
siang hari yang begitu panas Desty mengajak teman sekamarnya untuk membuat es buah dan pastinya mereka menerima ajakan tersebut
sebelum kedapur mereka membagi tugas, Abel dan Ara mendapat tugas untuk membeli buah
sebenarnya Abel pun bisa membeli sendiri tapi sengaja Desty menyuruh Ara juga biar Ara bisa ikut Abel keluar dari komplek Asrama Bumi
sedangkan Desty dan Sasa akan menyiapkan bahan-bahan lainnya didapur
Tania yang kebetulan hendak pergi kekamar 24 tak sengaja mendengar rencana mereka karena pintunya sedikit terbuka
terlintas sebuah rencana difikiran Tania dan ia menyeringai licik lalu kembali kekamarnya untuk mengajak Reva
oh iya Reva itu tukaran kamar sama anak kelas 2 IPA yang dianggap horor oleh Tania dan 2 kakak seniornya jelas Tania merasa senang mendapat teman seperti Reva karena 2 kakak seniornya tidak terlalu ingin ikut campur lagi dengan alasan sudah kelas akhir
"apa ini gak berlebihan Tan ?" tanya Reva begitu Tania selesai menjelaskan rencananya
"santai ajalah kak"
"trus kita bisa dapetin dimana-"
"ssstttt itu urusan gue tenang aja, Fani teman gue yang dari luar pasti bisa" ucap Tania memotong pertanyaan Reva
__ADS_1
"gue berharap sih Desty juga sekalian kena jangan cuma Ara"
Abel dan Ara meminjam sepeda motor milik pekerja untuk pergi kepasar buah
"ahahahahaha Bel jangan begini hahaha" Ara tak hentinya tertawa dengan berpegangan kuat sangat kuat pada pundak Abel kadang juga pinggang Abel
Abel membawa motor itu sesekali mengerem sesekali berbelok-belok membuat yang diboncengi shock karena ini pertama kalinya Ara naik sepeda motor
sampai ditempat tujuan Ara berulang kali memukul Abel dengan tawanya yang belum bisa berhenti bahkan matanya sampai berair
Abel juga tertawa puas mengerjai Ara tidak merasakan sakit dengan pukulan Ara
"sorry deh sorry pulangnya gak gitu lagi" ujar Abel meminta maaf lantas mengajak Ara masuk dalam pasar buah dan sayur
Ara memerhatikan sekitarnya banyak sekali berbagai macam warna yang ia lihat sampai tatapannya tak sengaja melihat buah yang baru kali ini ia lihat
"Abel itu tempat jual khusus jeruk terus yang kecil banget itu jeruk apa ?" tanya Ara serius
"oh itu, ayok" Abel menarik tangan Ara dan sampai disana Abel mengambil jeruk kecil yang dimaksud Ara
"bang tolong potongin jadi dua" pinta Abel pada penjualnya
__ADS_1
"siap Neng" ucap penjual langsung memotong jeruk tersebut
"nih cicipin" Abel memberikan sebelah potong jeruk tersebut dan Ara mengambilnya tanpa ragu Ara mencicipi jeruk itu dengan hisapan yang lumayan kuat
boomm..
Abel tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan penjual jeruk tersebut melihat mimik wajah Ara yang menahan rasa kecut dilidahnya sampai wajahnya bergetar dengan lidah yang keluar
Ara mengambil tissue didalam tas nya dan mengelap lidahnya
"iihhh Abel mah bohong" Ara kesal bukan main karena Abel terus menerus mengerjainya
"ok ok terakhir deh" ucap Abel meminta maaf lagi sungguh ia pun sudah kapok membuat perutnya sakit akibat banyaj tertawa
"ini jeruk apa Abel ?" tanya Ara yang benar-benar ingin tau
"ini tuh jeruk sambel Ra biasanya disebut juga jeruk limau beuh enak banget kalo sambel terasi trus dikasi ini sluurpp" Abel menarik air ludahnya akibat membicarakan jeruk sambel itu kan jadi laper
"jadi pengen" ucap Ara yang penasaran dengan rasa sambal yang dimaksud Abel
"nanti ya kita makan diwarung pecel lele langganan gue ama Sasa dan juga kak Desty nanti lo cobain segala macemnya sambel disana" Ara mengacungkan jempolnya dan mereka lanjut berbelanja
__ADS_1