
Yang tadinya Ara masih merasa malu karena ulah Bagas kini hilang sudah setibanya ia diruang tamu Tante Jana, temannya Karin
"ngapain lo lama banget nyusulnya" bisik Galang kepo
"biassa" balas Bagas lengkap dengan kedua alisnya yang naik turun, sengaja ingin mengerjai temannya
"sadar tempat woi, gila emang lo" Bagas tak lagi merespon Galang karena sekarang fokusnya pada sebuah etalase yang terdapat banyak sekali perhiasan yang Bagas yakini adalah milik Tante Jana
"nah ini rekomen dari Tante buat kalian ada cincin yang simple tapi manis sesuai selera Ara dan Bagas terus ada yang simple yang gimana yah ? ya pokoknya cocok buat nak Abel yang tomboy" ucap Tante Jana menjelaskan cincin tersebut dengan singkat, Tante Jana memang sudah memilih cincin-cincin tersebut karena Karin sudah menjelaskan bagaimana selera anak-anaknya
"Tante mau liat yang ini boleh" pinta Ara dengan antusias ketika matanya tertuju pada sebuah cincin dengan permata yang nampak manis sesuai dengan apa yang diucapkan oleh Tante Jana
"boleh dong sayang, nih Tante ambilin ya" setelah memakai sarung tangan Tante Jana mengambilkan cincin yang dimaksud Ara dan langsung memasangkan dijari manis Ara
"pas banget sayang, Mama setuju yang ini deh" ucap Karin yang langsung terpikat pada pilihan Ara
"gak mau milih lagi nih ?" tanya Tante Jana menawarkan
Ara menoleh pada Bagas bermaksud meminta pendapat calon suaminya
__ADS_1
"kakak juga setuju yang ini Ra, tapi kalo mau milih-milih lagi juga boleh kok"
Ara lantas menggeleng dan tersenyum " ini aja Kak" jawabnya kembali memerhatikan cincin yanga da dijarinya
"jangan lepas dulu, Kakak mau foto boleh kan ?" pinta Bagas ketika melihat Ara yang hendak melepaskan cincin dijarinya
Ara mengangguk lalu Bagas kemudian meminta sebuah cincin silver yang polos sekaligus yang akan menjadi pilihannya juga
baru setelahnya Bagas meletakkan tangannya diatas etalase yang juga diikuti Ara
"ga usah pakai filter segala ya, langsung cekrek aja" bisik Ara yang malah membuat Bagas terkekeh
jelas Bagas faham maksud Ara yang sudah psti malu agar sat set saja mumpung orang-orang sibuk memilihkan cincin untuk Abel
diam-diam Galang melihat kelakuan temannya tersebut, dan ia juga ingin seperti Bagas namun, tidak mungkin Abel mau mengikuti kemauannya,untuk memilih cincin saja cerewetnya minta ampun
Lima belas menit akhirnya Galang dan Abel menemukan cincin tersebut itupun Abel sedikit terpaksa karena baginya tetap saja ia tidak suka menggunakan perhiasan semacam cincin tersebut
cincin dengan sedikit motif simple itu akhirnya melingkar ditangan Galang dan Abel, baru saja mau melepaskan cincin yang ada dihari mereka tiba-tiba Baby Chelsea menangis
__ADS_1
"cup cup cup, Galang ini Madam liat Baby Chelsea nya mau tidur kayaknya tapi gak bisa-bisa" ucap Karin yang memang sedari tadi menggendong Baby Chelsea
"emang gak bisa digendong, dia mau tidur kalo dikelon"
"bawa aja nak kedalam kamar itu tidurin dulu gih kasihan" sahut Tante Jana sembari menunjukkan sebuah kamar tamu yang tak jauh dari mereka
"gue aja Lang" ujar Abel kemudian mengambil Baby Chelsea dari gendongan Madam Karin dan menuju kamar yang ditunjuk Tante Jana tadi
setelah Abel tidak lagi terlihat seketika itulah Galang berfikir bagaimana caranya agar ia dapat ikut masuk lalu mengajak Abel mengabadikan foto kedua tangannya sama seperti yang dilakukan oleh Bagas dan Ara
padahal Galang dapat melakukan hal tersebut setelah menikah nanti tapi ia tidak mau kalah dari Bagas agar ia bisa menyombongkan foto tersebut pada Bagas, aneh memang tapi itu Galang
melihat tas Abel tinggal Galang tersenyum bahagia karena sudah pasti susu Baby Chelsea juga tinggal
"lah mimiknya anak gue tinggal, gimana mau molor" setelah mengucapkan kata-kata acting tersebut, Galang pun mengambil tas Abel dan berjalan dengan santainya menuju kamar yang dimasuki oleh Abel
sedangkan yang lainnya tidak terlalu peduli karena fikir mereka tidak masalah dan lebih memilih lanjut mengobrol
sampai didepan pintu Galang menoleh sejenak memastikan orang-orang yang diruang tamu itu benar-benar khusyuk mengobrol dan memang benar seperti itu
__ADS_1
"yes" sorak Galang yang tentu hanya didalam hatinya, lantas ia masuk begitu saja yang disambut tatapan tajam dari Abel
tentu saja Abel faham melihat Galang yang ikut menyusul masuk kedalam kamar, sudah bisa dipastikan bahwa itu hanya akal-akalan Galang saja.