
sesampainya didepan gerbang Bumi semua terpana dengan penampakan komplek tersebut yang makin berkembang dengan pesat dengan gedung yang menambah satu atau dua lantai namun tidak merubah pemandangan hijau nan asri yang selalu mengelilingi setiap gedung tersebut
semakin masuk kedalam dan sampailah mereka tepat didepan rumah pemilik komplek tersebut,Madam Karin. Mereka jadi tidak sabar mendengar celotehan sang Madam dan Ara pun tersenyum saat yang ia ingat adalah seblak buatan Karin
"mama ada pak ?" tanya Chandra pada satpam yang menjaga di parkiran khusus rumahnya
"ada tuan, Madam dan suami tidak kemana-mana"
mendengar suara mobil yang cukup banyak berdatangan membuat sepasang suami istri yang sedang dibicarakan keluar dari rumahnya yang kebetulan mereka sedang duduk berdua diruang tamu, menikmati masa libur semester jadi mereka hanya bersantai berdua saja
"loh" kaget Karin bahkan ia mengucek matanya "ini ga salah liat kan, kalian ? aaaa anak-anak ku sini sini" lanjutnya antusias berlari ingin menghampiri semua anak-anaknya baik anak kandung, anak menantu, dan anak didiknya yang tidak akan pernah ia lupakan
Madam...
tante...
teriak Sasa,Noni dan Ara yang ikut berlari antusias dan diteras rumah itulah mereka saling berpelukan sedangkan Desty tetap diam ditempat bersama Chandra karena mengalah dan memberikan waktu untuk mereka yang sedang melepas rasa rindu
Kevin dan Aron lebih memilih bersalaman pada Prof Dirgan karena tidak mungkin juga kan mereka ikut peluk-pelukan ?
"hiks, kangen banget sama kalian" cengeng, tapi ya mau gimana lagi, tentus saja Karin terharu
__ADS_1
"ih sama tante apalagi Ara, mereka mah mending ya kan sesekali bisa datang"
"mana ada Ra baru ini juga tauk" Ara menoleh pada dua sahabatnya dan mereka hanya merespon dengan menampilkan senyum tanpa dosa
"yah maaf Madam kan kita baru brojolan" celetuk Sasa
"eh tapi kan ada ketemu pas kita nikah Madam, ih Madam mah fitnah kita ya Sa"
"hehe iya ya Noni bener, ya maaf Madam ini dah tua yah lupa lah"
"iya bener makin keriput hehe"
"wah camantu udah berani ya sama camer, oh iya Ra, Bagas-"
ucapan Karin terpotong sebab bunyi klakson mobil dari milik orang tua Ara yang baru saja tiba
"ma, calon besan juga berkunjung tuh" ucap Dirgan sambil menyalami para gadis yang bergantian bersalaman
"maa syaAllah diserbu ternyata, mari mari masuk" ucap Dirgan menyapa Bramantyo dan mempersilahkan masuk
"tan, kita jalan-jalan ke asrama dulu boleh ya, abis itu kesini lagi" pamit Ara dan Karin mengangguk
__ADS_1
jadi,Ara,Sasa,Noni,Aron dan Kevin memilih untuk menjenguk Asrama mereka terlebih dahulu, Desty dan Chandra ikut masuk toh mereka sudah pernah menjenguk Asrama dan sekolahnya
"kita ke asrama kita ya" ucap Kevin dan Sasa hanya melambaikan tangannya berlari menyusul Noni dan Ara yang sudah berlari lebih dulu
"mereka gak sabaran banget ya" ujar Kevin berbicara pada Aron tapi begitu menoleh kearah Aron ternyata Aron sudah tiba di depan asrama Bumi Perwira
"ya ilahii.... si Aron juga sama aja" mau tak mau Kevin pun berlari mengejar Aron
"maaf ya kita baru berkunjung sekarang"
"aduh Emberly ngomong apaan sih, ya kan maklum sama-sama sibuk, keluarga ku juga terakhir main kerumahmu tiga bulan yang lalu ya kalo ga salah"
"haha iya iya, pasti sepi banget ya dirumah ga ada anak apalagi sekarang lagi libur semester ganjil"
"enggak juga kan kadang si Arga nginap disini, abis itu giliran dirumahmu, tapi ya Ly kalo nantis Bagas udah nikah sama Ara, aku sama suami mau pensiunan dulu udah ga kuat"
Emberly tersenyum getir, dan Karin melihat perubahan raut wajah sang besan
"kenapa gitu mukanya Ly ?" tanya Karin blak-blakan,sangat penasaran karena ia berfikir pasti ada sesuatu yang telah terjadi
memang selama ini Karin dan juga Dirgan sama-sama tidak ada yang tahu tentang masalah antara Ara dan Bagas, baik dari siapapun tidak ada yang memberi tahu
__ADS_1
dan hari ini Emberly akan berterus terang karena Ara dan Bagas juga sama-sama sudah selesai dalam menjalankan pendidikan mereka dan sudah seharusnya masalah ini harus terselesaikan walaupun pada akhirnya Bagas dan Ara tidak ada jalan takdir untuk bersama