Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 34 - Bahaya Tak Terduga


__ADS_3

selesai berbelanja Abel dan Ara langsung pulang ke Asrama


masuk ke Asrama Ara dan Abel lebih dulu kekamarnya untuk melepas jaket dan mencuci tangan kaki dan muka


"udah Bel ?"


"udah yuk kedapur" ajak Abel dan Ara berdiri dari duduknya


"aghh" pekik Ara yang membuat Abel menolehnya


"astaga Ra" kaget Abel menarik Ara keluar dari kamar dan menutup pintu dengan cepat


Abel memapah Ara ke tangga tapi Ara tidak kuat menahan sakit dibetisnya jadi Abel merogoh saku celananya mengambil hp dan menghubungi Desty


untung saja Desty cepat menerima panggilan tersebut


"buruan kesini Ara dipatuk ular" Desty yang mendengar ucapan Abel tidak lagi mematikan hp nya dan berlari begitu saja


Sasa yang bingung hanya ikut berlari tidak dulu bertanya karena sepertinya ada sesuatu hal yang terjadi


"kenapa gak lewat lift ?" tanya Desty panik saat sudah sampai disana


"astaga gak kefikiran" ucap Abel merasa bersalah


karena sudah hampir sampai di lantai dua mereka meneruskan membawa Ara sampai di lift lantai 2

__ADS_1


didalam lift Desty menghubungi Madam Karin untuk menyediakan mobil dibawah sana


karena mendengar suara Desty yang lanik Karin tidak bertanya dan hanya mengiyakan saja


"ularnya masih dikamar ?" tanya Sasa kemudian


"masih udah gue kunci kok" jawab Abel menepuk saku celananya bahwa kuncinya ada di dia


"kek nya ada yang sengaja, kan kamar kita gak dikunci" tebak Sasa dan Desty juga berfikir begitu


"Ra ?" pekik kaget Abel melihat Ara yang pucat dan malah pingsan tepat saat itu lift terbuka dan sudah ada Madam Karin dengan ketiga anaknya


baru saja Bagas mau maju menghampiri Ara tapi Ervin lebih cepat dan Ara sudah berada didalam gendongannya


Karin melihat itu semua tapi ia membuang fikiran yang datang pasti semua reflek untuk menolong dan Ervin yang lebih dulu bukan karena apa-apa


sebenarnya Bagas sudah disuruh Karin untuk satu mobil tapi Bagas menyuruh Abel saja biar dia dimobil satunya bersama Chandra, Desty dan juga Sasa


beberapa saat yang lalu Tania pergi ke gerbang utama komplek Asrama menunggu kedatangan seseorang


"Fan" teriak Tania pada seseorang itu yang ternyata adalah Fani


"nih" Fani menyerahkan sebuah kotak berukuran lumayan besar


"berat karena kotaknya atau isinya ?"

__ADS_1


"dua-duanya, yaudah gue cabut ya"


"ok thanks"


Tania berjalan dengan senyuman lebarnya


"eh neng Tania, bawa apaan neng ?" tanya Pak Gito yang membukakan gerbang


"peliharaan pak"


"anggora ya neng ?" tanya pak Gito menebak dan Tania hanya tertawa dan pergi begitu saja, Pak Gito hanya geleng-geleng saja


"kak lo aja deh ngeluarinnya gue takut"


"iya iya bawel ah, ambil tuh sapu buat ngeluarin"


mereka berdua saat ini ada dikamar 23 kamar milik Desty, mereka dengan nekat memesan ular berbisa pada Fani


setelah berhasil mengeluarkan ular tersebut mereka dengan cepat membawa kotak tersebut dan menutup rapat kamar 23


sampai dikamar Tania dan Reva ber tos tangan dengan senyum bahkan tertawa senang telah berhasil melakukan rencana berbahaya itu tanpa peduli resiko kedepannya


walau tidak sesuai keinginan Reva tapi sesuai dengan keinginan Tania ular itu menyalurkan bisanya pada Ara yang saat itu ular tersebut berada dibawah ranjang Ara


Ara dengan santai mengayun-ayunkan kakinya dan ketika berdiri ular itu dengan cepat mematuk betis Ara

__ADS_1


sungguh Ara pun tidak pernah menduga bahwa akan ada bahaya seperti ini yang menimpanya


__ADS_2