ada kata terlambat untuk memulai kembali, memulai bersama keluarga yang baru dengan penuh kehangatan
"kamu juga cantik sayang" ucapnya memuji Ara juga
"iya Desty gak apa-apa banget kok" nah kalo sama Desty sih mama Sasa pernah bertemu makanya kenal
"mami papiiiii, ayok berangkat" teriak Arga anak pertamanya Chandra dan Desty
"tuh kan tan emang ribet kalo bawa anak mah" ucap Desty tersenyum tak enak
"hahah biasa sayang gak apa-apa lah biasanya jadi hiburan loh selama dijalan"
"yaudah pamit ya tan" ucap Desty berpamitan dan bersalaman kembali
__ADS_1
"mama titip anak kita ya hehe" Sasa menyengir namun sang mama mengangguk dengàn ramah, tidak keberatan sama sekali toh ada dua baby sitter yang dapat membantunya
"halo si jagoan keponakan Aunty, baru bangun ya" sapa Ara menongolkan kepalanya dijendela mobil
"minggir Aunty minggir dulu" ucapnya mengusir sang Aunty, Ara menurut dan memerhatikan Arga yang malah duduk di jendela mobil tersebut
"eh Arga ngapain" ucap Kevin berlari mendekati Arga hendak mengambil anak tersebut tapi yang terjadi diluar dugaan Kevin dan yang lainnya
proottttt
suara angin jahat yang lolos begitu saja menerpa wajah Kevin dan tentu itu menghadirkan suara tawa terbahak-bahak saling bersahutan
huahahahahahahaha
Arga gak salah kan ? menyuruh Ara minggir tapi Kevin malah mendekati, salah Kevin sendiri bukan ?
"salah om sendiri ya" ucap Arga santai yang kemudian menepuk-nepuk pantatnya mungkin untuk menghilangkan baunya, barulah setelahnya ia menutup jendela mobil tersebut
"wkwkwkwk ajaib emmang anak gue mah, ya kalo kentut didalam mobil baunya kena dia sendiri lah" Desty masih saja tertawa dan sesekali bertepuk tangan, bangga anaknya bisa berfikir seperti itu
"dikasi makan apasih baunya ga enak banget pengen muntah gue" keluh Kevin mengusap-usap wajahnya
"kayaknya tadi pagi udah sarapan trus mau berangkat ke taman bareng pak supir aku liat dia ngemilin permen mulu kak"
"wkwkwk iya permen terasi itu mah Ra" balas Chandra yang kemudian tergelak kembali
"hah maksudnya ?" kompak Noni dan Sasa bersamaan
__ADS_1
"anak kalian suka terasi udang yang bungkusnya kayak permen itu ?" Aron menebak dan Desty juga Chandra sama-sama mengangguk
dan makin tergelak lah mereka berdua ketika melihat wajah-wajah yang kebingungan karena mengetahui fakta bahwa permen terasi menjadi makanan favoritnya Arga.