Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 49 - Gratis


__ADS_3

Sasa senang bukan main dan tidak menyangka karena saat ini ia sedang berjalan beriringan dengan teman-temannya menuju Scoot Airlines


usai menaiki tangga Sasa melihat seorang Pramugari yang menggerakkan tangannya dan Sasa langsung menarik tangan Pramugari itu dan menciumnya layaknya seperti menyalami tangan orang yang lebih tua


Sasa bingung kenapa Pramugari itu malah tersenyum bahkan menutup mulutnya tapi ia langsung faham detik Ara berucap "kenapa disalamin Sa ? Pramugari nya seperti itu mempersilahkan orang untuk masuk" Sasa pun menoleh kebelakang lagi dan benar apa kata Ara ah Sasa malu jadinya saat ia melihat kesekitarnya ada beberapa orang yang memang menyaksikan kelakuannya masih tertawa


akhirnya mereka sudah duduk dengan nyaman dan lega yang tentu dirasakan oleh ketiga orang yang baru pertama kalinya


Dirgan duduk bersama Karin dan Bagas, kemudian disamping kanannya ada Ara,Reva dan Sasa, dibelakangnya ada Abel,Desty dan Chandra hanya itu saja yang pergi karena teman sekelas yang lainnya juga memiliki jadwal liburan bersama keluarganya masing-masing


"woi bang gue mau tanya dong tadi apa namanya yang ada metal traktor traktor itu ?" tanya Abel ingin tahu


"metal detector Bel bukan traktor lo fikir mau bajak sawah"


"hahaa iya iya itu maksudnya"

__ADS_1


"So, Metal detektor itu adalah alat yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi logam. Alat ini banyak digunakan oleh perusahan-perusahaan untuk menunjang keamanan. Nah kek tadi itu di Bandara" jelas Chandra singkat saja


"oh jadi itu yang kek di film film biasanya"


"nah lo tuh tau Bel ngapain nanya"


"ngetes doang kali aja calon suami si Desty beggo"


"sembarangan aja lo"


Desty yang berada ditengah-tengah mereka hanya diam dan terus mengunyah cemilannya untuk menghilangkan rasa mual yang sedikitnya mulai melanda


untuk Desty dan Sasa yang sudah melakukan kesalahan dan tidak mau membuat malu lagi jadi mereka hanya diam saja


tapi tidak bagi Abel buktinya sekarang ia gelisah karena ia kira makanan yang datang ini harus dibayar sedangkan ia tidak memegang uang

__ADS_1


alhasil ia berdiri mengambil tas nya di kabin dan mengambil selembar uang yang bernilai 100 ribu rupiah


"nih mbak" ucapnya menyodorkan uang yang baru ia ambil, sengaja mengambil uang 100 tersebut agar tidak malu jika harganya mahal atau memang pas 100 jika tidak kan bisa mendapatkan kembalian begitu fikir Abel


"maaf buat apa ya ?" tanya Pramugari tersebut bingung karena tiba-tiba saja ia mendapatkan uang begitu saja


"buat bayar nih makanan" kini giliran Abel yang mendengar suara tawa dari orang-orang yang ada disana tepatnya orang yang menyaksikan


teman Abel yang ada dikursi depan menoleh kebelakang karena mendengar tawa orang-orang


dan fahamlah Abel ketika Pramugari itu berkata "gratis" singkat saja dan Pramugari itu melanjutkan tugasnya dengan senyum Pepsodent yang masih tetap bertahan


Abel terduduk begitu ditarik oleh Desty dengan ketawanya yang masih terdengar


"Bel Bel giliran lo hahahah" ucapnya meledek

__ADS_1


"lagian kenapa gak nanya dulu sih lo Bel" tegur Chandra pula yang sudah bisa menghentikan tawanya


"hahaha tau ah" Abel pun ikut menertawai dirinya sendiri karena benar kata Chandra seharusnya ia bertanya lebih dulu kan malu pun hanya pada teman sendiri


__ADS_2