Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)
Bab 99. Konyol


__ADS_3

"Ya sudah, Mas mandi dulu sana," titah Dinda.


"Iya, siapin air hangat ya Yang. Mas mau ke kamar Azka dulu," ujar Aditia. Diangguki oleh Dinda.


"Eh Azka udah tidur Mas, mau ngapain emangnya?" tanya Dinda.


"Mau liat aja, emang gak boleh hmm? Mas kangen sama Azka," jawab Aditia, sambil melangkahkan kakinya.


"Jangan di bangunin ya!"


"Siap Sayang!" sahut Aditia, yang sudah hilang di balik pintu sana.


Setalah itu, Dinda berjalan menuju kamar mandi, untuk menyiapkan air hangat untuk suaminya itu.


Klek...


Aditia membuka pintu kamar Azka perlahan, di lihatnya Azka memang sudah tertidur lelap di kasurnya itu. Lalu Aditia berjalan perlahan memasuki kamar Putranya itu.


Aditia duduk di tepi ranjang dengan hati-hati, karna takut membuat anaknya itu merasakan pergerakannya, bisa-bisa nanti Azka bangun, bisa diamuk ibu Negera nantinya.


Azka tersenyum, lalu ia mengusap puncuk kepala Azka.


"Azka, bobo yang nyenyak ya Anak Ayah. Azka jangan rewel ya, sebenarnya lagi Azka bakalan punya Adik," ucap Aditia pelan. Berbicara pada anak kecil itu.


Azka terlihat menggerakkan tubuhnya, terusik dari tidurnya, Aditia terlihat panik, namun pelan-pelan ia menepuk-nepuk pantat anaknya itu. Hingga akhirnya beberapa saat kemudian, Azka kembali terdiam, dan lelap dalam tidurnya kembali.


"Jagoan ayah emang pinter, Ayah tinggal ya Nak. Mau nengok calon adik Azka dulu," ucap Azka pelan, sambil terkekeh sendiri, ia beranjak dari sana dan keluar dari kamar Azka.


Aditia langsung berjalan kembali menuju kamarnya.


Dinda yang baru saja selesai menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya itu menoleh pada Aditia.


"Udah siap Mas, cepat mandi sana," titah Dinda. Aditia mengangguk, lalu ia berjalan menuju kamar mandi. Dan langsung memulai ritual mandinya itu.


Sementara Dinda, ia menyiapkan baju ganti untuk Aditia.

__ADS_1


***


"Kak Reza kok belum pulang juga sih!" gerutu Bella. Wanita itu sedari tadi menunggu kepulangan Reza, namun sampai larut malam begini, suaminya itu belum kelihatan batang hidungnya juga.


"Menyebalkan!" Bella terlihat kesal, sambil menatap ponselnya yang ada di tangan. Dari tadi Bella mencoba menghubungi Reza, namun telepon Bella tak diangkat olehnya, serta spam chat yang Bella kirim juga hanya, centang dua warna abu-abu.


"Apa jangan-jangan Kak Reza, kambuh lagi?" tebak Bella mengira-ngira. Mengingat bahwa suaminya itu mantan casanova. Bella curiga, apa jangan-jangan Reza, mulai bermain gila lagi dengan wanita di luar sana.


Tiba-tiba wajah Bella yang tadi terlihat kesal, berubah menjadi sendu. Lalu wanita itu menangis, sejadi-jadinya.


"Aaaaaa......"


"Hiks...hiks...."


Bella terisak tangis, dengan air mata yang sudah meluber kemana-mana, wajahnya sudah basah dengan air mata, serata bajunya juga yang ia jadikan sebagai lap, ada sedikit ingus juga menempel disana.


"Awas aja kamu Kak, kalau sampai kamu ketauan selingkuh, aku gak akan memaafkan kamu! Aku akan potong jadi dua belas bagian burung kamu," ucap Bella sendu.


"Hiks....hiks..." Kembali terisak tangis.


"Ya ampun Sayang kamu kenapa?" tanya Reza, ia baru saja sampai rumah, ia begitu terkejut melihat Bella, yang duduk di bawah lantai sambil terisak tangis.


"Aaaaaa..hiks...hiks..."


Reza nampak kebingungan, namun ia juga masih terkejut. Sungguh Reza tak mengerti, kelakukan Bella semakin hari semakin jadi.


"Sudah jangan menangis. Ada apa hmm? Kenapa? Apa ada yang sakit?" cerca Reza dibalik kebingungannya, ia mencoba menenangkan Bella, sambil bertanya apa yang terjadi pada istrinya itu.


Namun lagi-lagi Bella tak menjawab.


"Jangan kaya gini, ayo berdiri. Ngapain duduk di bawah dingin, nanti kamu masuk angin." Reza membantu Bella berdiri. Bella menurut, wanita itu pun berdiri.


"Ada apa hmm? Cerita sama aku," ucap Reza lembut, sambil mengelus rambut Bella, lalu membenarkan anak rambut Bella yang terlihat berantakan.


"Ngantuk pengen bobo di peluk." Jawab Bella. Akhirnya wanita itu menyahut juga.

__ADS_1


Namun Reza terlihat membulatkan matanya, ia melongo. Cuman pengen bobo, terus di peluk? Cuman itu? Astogeee.


Ingin rasanya Reza menjerit, konyol oh sungguh konyol. Bisa-bisanya Bella sampe nangis jengker kaya begitu, alasannya cuman begitu. Tapi, ya sudahlah.


"Ya udah, ayo kita kamar," ajak Reza. Mencoba menabahkan hati.


Sabar Reza, sabar....


Mereka pun berjalan menuju kamar. Reza langsung membawa Bella ke atas kasur, menuntun wanita itu berbaring, lalu Reza juga ikut berbaring di samping Bella, Reza memeluk Bella. Seperti apa yang Bella minta tadi.


Bella mulai memejamkan matanya, rasa nyaman mulai menyapanya. Entahlah, Bella juga merasa aneh pada dirinya sendiri. Padahal tadi ia sudah berniat saat Reza pulang, ia akan menginterogasi suaminya itu.


Tapi kenapa, sekarang jadinya malam begini?


"Ada apa denganku? Kenapa aku konyol sekali?" batin Bella.


"Bodo ah, aku ngantuk!" lanjutnya membantin, sambil memejamkan matanya. Dan beberapa menit kemudian dengkuran halus terdengar, seperti Bella sudah masuk ke dalam dunia mimpinya.


"Apa dia sudah tidur?" tanya Reza dalam hatinya. Lalu Reza melihat kearah wajah Bella. Reza mengerutkan keningnya. Melihat istrinya itu sudah ngorok.


"Secepat itu?'' ucapnya pelan, keheranan.


Lalu Reza mengangkat tangannya, ia mengelus lembut puncuk kepala Bella.


"Walaupun kamu itu sangat menyebalkan akhir-akhir ini. Tapi aku sangat mencintaimu Bella. Besok aku ingin memastikan semua, semoga saja semuanya benar!" ungkap Reza, lalu ia mendarat kecupan di kening Bella.


Bersambung....


Jangan lupa like, komen dan Votenya.


Terima kasih.


Maaf ya, aku dusta. Wkwkwkwk


Misi crazy up ku, hancur lebur guys.

__ADS_1


Real life sangat sibuk. Pekerjaan ku numpuk.


Huuaaaaaa...


__ADS_2