
"udah selesai ?" tanya Fani yang setia menunggui Bagas didepan toilet pria
"ya udah yuk kedepan lagi" ajak Fani kemudian yang langsung bergerak satu langkah namun pergelangan tangannya lebih dulu ditahan oleh Bagas
Fani melihat tangannya yang disentuh oleh Bagas dan menatap Bagas dengan sebuah pertanyaan mengapa Bagas menahannya secara tiba-tiba
tidak hanya menahan karena sekarang Bagas menarik Fani lebih dekat dengannya bahkan wajah Fani tepat berada didepan dada Bagas
Fani menelan ludahnya kasar melihat dada Bagas yang nampak basah oleh keringat atau air yang jelas saat ini Fani dengan reflek menghirup aroma Bagas sedalam mungkin
Fani tidak tau saja Bagas sengaja menariknya hingga ia bisa mencium aroma di dadanya yang ternyata aroma itu berasal dari sebuah ramuan kimia yang telah diracik oleh Bagas yang kemudian dicampur air dan cukup dipercikkan ke bagian dadanya maka aroma itu akan menyebar dengan wangi yang sangat menyengat dan tentu saja sudah dicampuri cairan obat perangsang
__ADS_1
Bagas membelai pelan wajah Fani dan Fani langsung memejamkan matanya merasakan sensasi yang luar biasa, belum saja ia melakukan ritual surga dunia tapi ia sudah dibuat terbang melayang oleh pesona Bagas
ramuan kimia itu telah bereaksi buktinya Fani sudah menggeliatkan badannya tanpa basa basi ia memeluk badan Bagas dengan erat
"you are very beautiful and seductive Fani" bisik Bagas dengan nada yang lirih tepat ditelinga kiri Fani yang semakin membuat Fani tidak tahan
"lo jauh lebih menggoda Bagas eunghh..." balas Fani dengan lenguhan diujung ucapannya akibat tangan Bagas yang mengelus rahangnya
"melihat lo gini ajah gue uddah mau ahhh"
"okeh" Fani yang merasa tertantang mendorong Bagas masuk kembali dalam toilet pria dan menguncinya
__ADS_1
"look at me, darling" ucap Fani yang kemudian membuka pakaian bagian atasnya dan mulai meremas buah miliknya yang memang besar namun sudah menggelambir
tapi Fani terus bermain dengan tangannya hingga akhirnya tidak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya
Fani tersenyum bangga karena ia melihat Bagas yang menatapnya dengan tatapan tergoda tapi padahal Bagas menatap jijik padanya dan sedikitpun tidak memerhatikan bagian tubuh Fani yang terus Fani mainkan, sampai Fani mencapai klimaksnya dengan tubuh yang bergetar hebat Bagas pun juga tidak menyadarinya
sadar tidak sadar Bagas melihat Fani yang terduduk lemas dengan mata yang tertutup, Fani merasakan kepuasan yang luar biasa akibat pesona Bagas padahal semua itu adalah pengaruh dari ramuan kimia racikan Bagas
"darling... gue capek banget, kekamar ajah yuk"
yes batin Bagas bersorak senang, karena ia yakin sebentar lagi ap yang ia cari akan ia dapatkan
__ADS_1
sampai dikamar Fani, Bagas membaringkan Fani yang sudah tertidur pulas akibat ramuan kimia tersebut yang juga Bagas tambahi obat tidur yang akan bereaksi setelah kira-kira Tiga puluh menit dan Fani berakhir tidur di menit ke Tiga puluh lima
Bagas tidak membuang-buang waktunya lagi, ia langsung mencari dimana tempat pusat cctv dijalankan, Bagas memerhatikan sekeliling kamar milik Fani dan tiba-tiba pandangan Bagas tertahan pada sebuah dinding yang ditutupi lukisan bunga dan dari salah satu bunga itu ada yang warnanya lebih terang, jika tidak melihat dengan teliti memang hanya seperti lukisan biasa namun jika diamati tentu akan mengundang perhatian, untung saja Bagas memiliki mata yang jeli.