
puas menikmati hidangan yang tersaji sambil bercerita masa lalu kini mereka bersama-sama mengucapkan selamat pada pengantin baru yang selalu menampilkan senyum bahagianya
"ya aloh ya aloh.. cantik banget sih buk" Sasa gemas melihat sang guru yang begitu cantik dengan riasan yang sangat cocok pada buk Yuna
tak hanya Sasa karena temannya yang lain pun juga pangling melihat guru mereka yang sudah berumur tapi masih terlihat sebaya dengan Rangga
"makasih Sasa, kalian semua juga jauh lebih cantik kok"
"istri gue gitu loh" ucap Rangga membanggakan buk Yuna yang kini sudah berstatus menjadi istrinya
"ihh jadi pengen nikah" rengek Sasa yang disetujui Noni dengan menganggukkan kepalanya ketika Sasa berucap seperti itu
Ara ? Ara juga ingin tapi bukan ingin ke arah jenjang pernikahan melainkan ia ingin segera bertemu dengan Bagas, seseorang yang selalu membuatnya sulit tidur jika tidak mencurahkan isi hatinya terlebih dahulu entah dengan temannya atau catatan diary bahkan catatan di hp yang penting ia harus menuntaskan keresahan yang membuatnya gelisah
__ADS_1
dan kegelisahan tersebut akan segera berakhir karena saat ini Ara sudah berada diperjalanan menuju Harvard university
dengan rasa bahagia senyum Ara terukir dengan indah bahkan Ara terkesan senyum-senyum sendiri karena ia tak menyangka masa-masa sulit itu mampu ia lewati
Ara jadi tidak sabar bagaimana melihat keterkejutan dari Bagas saat melihat ia yang tiba-tiba datang
selama diperjalanan Ara tak hanya tersenyum karena memikirkan Bagas tapi ia juga tersenyum karena mengingat kisahnya ditahun belakang, kisah bersama teman-temannya yang selalu memberikan sisi versi terbaiknya pada Ara
Ara kembali mengingat dimana di hari perpisahan mereka banyak air mata yang tumpah dengan perasaan yang sama, perasaan sulit untuk mereka karena tidak menyangka pada akhirnya mereka berjumpa dengan sebuah perpisahan
namun begitu mau tidak mau mereka harus tetap berada di jalurnya masing-masing demi sebuah masa depan yang cerah mereka akan kembali menempuh sebuah perjalanan yang jauh lebih sulit lagi
seperti Grandpa yang mengambil Ara dari kedua orang tuanya dengan tujuan kesuksesan cucunya walau orang tuanya mengatakan tidak Grandpa tetap pada ucapannya, untungnya maupun kedua orang tua Ara dan Ara nya sendiri mengikuti keputusan sang Grandpa
__ADS_1
untuk itu Ara akan kembali diam di negara kelahirannya dalam beberapa waktu sampai ia bisa membawa pulang sebuah gelar yang akan membanggakan keluarga dan sahabatnya
larut dengan pemikirannya Ara sampai tidak sadar bahwa ia sudah tiba disebuah bangunan yang mana didalamnya ada satu orang yang sangat Ara rindukan
tidak mau membuang waktu, Ara segera datang dan melapor ingin mengunjungi keluarganya yang tak lain adalah Bagas, tentu saja Ara beralasan seperti itu dan ia juga mendapat tanda kekeluargaan yang semakin membuat penjaga itu percaya
Ara diarahkan pada suatu taman yang menjadi tempat mereka bertemu, sungguh Ara tidak menyangka bertemu saja disebuah taman kan akan membuat nyaman pengunjung
terus berjalan sambil menunggu kedatangan Bagas, Ara memilih duduk disebuah gazebo, sambil menunggu tiba-tiba Ara terkekeh karena ia tadi mengaku menjadi kakak ipar dari Bagas yaitu Desty dan ia juga mengatakan bahwa ia datang bersama suaminya yaitu saudara Bagas itu sendiri, Chandra.
entahlah tapi Ara yakin ketika Bagas mendengar ada Desty dan Chandra yang datang menjenguknya sudah pasti Bagas kaget dan akan lebih kaget lagi karena ternyata yang mengunjungi adalah Ara
Ara masih saja tersenyum walau ia sudah menunggu selama 10 menit, tapi tidak masalah karena bagi Ara ini adalah menunggu yang menyenangkan.
__ADS_1