
hampir satu jam lamanya Emberly dan Bramantyo menceritakan apa yang mereka ketahui selama ini bahkan Desty dan Chandra juga ikut bercerita
sedangkan Karin merasa kecewa karena tidak ada satupun yang memberi tahu perihal masalah tersebut
memang sangat sepele tapi jika lamanya sampai sekarang dan tidak ada yang mau lebih dulu untuk membahasnya kembali lalu sampai kapan akan seperti ini terus
oleh karena itu sebagai orang tua dan yang paling tua Emberly mengajak Karin untuk sama-sama menyelesaikan masalah anak mereka, biarlah mereka ikut campur toh kebaikan yang terhasilkan untuk bersama
Emberly juga meminta maaf karena tidak memberi tahu Karin dengan alasan mengutamakan pendidikan anak-anak mereka, mungkin berat diawal mereka menjalani tapi karena waktu terus berjalan Emberly pun juga yakin mereka berdua akan terbiasa
dan mendengar alasan Emberly yang lumayan masuk akal Karin pun menyetujui dan tidak jadi marah namun tentu ada rasa kesal
"kita sama-sama orang berpendidikan apakah tidak terfikirkan jika itu bisa saja sebuah kesalahpahaman ?" tanya Karin disaat cerita yang lumayan panjang telah terselesaikan
__ADS_1
"ya benar, kami pun juga berfikir seperti itu tapi Ara sulit untuk diajak bicara bahkan dulu sangat banyak perubahan yang terjadi pada Ara sampai-sampai membuat kami tidka berkutik karena pun Ara masih stabil dalam pendidikannya oleh karena itu kami menunggu hari ini terjadi" jelas Bramantyo secara detail
"tapi sayangnya nak Bagas masih disana ya Rin" timpal Emberly menyayangkan kesempatan yang sudah nampak begitu pas
"astag-"
"astaghfirullah ma, udah tuak banyakin istighfar jangan ngucap yang kek anak muda, malaikat mau nyabut baru tau rasa" tegur Desty saat mama mertuanya ingin mengucapkan kata astagga
"ya Allah mantu satu ini emang baik tapi cara negurnya eeehh rasa tak remmes remmes deh" yang ditegur malah menyengir dan yang lainnya hanya bisa tertawa dan mengulum senyum melihat keakraban mereka berdua
belum selesai Karin berbicara Desty kembali menyela ucapannya "hah Bagas ada disini ?" kaget Desty
dan tak hanya Desty karena Chandra pun sama kagetnya "bukannya tahun dep-"
__ADS_1
"dieeemmmmm" teriak Karin memotong ucapan Chandra, huh bagaimana tidak kesal tidak anak tidak menantu sama-sama menguji kesabarannya
"makanya dengerin deh ah main potong-potong mulu,diem." seketika Desty dan Chandra sama-sama menunduk tidak berani lagi bersuara
"baru aja tadi malem datengnya, kita juga kaget dianya buat surprise tiba-tiba dateng kayak gitu pas ditanya Bagas bilang satu tahun setengahnya udah boleh sambil praktek disini ya intinya udah selesai deh" semua yang mendengar manggut-manggut faham dan Emberly tersenyum karena tiba-tiba teringat dengan kedatangan Ara yang juga tiba-tiba dengan alasan biar jadi kejutan, kan sama kalo gitu ya kan ?
"kalo memang jodoh gak akan kemana ya kan ?" batin Emberly bertanya pada dirinya sendiri
"Ly kok senyum-senyum sih, mikirin apa ?" Bramantyo menoleh pada sang istri saat Karin menegur
"Ara kemarin pulang juga tiba-tiba loh Rin, surprise juga katanya, kompak yah mereka padahal gak janjian pastinya" balasnya terus terang
"ih keren so sweet loh ya mereka, tenang aja kalo jodoh gak akan kemana" ucap Karin sama seperti dengan apa yang diucapkan Emberly didalam hatinya tadi
__ADS_1
"eh tapi-" semua kembali menatap Karin kembali dengan raut wajah bingung sebab Karin seperti merasa sebuah kecemasan.