Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 23 - Amit-amit Bukan Amin-amin


__ADS_3

bertepatan dengan bunyi bel Bu Yuna juga memberhentikan murid-murid dikelasnya


"waktu habis, silahkan kumpulkan tugas kalian"


"em Ara bantu Ibu ya bawa buku-buku ini kekantor" pinta Bu Yuna pada Ara karena kebetulan yang ia tahu hanya Ara kan belum ada perkenalan


"ketua kelasnya juga ikut kekantor ya,ada yang mau saya omongin" lanjutnya celingukan mencari siapa yang menjadi ketua kelas


mengerti dengan gerak-gerik sang guru Galang mendorong Bagas maju


"oh kamu ya ?" tanya Bu Yuna yang diangguki Bagas tetap dengan muka datarnya


Bu Yuna berjalan terlebih dahulu yang langsung diikuti Ara membawa tumpukan buku tugas milik temannya


Bagas yang melihat itu langsung mensejajarkan posisinya dan mengambil alih buku-buku yang ada dikedua tangan Ara


"eh ?, Kak Bagas aku bisa kok"


Bagas tak memperdulikan ucapan Ara hanya berjalan lurus dibelakang sang guru


"huh nyebelin,baik sih baik nolongin gitu kan but his behavior is annoying" gumam Ara menggerutu


"simpan sini aja Ar-" Bu Yuna hanya tersenyum karena ternyata yang membawa buku-buku itu adalah sang ketua kelas


"so sweet" batinnya


"nama kamu siapa ?"


"Bagaskara buk" jawab Bagas sedikit menunduk sopan dan tersenyum tipis

__ADS_1


"duduk dulu aja ya biar ngomongnya enak, Ara juga sini duduk dulu"


Bagas dan Ara tak menolak dan mereka juga duduk dengan serempak yang lagi-lagi membuat Bu guru Yuna tersenyum


"jadi gini, yang sekolah disini kan ada yang dari luar juga ya kan ? ga semua diam di Asrama ?" Bagas dan Ara mengangguk kompak


"kira-kira setuju gak kalo Ibu ngusulin sesuatu ?" tanya Yuna lagi dan kembali mendapat anggukan kompak dari kedua murid dihadapannya yang hanya berbatas meja


"kompakan banget sih dari tadi" ucap Yuna yang kemudian terkekeh


Bagas dan Ara sama-sama menoleh dan menggeleng kompak


"tuh kan hahaha, lucunya"


"lagian kalian itu belum juga tau apa yang mau Ibu usulin udah angguk-angguk aja"


"iya juga ya" sahut Ara yang setelahnya tertawa yang malah reflek menggeplak lengan Bagas


"ehem.. jadi yang mau saya usulkan itu gimana kalo kita bikin grup 1 kelas, alasannya apa ? pertama kita bisa lebih akrab dengan teman karena dari yang saya lihat kalian tuh kek gini loh masih lo lo gue gue ya gak sih ?" tanya Bu Yuna sebelum melanjutkan omongannya siapa tau tebakannya itu salah


tapi ternyata Bagas malah mengangguk setuju dengan apa yang dia ucapkan


"terus selain itu kalo ada pelajaran yang gak faham atau ada tugas atau yang menyangkut tentang materi-materi pelajaran deh pokoknya kalian itu langsung bisa bahah di grup jadinya tuh semua bisa langsung tau" lagi-lagi Bagas dan Ara mengangguk


"trus bisa nambah kontak baru hehe" ucap Ara yang ditertawakan gurunya bukan hanya gurunya sebenarnya Bagas juga tersenyum yang sangat tipis merasa lucu dengan ucapan polos Ara


"hehe salah ya ? Ara kan emang belum punya banyak kontak" lanjut Ara yang merasa malu


"nggak kok gak salah lucu aja, jadi gimana setuju gak nih pak ketua ?" tanya Yuna yang meminta persetujuan sang ketua kelas

__ADS_1


"setuju buk, apa kontak guru juga dimasukkan ?"


"em kalo itu sih kayaknya gak usah, cukup kamu aja sebagai ketua kelas dan ketua grup jadi kamu perwakilan dari guru-guru"


"terimakasih sarannya buk, In syaallah hari ini saya langsung buat grup itu"


keluar dari kantor Bagas dan Ara langsung balik ke kelas dengan tujuan mengambil ponsel masing-masing


setelah mengambil ponsel Ara berniat menyusul teman-temannya ke kantin tapi urung sebab Bagas malah mendatanginya


"handphone" ucap Bagas dengan tangan yang terulur pada Ara


Ara faham kalo Bagas itu meminta hp nya tapi ia malah bertanya "buat apa ?"


Ara hanya bisa mengerucutkan bibirnya karena bukannya mendapat jawaban tapi Bagas malah merampas hp nya begitu saja


"kakak tuh gak sopan" ujar Ara dengan berani


"lo juga pura-pura gak faham, sengaja banget caper" Ara mendelikkan matanya mendengar jawaban dari Bagas


"ih sorry banget buat apa caper sama orang kayak kakak" Bagas hanya tersenyum miring lantas mengembalikan hp milik Ara


"lo udah gue jadiin admin jadi tugas lo masukin nomor teman sekelas yang cewek dan gue bagian yang cowok" setelah mengucapkan itu Bagas pergi meninggalkan Ara begitu saja


"amit-amit ah itu jadi jodoh Ara"


"apa amin amin ? ngarep nih ?" sahut Bagas yang ternyata masih berdiam dipintu kelas dan masih bisa mendengar ocehan Ara


"amit-amit bukan amin amin dih GR" jawab Ara pula yang lebih dulu melengos pergi meninggalkan Bagas yang masih berdiam dipintu

__ADS_1


Bagas hanya menggelengkan kepalanya, kenapa juga ia malah meladeni Ara yang bertingkah seperti bocah.


__ADS_2