Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)
Bab 29. Sekarang siapa yang harus disalahkan?


__ADS_3

Aditia kini berada di ruangan tempat Lisa di rawat, ia duduk sambil memandangi Lisa.


Melihat kondisi Lisa, ia sungguh merasa iba, dan mengingat kembali penjelasan dokter tadi, Aditia benar-benar bingung, apa yang harus dia lakukan sekarang.


Entah bagaimana kini perasaan Aditia kepada Lisa, yang pasti rasanya sangat berbeda, tidak seperti dulu. Apa benar rasa cintanya sudah tidak ada lagi untuk istri pertamanya itu?


Secepat itu? Mungkin ia, karna bukan rasa cinta yang kini Aditia rasakan, tapi rasa kasihan. Apa lagi mendapati semua kebohongan Lisa selama ini, ada rasa benci di hati Aditia, namun segara ia menepis rasa benci tersebut. Walau bagaimana pun Lisa pernah ada di hatinya, rumah tangganya dengan Lisa selama ini bahagia, walaupun tanpa kehadiran seorang anak di tengah-tengah mereka, suka duka dilewati bersama, bahkan tidak ada terbesit sedikit pun hati Aditia untuk berpaling dari Lisa, atau menduakan Lisa. Ia begitu mencintai Lisa, tapi dulu, sebelum Dinda masuk dalam rumah tangganya, sebelum Dinda menjadi istri keduanya. Siapa yang harus di salahkan sekarang?


Dinda? Tidak! Dinda bahkan tidak tau kalau Aditia sudah menikah, Dinda terpaksa menikah dengannya demi keluarganya juga. Bahkan Dinda korban keegoisan mereka.


Apa Lisa? Entahlah! Lisa pun melakukan itu terpaksa, demi membahagiakan mertuanya, tidak ada wanita yang rela berbagi suami.


Walaupun Lisa tau, menghadirkan orang ketiga dalam rumah tangganya, itu sama saja membangun neraka dalam istananya, namun bukan tanpa alasan Lisa melakukan hal itu, ia rela berbagi suami, karna ia tak mau berpisah dengan Aditia, karna Lisa sangat mencintainya.


Apa Aditia? Atau kedua orang tuanya? Entahlah, yang pasti itu memang sudah takdir mereka, tidak ada gunanya saling menyalahkan, karna setiap orang selalu ingin menang, mengakui keselahan diri sendiri itu terkadang sulit, yang pasti kita harus bisa introspeksi diri.


Cukup lama Aditia berdiam di sana, sambil menatap Lisa dan pikiran yang berkelana kemana-mana. Hingga Aditia mendengar suara ponsel berbunyi, lamunannya seketika buyar.


"Sial, kanapa aku lupa kalau hari ini ada metting!" Gerutu Aditia, usai membaca sebuah pesan masuk dari Reza yang memberitahunya dan mengingatkan bosnya itu, kalau satu jam lagi metting akan dilakukan.


Aditia pun langsung berajak dari ruangan Lisa tersebut. Meninggalkan Lisa yang masih terlelap akibat efek dari obat yang dokter berikan.


"Ya tuhan, bagaimana orang-orang diluar sana yang mempunyai istri empat, aku mempunyai istri dua pun sangat kewalahan." Ucap Aditia seraya melajukan mobilnya.


(Harusnya poligami itu di hapuskan saja ya Aditia,🤭 Wkwkw, author ikut nimbrung)

__ADS_1


Sesampainya di kantor Aditia langsung masuk dan berjalan menuju ruangannya. Menggunakan lift khusus yang langsung terhubung ke dalam ruangan.


***


Di sebuah apartemen mewah.


"Jadi selama ini kamu menipuku hah?" Bentak seorang pria pada seorang wanita yang berada di hadapannya, wanita itu terlihat menundukan kepalanya ketakutan, sementara sang pria wajahnya terlihat sangat memerah, emosinya memuncak, menatap wanita itu dengan penuh amarah.


"Ma--maafkan, a--ku kak!" Jawab wanita itu lirih dengan air mata yang sudah terlihat mengalir deras dari pelupuk matanya.


"Maaf kamu bilang hah? Apa kamu tidak sadar apa yang sudah kamu lakukan Bella, kamu membuat pernikahan aku dan Dinda batal, kamu sudah menghancurkan semuanya. Dan kamu sudah membuat Dinda membenciku, dan dia menikah dengan orang lain." Pekik Riki.


"Apa aku salah melakukan hal itu kak? Aku menyukaimu, apa aku salah memperjuangkan cintaku?" Teriak Bella, ia mencoba membela dirinya.


"Memperjuangkan? Memperjuangkan cintamu dengan cara menjebakku hah? Kamu pikir aku bodoh Bella, kamu memang wanita licik, kamu sangat jauh berbeda dengan kakak kamu. Anak yang ada dikandungan kamu itu bukan anakku Bella!"


"Cuih," Riki meludah tepat di hadapan Bella, "dasar bedebah, masih saja mengelak. Kamu pikir aku bodoh Bella, jika itu benar anakku maka usia kandungannya empat bulan, tapi lihat ini, lihat!'' bentak Riki, ia melemparkan selembar kertas ke wajah Bella.


Bella mengambil kertas tersebut, ia terlihat terkejut dan membulatkan matanya, 'sial dari mana kak Riki menemukan surat ini,' batin Bella.


"Masih tidak mau mengaku hah? Masih mau mengelak juga kamu? Usia kandungan kamu lima bulan Bella, di situ tertulis jelas lima bulan. Jika benar anak itu anakku, harusnya usia kandungannya empat bulan, bukan lima bulan!" Teriak Riki.


Bella tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang dikatakan Riki suaminya memang benar adanya.


"Aku akan urus surat perceraian kita Bella." Lanjut Riki, lalu ia beranjak dari hadapan Bella.

__ADS_1


"Arggg...." Bella teriak frustasi. Air mata semakin meluncur deras, ia tak menyangka bahwa Riki akan mengetahui semuanya. Padahal sebisa mungkin Bella menyusun semuanya dengan rapi, sudah tiga bulan mereka menikah, Bella pikir Riki sudah menerimanya, tapi ternyata salah.


Ya setalah beberapa hari Dinda menikah, Riki pun terpaksa menikah Bella, karna Bella mendesaknya meminta pertanggung jawaban atas perbuatan Riki pada saat itu, Riki yang awalnya menolak, karna ia tidak mau menikah dengan adik dari wanita yang sangat di cintainya, namun kedua orang tua Riki memaksanya dan Riki tidak bisa apa-apa, hingga akhirnya mereka pun menikah.


Riki awalnya tidak tau kalau ia di jebak oleh Bella, Riki berusaha menerima pernikahan nya dengan Bella, namun di balik itu ternyata diam-diam Riki mencari kebenaran yang sesungguhnya, hingga Riki mendapat informasi. Pada saat itu Riki di berikan obat perangsang oleh seseorang yang sengaja memasukan obat tersebut ke minumannya.


Tanpa Riki tau ternyata orang tersebut adalah orang suruhan Bella. Karna tak rela Riki menikah dangan Dinda, sang kakak. Ide gila itu muncul begitu saja di banak Bella. Tapi sekarang? Lihatlah? Sebentar lagi semuanya hancur!


"Kenapa, kenapa hidupku tidak pernah bahagia? Kenapa aku selalu kalah dengan kak Dinda, dia selalu mendapatkan apa yang dia mau sejak dari dulu. Bahkan tidak jadi menikah dengan kak Aditia dia menikahi pria kaya. Sudah di pastikan hidupnya sangat bahagia. Sementara aku lihatlah sebentar lagi aku akan menjadi gelandangan." Ucap Bella di sela isakkan tangisnya.


Ya walaupun Dinda dan Bella saudara kandung, namun sikap mereka sangat jauh berbeda. Jika Dinda pekerjaan keras dan Bella pemalas.


Riki melajukan mobilnya membelah jalan raya, ia benar-benar marah dan kecewa pada Bella istrinya itu. Keputusannya sudah bulat, tidak bisa diganggu gugat.


"Dasar wanita gila, aku harus cepat-cepat mengakhiri semuanya, aku akan menceraikan kamu Bella."


"Setalah selesai, aku akan kembali memperjuangkan cintaku padamu Dinda, semua buktinya, bahwa anak itu bukan anakku dan aku harap kamu akan mendengarkan penjelasanku!"


Bersambung...


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Jangan lupa ya guys ya!!!


Terima kasih.


__ADS_2