Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 40 - Asmara di Asrama


__ADS_3

"yeayyy I am the winner" sorak Desty senang sesampainya dipinngir danau


"ya tentulah menang orang kamu sendiri hah hah" ucap Dirgan yang masih menstabilkan nafasnya karena lelah


"yo what's up guys..." teriak Desty pada teman-temannya yang duduk beralaskan tikar dengan makanan yang sudah tersusun ditengah-tengah mereka dan buku-buku yang masih berantakan


"oohhh lagi belajar bersama" Karin ikut menghampiri bersama Dirgan disampingnya


"eh ada Mama sama Papa, tumben ?" tanya Chandra yang menggeser duduknya untuk Papanya


"iyalah orang mereka lagi pacaran tadi aku ajak balapan sepeda"


"ciee lagi mode kasmaran" tambah Sasa ikut meledek dan terdengarlah suara ledekan dari semua temannya yang lain


*cie cie


ehem


cieee


uhhuyyyy*


"berisik kalian tuh, iri bilang bos" ucap Karin tidak merasa malu dan mencomot keripik yang ada didepannya


"kasmaran tu apa ?" tanya Ara yang memang tidak ikut meledek karena tidak faham

__ADS_1


"jatuh cinta Ara kasmaran itu jatuh cinta kek lo sama Bagas" jawab Abel yang mendapat cubitan halus dari Ara


"aw sakit Ra" Ara hanya menjelerkan lidahnya pada Abel


"Bagas yakin nih ga mau sama Ara kalo ga mau biar mama jodohin sama abang kamu aja" tanya Karin secara gamblang dan Bagas menatap pada mamanya sinis tapi hanya sebentar


ada rasa ketidakrelaan mendengar ucapan sang ibu apalagi menyangkut dengan Ervin ia jadi teringat saat Ervin begitu peduli pada Ara mengingat itu Bagas jadi berfikir apa mungkin Ervin memang suka pada Ara terlebih setelah Ervin berbicara bahwa ia sudah memiliki kekasih Ervin segera kembali


Bagas jadi bingung sendiri, ia pun tidak tau apa ia benar memiliki perasaan pada Ara atau tidak karena ia juga belum pernah berpacaran


"kasmaran itu kok ada nama Ara ya ?" tanya Ara yang belum selesai memikirkan kata kasmaran


"kalo Asmara itu berasal dari India (Sansekerta), dengan huruf awal A dan terdiri atas 6 huruf. Kata Asmara memiliki pengertian, definisi, maksud atau makna dalam cinta, makanya ada sangkut pautnya Ara ya cinta itu" jelas Dirgan detail dan Ara manggut-manggut sudah faham


"trus bedanya Asmara sama Cinta apa ?" Kevin kali ini yang ikut bertanya


" Asmara adalah perasaan kecenderungan hati kepada lawan jenis. Kalau cinta bisa terhadap anak, cinta kepada sahabat tidak menghalangi kamu mencintai orang lain"


"berarti kalo gue sama my hanny Sasa Asmara ya kan"


huuuuuu


Kevin malah mendapat sorakan dari teman-temannya


"kalo cinta definisi nya kayak gitu berarti banyak ya cinta di asrama ini kan aku cinta sama sahabat-sahabat aku ini walau banyak sikap absurd nya hehe" ucap Ara menyimpulkan dengan kekehan diakhir ucapannya

__ADS_1


"uuhhh sweet banget sih gue juga cinta sama lo Ra, sini sini peluk dulu" Abel bertingkah sok manis yang malah membuat semuanya tertawa


*hahahahahaha


geli gue liat lo Bel jan kek gitu napah*


"Asmara nya juga banyak kok Ra, Kevin Sasa, Desty Chandra, Tante sama Om dan lain-lain yang mungkin masih otw kayak Abel gitukan ga tau sama siapa lah atau nggak juga kamu tuh sama Bagas yang ga tau kapan" ucap Karin yang penuh sindiran ya yang pacaran sih ga masalah yang masalah itu kayak Bagas anaknya sendiri


Bagas faham kalo mamanya ini memberi kode agar Bagas harus segera mengklaim Ara itu menjadi miliknya


"Asmara di Asrama nya jadi banyak dong ya tan" Karin hanya mengangguk pada Ara


"tapi Asmara di Asrama ini juga ada yang cuma satu" ucap Bagas yang baru mengeluarkan suaranya


"hah ?" bingung Ara dan mendengar Bagas baru bersuara semua juga fokus padanya seorang


"ya lo Asmara Delpita Putri" jawab Bagas menyebutkan nama lengkap Ara, ya yang dimaksud Bagas itu adalah Diri Ara dengan namanya Asmara kan memang hanya dia bukan Asmara kata lain dari cinta itu.


blussshhh


Ara malu bukan main karena yang lain meledek akibat perkataan Bagas barusan, Bagas hanya tetap dengan raut datarnya padahal hatinya sudah jedag jedug karena telah berani mengucapkan perkataan yang entah apa dia pun juga bingung


Karin dan Dirgan saling pandang mereka faham dengan Bagas yang sebenarnya menggombal tapi tidak terlihat seperti itu karena Bagas tidak bisa mengekspresikannya


tapi walau begitu Dirgan dan Karin yang sudah lama menanti hadirnya cinta dihati sang anak merasa senang karena pada akhirnya Bagas mulai merasakan hadirnya cinta dari sahabat dan yang lainnya dan itu akan menjadi suatu kehidupan yang akan mendatangkan kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2