Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 82 - Harus Ikhlas


__ADS_3

huh, Ara menghembuskan nafasnya dengan kasar begitu ia turun dari pesawat dan kini ia berada didalam taxi bukan dijemput oleh supir pribadi miliknya, karena Ara sengaja tidak memberi tahu untuk sedikit memberi kejutan pada keluarganya


Ara tersenyum melihat jalanan kota Jakarta yang begitu padat dipenuhi oleh pengendara lainnnya, Ara merasakan kembali bagaimana rasanya mengalami macet tapi kali ini Ara hanya menikmati kemacetan tersebut


sesampainya didepan pintu rumah, Ara menekan bel sebanyak Dua kali dan asisten rumah tangga yang membukakan pintu jelas kaget melihat siapa yang datang, tapi Ara buru-buru meletakkan jari telunjuk diatas bibirnya sebuah isyarat untuk diam


"Non Ara kok ?"


"iya bi.. Ara sengaja mau ngasi kejutan, em.. lagi pada makan siang ya ?" balas Ara yang kemudian menebak dan dibalas anggukan oleh art tersebut


"ya udah Ara masuk dulu ya"


dan benar saja belum sampai dimeja makan, kedatangan Ara membuat semua orang yang ada di meja makan menoleh pada Ara karena mendengar teriakan Desty yang paling pertama melihat Ara

__ADS_1


"OMG Araaaaaaaaa" teriaknya dengan heboh bahkan ia sudah beranjak dari tempat duduknya berlari kearah sang adik dengan sangat antusias


"ya ampun anak mommy bisaan aja nih ngasi surprise nya" timpal sang mommy yang juga beranjak ikut memeluk Ara dan Desty sekaligus


"hehee iya dong, aduh jadi gangguin acara makan siangnya ya"


"nggak dong sayang, kita baru mau mulai nih" sambung sang Daddy yang tetap dikursinya


"sekalian yuk Ra makan bareng" ajak Chandra yang juga tetap duduk sambil memangku anak keduanya


"lanjutin aja makannya biar Ara yang jaga si gembul ini, lagian Ara masih kenyang banget soalnya" lanjut Ara menolak dan kembali fokus menatap keponakan keduanya yang super gembul


"ya udah kalo gitu kita lanjut makan, abis itu kita ngumpul diruang keluarga ok" sambung Desty yang kembali duduk didekat suaminya

__ADS_1


"ok, kalo gitu Ara keatas ya bareng si gembul" Desty hanya mengangguk dan Ara pergi dari ruang makan sambil memeluk keponakannya


"ih lucu banget sih kamu tuh, udah gitu kok bisa mirip banget sama aku, ada-ada aja mami kamu itu ngidamnya" Ara berbicara kepada keponakannya yang hanya merespon dengan mata yang selalu berkedip-kedip, mungkin saja heran melihat Ara, kan dulu bertemu itu masih bayi.


masuk kedalam kamarnya Ara dibuat tersenyum karena wangi khas kamarnya langsung menyeruak menyapa indra penciumannya, namun Ara tiba-tiba mengingat kamar 23 yang ada di Asrama Bumi Pertiwi karena kamar itulah yang paling banyak kenangannya dibandingkan kamarnya sendiri, ah Ara jadi rindu dengan Asrama tersebut


dan bukan hanya Asramanya saja karena Ara juga rindu pada komplek Bumi yang memiliki sejuta kenangan tersebut dan juga Ara jadi mengingat teman-temannya, Ara jadi tidak sabar berkunjung pada teman-temannya


mengingat Asrama dan teman-temannya membuat Ara juga mengingat pemilik Asrama tersebut, seorang wanita yang sangat luar biasa menurut Ara dan yang sudah dianggap ibu sendiri oleh Ara


Ara jadi banyak mengenang masa lalunya sampai pada akhirnya ia mengingat seorang laki-laki yang mungkin saja sudah menikah


Ara menggeleng pelan dan tersenyum pada keponakannya yang masih anteng didalam gendongan Ara

__ADS_1


"harus ikhlas" ucap Ara menyemangati dirinya sendiri dengan senyum yang terukir dengan indah, mungkinkah Ara sudah move on ?


__ADS_2